Arsip

Archive for Februari, 2009

Pestisida Kimia VS Organik

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Dear Netter, konon Indonesia terkenal dengan “Gemah ripah loh jinawi”, tongkat ditanam jadi pohon, sekarang pohon ditanam jadi tongkat. Dulu petani makmur dan sejahtera, sekarang hasil panen cuma imbang untuk tanam dan biaya pupuk berikutnya. Dulu para petani punya lumbung padi,sekarang masih impor dari negara lain yang notabene 15 tahun yang lalu belajar pada negara kita tercinta Indonesia, dulu para petani cukup mengembalikan unsur hara makro-mikro dengan pupuk kandang/dedaunan, sekarang rata-rata pake yang instan PESTISIDA KIMIA.

Petani mungkin sangat berpengalaman dalam bertani, puluhan tahun turun menurun mereka bertani (walau sekarang turunan terakhir sudah ogah), tetapi jarang yang teliti/titen bahwa perputaran waktu yang sudah amat lama sebetulnya memberi pelajaran esensial yang kadang diabaikan, bahwa konsep bertani banyak yang hanya sekedar ngikut kebanyakan sekelilingnya (atau apa kata PPL). Misal, semprotlah pakai pestisida kimia ini biar ngirit waktu, biar cepat mati, biar cepet tumbuh, biar cepet……….tamat (kiamat).

Kita tidak sadar bahwa ada organisme/binatang-binatang kecil/jasad renik sahabat petani ikut mati kena imbas pestisida kimia tersebut, ada kelompok binatang-binatang kecil yang netral (tidak memihak petani-pun ikut mati), yang semuanya dianggap hama penggangu tanaman (hama penyakit, kutu-kutu-an, ulat, bakteri, jamur dll). Padahal kandungan pestisida kimia sangat sulit terurai pun dalam waktu yang lama (bertahun- tahun; sejenis DDT sampai hari ini belum bisa terurai yang imbasnya menimbulkan penyakit berat). Bahkan menurut hasil penelitian Deptan ada suatu wilayah di Jateng yang masyarakatnya ” Pestisida kimia minded”, terserang penyakit yang sangat mengerikan akibat racun/efek dari penggunaan yang terus menerus (ada kesaksian dalam bentuk vcd). Maka dalam kesempatan ini bila anda semua (siapapun) tertarik ingin mengetahui seperti apa pestisida kimia mampu “membunuh” alam seisinya, dan Pestisida Organik pelan tapi pasti sahabat petani, saya akan kirim vcd ke alamat anda, saya tunggu korespondensinya.

Terimakasih, saya tunggu respon anda semua.. Go organik!! Salam Sutikno.

* Dari buah pemikiran Bapak Sutikno yang peduli dengan pertanian Indonesia. Terima kasih atas tulisannya Pak, semoga bermanfaat.

Tim Info Bisnis UKM : Akan kami muat tulisan dari Pak Sutikno yang lain untuk Anda semua. Tunggu saja.

Ubi Madu Cilembu Asli atau Palsu.. yang Mana Ya ?

Februari 9, 2009 1 komentar
Ubi Cilembu yang asli

Ubi Cilembu yang asli

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Menyambung mengenai bagaimana membedakan Ubi Cilembu yang asli dengan yang palsu, ternyata cukup mudah untuk membedakannya baik ubi masih dalam kondisi mentah maupun sudah matang.

Ubi Cilembu yang asli dikenal dengan nama yang berbeda untuk tiap daerah, namun pada dasarnya mengacu pada ubi yang sama. Ada yang menyabutnya ubi menes, nirkum juga ada yang menyebutnya ubi arnet.  Sedangkan nama ubi yang palsu biasanya disebut ubi inul, bagolo, dan lirti. Jenis ubi palsu inilah yang sekarang ini justru banyak dipasarkan.

Sebagai acuan untuk kawan-kawan yang mungkin ingin membeli Ubi Cilembu bisa memperhatikan rincian berikut. Untuk Ubi Cilembu yang asli maka akan ditemukan secara samar/tampak jelas tekstur urat pada kulitnya seperti yang terlihat pada gambar. Kulitnya cenderung berwarna kuning kemereh-merahan dan sedikit kusam serta bersisik halus, warna bagian dalamnya jika dibelah juga akan berwarna kuning kemerah-merahan.

Untuk ubi yang palsu biasanya warna kulitnya pucat, tidak terdapat tekstur urat maupun sisik, dan jika dibelah warna bagian dalamnya kuning keju atau bahkan putih.

Nah sekarang sudah jelas dan mengerti bagaimana membedakannya bukan ? Nah, sekarang jangan tertipu lagi dengan harga yang murah ya kawan..

* terima kasih untuk saudara Asep atas ketersediaannya untuk berbagi pengetahuan, semoga bermanfaat bagi yang lain.

Kategori:Aneka Tips

Harga Tidak Pernah Bohong Kawan…

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Mungkin diantara kawan-kawan sudah ada yang pernah melintasi jalur Puncak, Nagrek, Tanjungsari, ataupun Padalarang bersama keluarga.. Disana banyak sekali kita jumpai penjual-penjual eceran “Ubi Cilembu”.

Hal yang terbayang pertama kali bagi yang pernah merasakannya pastilah ubi yang manis dengan rasa yang khas. Tapi kawa-kawan mungkin juga tidak sadar atau malah tidak tahu bahwa sebenarnya Ubi Cilembu yang beredar dipasaran saat ini sebagian besar adalah palsu.

Yup. Palsu. Bukan tanpa bukti, karena ini berdasarkan penuturan penjual serta petani ubi itu sendiri. Hal ini disebabkan karena masa panen Ubi Cilembu yang asli itu memakan waktu hingga minimal 6 bulan, sedangkan ubi yang palsu hanya sekitar 3-4 bulan.

Karena banyaknya permintaan dalam skala besar dan jumlah pasokan yang tidak terlalu produktif maka banyak petani yang kemudian beralih untuk menanam ubi yang sudah direkayasa (kawinan) untuk mendongkrak produksi mereka. Hal ini tentu saja mengurangi kualitas dari ubi itu sendiri, dan keberadaan Ubi Cilembu yang asli saat ini sudah mulai sulit didapatkan.

Tak banyak sekarang ini petani yang secara permanen menanam Ubi Cilembu yang asli, dan kalaupun ada jumlah produksinya juga tidaklah sebanyak produktifitas ubi palsu. Namun dari sini muncul tren baru. Ubi Cilembu yang asli kini harganya melambung hingga mencapai harga antara Rp. 4.500 – Rp. 5.000 / kg ditingkat petani.

Harga yang tinggi ini awalnya mendapat keluhan dari para supllier/distributor Ubi Cilembu karena mereka juga harus mengeluarkan biaya pengeluaran yang lain sehingga harga ditingkat supllier mencapai Rp. 6.500 – Rp. 7.000 / kg, tapi sekarang masalah itu sudah tidak begitu dipermasalahkan lagi, karna biar bagaimanapun kualitas Ubi Cilembu yang memang jauh lebih baik ketimbang ubi yang palsu tidak lagi bermasalah pada harga yang tinggi, bahkan angka permintaan ekspor tiap tahunnya semakin meningkat.

“Permintaan untuk pasar ekspor mulai meningkat lagi sejak pertengahan tahun 2008 lalu” tutur saudara Ayung, salah satu supllier dan produsen agro di Bandung. Permintaan biasanya datang dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Brunei Darrussalam, Jepang, Hongkong, Cina dan Korea. Hanya saja permasalahannya adalah keterbatasan sarana dan kemampuan para petani untuk melakukan  kegiatan ekspor.

Harga Ubi Cilembu yang asli memang tidak bisa disetarakan dengan ubi yang palsu, jadi memang jika kawan-kawan mendapati Ubi Cilembu yang kawan beli dengan harga yang murah mungkin itu bukan yang asli, karena harga tidak pernah bohong kawan…

PS : Mengenai cara membedakan Ubi yang palsu dengan yang asli akan segera di up-date.

Kategori:Aneka Tips

Tips Pembuatan Pestisida Organik

Februari 9, 2009 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Pestisida Organik mungkin saaat ini sedang booming dikalangan petani. Hal ini sebagai dampak dari semakin meningkatnya permintaan akan komoditi organik dipasaran. Berikut ini ada beberapa tips untuk rekan-rekan yang ingin mencoba untuk memproduksi sendiri jenis pestisida organik.

Adapun bahan-bahan pestisida organik yang biasa adalah sebagai berikut ; tembakau, kenikir, pandan, kemangi, cabe rawit, bawang putih, gadung, sereh, dan masih banyak lagi bahan-bahan yang dapat dipakai sebagai bahan pembuat pestisida organik. Bila melihat bahan-bahan tersebut relatif mudah kita dapatkan, saya rasa semua orang bisa meraciknya sendiri.

Cara Pembuatan :

  • Semua bahan dihaluskan (diblender/ditumbuk) kemudian ditambah air
  • Masukkan kedalam botol dan biarkan selama 1 minggu
  • Siap dipergunakan

Dosis pemakaian :

  • 60 ml untuk 1 ltr air
  • Disemprotkan pada tanaman yang terserang hama pada daun dan batang
  • Penyemprotan bisa 1 x 1 minggu atau jika hama sudah benar-benar mengganggu
Kategori:Aneka Tips

Tips Memilih Bibit Bebek

Februari 7, 2009 27 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Saat ini belum ada pembibitan bebek yang dilakukan secara intensif, yang ada hanya penetasan telur yang diperoleh dari berbagai peternak yang kemudian ditetaskan oleh peternak rumahan. Konon indukannya pun bukan berasal dari hasil seleksi. Tak heran jika saat ini sulit menemukan bibit bebek unggul dalam jumlah besar dan umurnya seragam.

Sampai saat ini Kalimantan Selatan, Cirebon, Cimalaya-Jawa Barat, Tegal-Jawa Tengah, dan Mojosari-Jawa Timur dikenal sebagai sentra peternak bebek dan penghasil bibit bebek (Day Old Duck/DOD) dan bebek siap dibesarkan atau bebek siap untuk bertelur (Meri).

Bagi peternak bebek petelur perlu memperhatikan pemberian pakan saat bebek umur 1-6 hari guna pertumbuhan kerangka cadangan kapur untuk pembuatan kulit cangkang telur. Untuk itu jauh lebih baik jika memelihara bebek petelur dari DOD daripada membeli bibit bebek petelur yang siap bertelur. Namun agar lebih efisiensi waktu dan biaya, membeli indukan siap bertelur dari peternak angonpun tiada salahnya, asalkan mengetahui trik memilih yang tepat.

Meskipun tak ada perbedaan total telur yang dihasilkan antara bebek yang dipelihara dari DOD atau Meri. Berikut ini kriteria memilih DOD maupun bebek siap bertelur/dibesarkan :

Kriteria DOD Unggul

  • Bobot 38-40 gram.
  • Pusarnya sudah kering dan duburnya bersih.
  • Berbulu bagus dan kering.
  • Kedua matanya melek.
  • Bebek bergerak lincah.
  • Tidak ada cacat pada kaki (pengkor).

Kriteria Bebek Siap Bertelur/Dibesarkan

  • Umur sekitar 5 bulan.
  • Tidak cacat.
  • Bobot mencapai 1,4 kg atau sekitar 1,3 kg untuk bebek Mojosari dan 1,4-1,5 kg jenis Alabio.
  • Berat badan harus seragam agar telur yang dihasilkan seragam juga.
  • Beli dalam jumlah terbatas 200-300 ekor.
  • Tulang pubis (pantat) yang berada ditempat saluran keluar telur saat menuju ke kloaka melebar denga ukuran 3 jari tangan.
  • Sedangkan untuk bibit pembesaran bebek pedaging pilih bibit pejantan umur 10 minggu yang bobotnya 0,9 kg atau bebek betina afkir.

* sumber dari Prof. Emer. Dr. Peni S. Hardjosworo

Praktisi perunggasan IPB

Kategori:Aneka Tips

Tips Promosi Jitu untuk Usaha Rumah Makan

Februari 7, 2009 14 komentar

Sumber saya dapat dari salah satu tabloid nasional. Mungkin temanya promosi untuk usaha rumah makan, tapi mungkin juga bisa berguna untuk usaha-usaha lain. Toh biar bagaimanapun juga namanya juga promosi.. Semua jenis usaha pasti membutuhkan promosi, dan pastinya perbedaannya tidak terlalu mencolok.

Hal-hal yang perlu diperhatikan agar usaha anda bisa terus berkembang :

1. Agar anda pemenang dalam persaingan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan :

a) Evaluasi Usaha Anda.

Menurut saya, belum tentu sepinya pembeli dikarenakan makin banyaknya pesaing yang berjualan produk yang sama dilokasi yang berdekatan dengan Anda. Cobalah lakukan evaluasi internal, jangan-jangan kesalahan justru ada di usaha Anda sendiri. anda bisa melakukanevaluasi dari marketing mix (7P) terlebih dahulu, yaitu :

  • Lakukan evaluasi produk (product). Apakah produk yang anda jual kualitasnya sudah sesuai dengan segmen dan target yang Anda bidik ?
  • Masalah tempat (place). Apakah tempat yang sekarang ini masih cukup strategis (aman, nyaman, dan mudah dijangkau). Bisa jadi ada perubahan-perubahan yang bisa mempengaruhi rasa aman dan nyaman para pelanggan Anda (misalnya jalan yang tadinya dua arah menjadi dua arah,dll).
  • Masalah harga (price). Jangan-jangan harga makanan ditempat Anda lebih mahal dibandingkan dengan rumah makan sejenis yang lain (dengan kualitas yang sama) ?
  • Masalah promosi (promotion). Siapa tahu karena merasa memiliki banyak pelanggan, Anda sudah tidak pernah lagi melakukan promosi ? Nah, menurut saya keempat hal itu harus dievaluasi terlebih dahulu baru kemudian Anda melakukan evaluasi pada P yang lain yaitu,
  • SDM (people). Apakah sudah cukup ramah dan profesional dalam melayani pembeli ?
  • Proses (process). Apakah proses produksi sudah dilakukan dengan benar ?
  • Dan yang terakhir yang tak kalah penting adalah penampilan fisik (physical evidence).

Jadi menurut saya, melakukan evaluasi kedalam jauh lebih penting dilakukan daripada mencari penyebab dari luar.

b) Bersainglah dengan Keunggulan.

Banyak orang berupaya memenangkan persaingan dengan cara saling menjatuhkan, perang harga dan sebagainya. Saran saya, bersainglah dengan memberi keunggulan pada produk Anda, misalnya dengan harga yang sama (untuk produk sejenis ditempat lain), konsumen bisa mendapatkan “keunggulan” yang Anda ciptakan. Misalnya jika ditempat 1 porsi seharga Rp.10.000 mendapat nasi goreng + telur dadar saja, maka Anda bisa menambahkan 1 gelas air mineralatau 1 gelas teh manis + 1 bungkus kerupuk sebagai bonusnya.  Atau Anda bisa menambahkan irisan daging ayam sebagai nilai tambah yang bisa menarik perhatian pembeli.

c) Berikan  “Sensasi” yang Tidak Ada Ditempat Lain.

Bisa saja dengan memberikan kupon 1 nasi goreng gratis bagi yang sudah makan 10x selama periode tertentu, atau semisal fasilitas parkir gratis, toilet gratis atau jaminan bebas pengamen atau yang lainnya. Ciptakanlah kreasi anda sendiri untuk memberi “sensasi” lebih itu pada pelanggan Anda.

d) Jangan Berhenti Melakukan Promosi.

Walaupun sudah memiliki pelanggan, Anda harus tetap melakukan promosi. Terutama jika Anda sering melakukan kreasi dan inovasi produk. Selalu komunikasikan hal tersebut kepada para penaggan dan calon pelanggan Anda.

e) Perlakukan Setiap Konsumen Seperti Pelanggan.

Promoso paling efektif adalah “dari mulut kemulut”. Oleh karena itu perlakukan setiap konsumen yang datang (walau baru pertama kali) layaknya mereka pelanggan-pelanggan lama anda. Setiap pembeli yang diperlakukan sebagaimana layaknya seorang pelanggan akan merasa senang, aman dan nyaman. dan, suatu saat pasti akan kembali dengan mengajak orang lain untuk makan di rumah makan Anda.

2. Agar Anda dan usaha Anda bisa terus “survive” ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan :

a) “Korbankan” Margin Keuntungan Sementara Waktu.

Berkorbanlah dengan menurunkan margin keuntungan Anda sementara waktu demi mempertahankan kualitas produk. dalam bisnis makanan, cita rasa sangatlah penting. Jadi jangan mengurangi bumbu dan “memangkas” resep demi mempertahankan keuntungan. Lebih baik marginkeuntungan diturunkan daripada menurunkan kualitas produk.

b) Selalu Berpikir Kreatif dan Inovatif.

Jangan pernah merasa “nyaman” dengan adapa yang telah didapat saat ini. teruslah kejar kesempurnaan. Rancang produk dan peket-paket kreatif. Dan, komunikasikan setiap produk dan paket-paket tersebut kepada pelanggan-pelanggan anda setiap waktu.

c) Bersaing Dalam Pelayanan.

Mungkin saja, situasi dan kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk bersaing dalam produk dan harga. Maka yang bisa Anda lakukan adalah bersaing dalam pelayanan. Berikan yang terbaik pasa semua pelanggan Anda. instruksikan semua karyawan anda untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan Anda. Berikan layanan yang prima dari awal dia masuk hingga dia keluar dari rumah makan.

*oleh saudara Ayung dari Ayung Jaya

Kategori:Aneka Tips

Tips Bertransaksi Aman di Internet

Februari 6, 2009 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Dunia maya merupakan dunia yang kini sedang digandrungi oleh berbagai kalangan. Betapa tidak, hampir semua jenis informasi bisa dicari dibalik layar kaca tanpa harus repot-repot pergi keberbagai tempat, termasuk untuk bertransaksi.

Ada beberapa tips yang saya dapat dari surat kabar yang saya baca yang mungkin bisa membantu anda supaya bisa aman bertransaksi di internet.

  1. Jangan pernah pernah menginformasikan user ID dan PIN anda pada orang lain melaui email, atau situs. Bila perlu lakukan perubahan PIN secara periodik.
  2. Pastikan komputer yang nada gunakan untuk berinternet aman dan terpercaya. Disarankan untuk tidak melakukan transaksi internet dari tempat umum semacam warnet atau dikantor. Komputer non-probadi tidak menutup kemungkinan dipasangi scrip-scrip yang ditugaskan untuk mencatat atau memata-matai apa yang anda lakukan.
  3. Pastikan anda menuju ke situs resmi. Terdapat modus kejahatan yang menggunakan situs palsu, tetapi dibalik semuanya dia mengambil data-data rahasia pelanggan.
  4. Biasakan untuk meng-klik tombol sign out/log out setelah selesai berinternet untuk mencegah penggunaan ketika anda meninggalkan komputer.
  5. Bila perlu, mintalah jaminan dari bank penerbit kartu anda untuk selalu melakukan konfirmasi secara real time (langsung via telpon kepada anda untuk setiap transaksi). Hal ini untuk menghindari pemakaian kartu kredit anda tanpa sepengetahuan anda.
  6. Jika ada yang tersa ganjil pada saat transaksi melaui internet banking, segera hubungi call center bank anda.
  7. Aktifkan sarana notifikasi via sms banking dan perhatikan selalu history transaksi yang anda lakukan.
  8. Jangan bertransaksi disitus dengan hostingan gratis. Hosting gratisan biasanya ditandai dengan domain name yang panjang dan tidak familier. Cek dulu tentang situs yang anda kunjungi melalui WHOIS (whois.com) . Masukan domain nama situs yang anda cek dan akan terlihat siapa pemiliknya serta alamatnya.
  9. Pastikan saat anda memasukkan nomor kartu kredit anda, halaman situs tersebut dalam SSL (Secure Socket Lawyer). Lihatlah pada awal URL tersebut haruslah https dan bukan http. Cek juga SSL dialog box yang ditampilkan dilayar dari sistem keamanan online perusahaan terkemuka seperti Entrust atau RSA. Klik pada dialog box SSL tersebut untuk mengecek apakah sertifikat keamanannya masih berlaku aatu tidak.
  10. Baca dengan baik informasi barang dengan baik berikut harganya.
  11. Jangan membuang slip kartu kredit sembarangan.
  12. Jangan menberikan informasi nomor kartu kredit anda pada siapapun via email. Email mudah sekali disadap dan diambil datanya.

Demikian  tips yang saya dapat. Semoga bermanfaat.

Kategori:Aneka Tips