Archive

Archive for Oktober, 2013

Sayuran Jepang

Oktober 31, 2013 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Sayuran Jepang merupan jenis sayur-sayuran yang memang berasal dari Jepang, namun sejak beberapa waktu kebelakang, peminatnya di Indonesia semakin bertambah seiring dengan semakin maraknya resto yang menyajikan menu masakan Jepang. Ditambah lagi banyak orang-orang Jepang serta Korea yang bermukim di Indonesia yang ingin merasakan masakan khas negaranya.

Jenis sayuran Jepang yang dibudidaya di Indonesia sangat variatif. Mulai dari Bayam Jepag, Terog Jepang, Lobak Jepang, Timun Jepang, Labu Jepang, Toge Jepang, Bawang Daun, Kabcha, Sawi Jepang, dll. Semuanya bisa ditanam di iklim Indonesia. Namun tingkat kebutuhan pasar jelas berbeda pada setiap varian. Berdasarkan permintaan pasar, biasanya permintaan dibagi menjadi 2 musim. Pada musim hujan, umumnya masyarakat lebih menyukai jenis sayuran dau, dan pada musim kemarau/panas, masyarakat lebih banyak menyukai sayuran umbi, seperti lobak dan lainnya.

Jenis sayuran ini sebenarnya sangat berpoteni untuk kebutuhan ekspor, namun karena belum banyak pelaku usaha yang mampu memenuhi permintaan secara rutin dalam jumlah banyak. Kondisi ini otmatis menciptakan peluang bagi para pelaku usaha, karena persaingan belum begitu ketat. Terlebih sayuran jenis ini termasuk jenis sayuran yang berkualitas baik secara rasa maupun ketahanan, sehingga bisa membidik pasar kalangan atas yang memiliki daya beli tinggi. Terbukti hingga saat ini banyak sekali pelaku usaha yang membidangi sektor ini kewalahan memenuhi permintaan pasar. Karena belum banyak persaingan, maka produsen sayuran bisa menentukan harga sendiri, dan harganya pun tidak fluktuatif.

Haga sayuran Jepang ini bisa mencapai 3-5 kali lipat harga sayuran lokal. Kalaupun ada naik-turun harga, tetap saja masih lebih tinggi daripada ongkos produksi. Namun untuk menghasilkan produk berkualitas serta kontinyu, maka disarankan untuk membangun jaringan mitra atau membuat inti plasma agar kegiatan agribisnis bisa terus beroperasi.

Pada umumnya, karakter sayuran Jepang sama dengan sayuran untuk menu khas Eropa dan Amerika. Bisa hidup di dataran tinggi juga di dataran rendah. Untuk tanaman jenis umbi misalnya, lebih cocok ditanah di dataran tinggi dengan ketinggian minimal 800 mdpl, sedangkan sayuran lebih cocok ditanam di dataran dengan ketinggian antara 300-700 mdpl.

Untuk jenis tanaman sayuran sebenarnya sudah diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada tahun 1600-an. Jenis tanaman sayuran hingga saat ini sudah menjadi kultur masyarakat pegunungan untuk memenuhi permintaan dari masyarakat perkotaan. Hanya saja untuk masyarakat dan restoran Jepang pada khususnya menuntut kualitas lebih tinggi dari rata-rata, sehingga tidak semua petani mampu memenuhinya.

Sayuran Jepang saat ini lebih banyak dipasarkan untuk memenuhi permintaan resto dan swalayan khas Jepang, namun bisa juga dilempar untuk pasar umum. Untuk memperluas pemasaran sebaiknya pelaku usaha sering mengikuti pameran agribisnis atau menjalin hubungan dengan Dinas Pertanian, atau juga dengan menggunakan media internet.

Dalam pengiriman, jika pelaku usaha tidak memiliki mobil pengangkut yang dilengkapi cold storage, bisa disiati dengan melakukan pengiriman pada malam hari. Bisa juga dengan menggunakan styrofoam yang berisi es batu, sehingga sayuran tetap segar. Hal ini karena sayuran akan cepat layu pada suhu biasa. Bagi pemula, ada baiknya untu memulai sebagai supplier agar bisa memilii jaringan serta memahami betul seluk beluk produksi serta celah pasar, baru kemudian terjun sebagai produsen.

Namun, dengan segala potensi yang dimiliki sektor sayuran Jepang ini, kendala penyediaan benih serta SDM masih menjadi masalah. Benih hingga saat ini masih didatangkan langsung dari Jepang, dan harganya mahal. Untuk hal ini sekarang sedang diupayakan untuk pembibitan sendiri. sedangkan mengenai SDM, karena saat ini memang dunia pertanian kurang diminati oleh generasi muda. Hahaha… Kendaa terakhir nampaknya menjadi kendala klasik. “Kamu kalo sudah besar jangan jadi seperti Bapak ya (petani)”. Padahal menjadi petani sekarang ini sangat berpeluang meahirkan orang-orang sukses..

So.. Berminat? Omset hingga ratusan juta dengan asumsi keuntungan mencapai 40% dalam setahun bisa anda raih diidang ini..

// <![CDATA[
document.write(‘‘);
// ]]>

http://cpm.edomz.com/0?z=66&pl=20052

Perlengkapan Bayi

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Jika ada yang bertanya usaha apa yang mempunyai arus perputaran yang cepat, mungkin salah satunya adalah usaha perlengkapan bayi. Yup. Pertumbuhan penduduk yang terus bertambah memang terus menciptakan banyak sekali peluang usaha yang layak dijalankan. Salah satunya ya usaha perlengkapan bayi. kehadiran buah hati tentu akan disambut dengan suka cita dan dinantikan oleh kedua orang tua dengan mempersiapkan berbagai pernak-pernik kebutuhan buah hati sebaik mungkin.

Disadari atau tidak, bayi dan anak-anak memiliki kebutuhan yang lebih daripada dewasa. Misal saja untuk kebutuhan sepetu. Bayi memerlukan sepatu yang nyaman dan tidak menimbulkan alergi, tentu saja dengan desain yang menarik pula. Hal ini membuat para orang tua tidak segan-segan mengeluarkan budget lebih untuk memenuhi kebutuhan buah hatinya.

Kulit bayi adan anak memang terbilang sensitif ketimbang orang dewasa. Hal ini membuat segala pernak-pernik serta kebutuhan bayi lainnya dibuat menggunakan material dengan kualitas baik serta memiliki sifat lembut dan halus untuk menjaga kulit sensitif, karena penggunaan bahan yang tidak tepat bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Selain dari segi bahan, kenyamanan dalam dalam penggunaan produk juga penting untuk diperhatikan. Apa kita merasa nyaman dengan produk semisal gendongan bayi untuk menggendong buah hati kita? Hmmm.. Jika kitas endiri merasa tidak nyaman, tentu produk tersebut juga tidak nyaman bagi konsumen. Praktis, nyaman, bahan baik. Jika tiga syarat tersebut terpenuhi, maka besar kemungkinan produk yang anda jual akan laku keras.

Perlengkapan bayi yang sedang banyak dicari sekarang ini umumnya eksklusif dengan tampilan berbeda dengan produk sejenis di pasaran lokal maupun impor. Tentusaja dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk impor, serta mengutamakan penampilan serta kenyamanan. Ini yang akan mampu membuat pelaku usaha mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan.

Diantara banyak produk perlengkapan bayi, beberapa yang banyak dicari saat ini seperti misalnya popok bayi berdesain celana. MEnggunakan bahan beludru, katun serta kain flanel. Produk lainnya seperti celana latihan pipis, batal menyusui, bedong instan, gendongan bayi, dll.

Dalam pemasaran produk, sebagian besar pelaku usaha masih banyak menggunakan kesempatan pada sebuah event pameran serta melalui penjualan secara online. Lalu metode reseller juga masih menjdi pilihan. Kebanyakan para reseller serta pelanggan mengenal produk-prodk yang ditawarkan melalui pameran serta secara online. Hmm… Lagi-lagi metode online memang masih sangat bisa diandalkan dalam berbagai bidang usaha..

Oke.. Tertarik untuk terjun ke bidang usaha ini?