Archive

Archive for the ‘Pertanian dan Peternakan’ Category

Sayuran Jepang

Oktober 31, 2013 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Sayuran Jepang merupan jenis sayur-sayuran yang memang berasal dari Jepang, namun sejak beberapa waktu kebelakang, peminatnya di Indonesia semakin bertambah seiring dengan semakin maraknya resto yang menyajikan menu masakan Jepang. Ditambah lagi banyak orang-orang Jepang serta Korea yang bermukim di Indonesia yang ingin merasakan masakan khas negaranya.

Jenis sayuran Jepang yang dibudidaya di Indonesia sangat variatif. Mulai dari Bayam Jepag, Terog Jepang, Lobak Jepang, Timun Jepang, Labu Jepang, Toge Jepang, Bawang Daun, Kabcha, Sawi Jepang, dll. Semuanya bisa ditanam di iklim Indonesia. Namun tingkat kebutuhan pasar jelas berbeda pada setiap varian. Berdasarkan permintaan pasar, biasanya permintaan dibagi menjadi 2 musim. Pada musim hujan, umumnya masyarakat lebih menyukai jenis sayuran dau, dan pada musim kemarau/panas, masyarakat lebih banyak menyukai sayuran umbi, seperti lobak dan lainnya.

Jenis sayuran ini sebenarnya sangat berpoteni untuk kebutuhan ekspor, namun karena belum banyak pelaku usaha yang mampu memenuhi permintaan secara rutin dalam jumlah banyak. Kondisi ini otmatis menciptakan peluang bagi para pelaku usaha, karena persaingan belum begitu ketat. Terlebih sayuran jenis ini termasuk jenis sayuran yang berkualitas baik secara rasa maupun ketahanan, sehingga bisa membidik pasar kalangan atas yang memiliki daya beli tinggi. Terbukti hingga saat ini banyak sekali pelaku usaha yang membidangi sektor ini kewalahan memenuhi permintaan pasar. Karena belum banyak persaingan, maka produsen sayuran bisa menentukan harga sendiri, dan harganya pun tidak fluktuatif.

Haga sayuran Jepang ini bisa mencapai 3-5 kali lipat harga sayuran lokal. Kalaupun ada naik-turun harga, tetap saja masih lebih tinggi daripada ongkos produksi. Namun untuk menghasilkan produk berkualitas serta kontinyu, maka disarankan untuk membangun jaringan mitra atau membuat inti plasma agar kegiatan agribisnis bisa terus beroperasi.

Pada umumnya, karakter sayuran Jepang sama dengan sayuran untuk menu khas Eropa dan Amerika. Bisa hidup di dataran tinggi juga di dataran rendah. Untuk tanaman jenis umbi misalnya, lebih cocok ditanah di dataran tinggi dengan ketinggian minimal 800 mdpl, sedangkan sayuran lebih cocok ditanam di dataran dengan ketinggian antara 300-700 mdpl.

Untuk jenis tanaman sayuran sebenarnya sudah diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada tahun 1600-an. Jenis tanaman sayuran hingga saat ini sudah menjadi kultur masyarakat pegunungan untuk memenuhi permintaan dari masyarakat perkotaan. Hanya saja untuk masyarakat dan restoran Jepang pada khususnya menuntut kualitas lebih tinggi dari rata-rata, sehingga tidak semua petani mampu memenuhinya.

Sayuran Jepang saat ini lebih banyak dipasarkan untuk memenuhi permintaan resto dan swalayan khas Jepang, namun bisa juga dilempar untuk pasar umum. Untuk memperluas pemasaran sebaiknya pelaku usaha sering mengikuti pameran agribisnis atau menjalin hubungan dengan Dinas Pertanian, atau juga dengan menggunakan media internet.

Dalam pengiriman, jika pelaku usaha tidak memiliki mobil pengangkut yang dilengkapi cold storage, bisa disiati dengan melakukan pengiriman pada malam hari. Bisa juga dengan menggunakan styrofoam yang berisi es batu, sehingga sayuran tetap segar. Hal ini karena sayuran akan cepat layu pada suhu biasa. Bagi pemula, ada baiknya untu memulai sebagai supplier agar bisa memilii jaringan serta memahami betul seluk beluk produksi serta celah pasar, baru kemudian terjun sebagai produsen.

Namun, dengan segala potensi yang dimiliki sektor sayuran Jepang ini, kendala penyediaan benih serta SDM masih menjadi masalah. Benih hingga saat ini masih didatangkan langsung dari Jepang, dan harganya mahal. Untuk hal ini sekarang sedang diupayakan untuk pembibitan sendiri. sedangkan mengenai SDM, karena saat ini memang dunia pertanian kurang diminati oleh generasi muda. Hahaha… Kendaa terakhir nampaknya menjadi kendala klasik. “Kamu kalo sudah besar jangan jadi seperti Bapak ya (petani)”. Padahal menjadi petani sekarang ini sangat berpeluang meahirkan orang-orang sukses..

So.. Berminat? Omset hingga ratusan juta dengan asumsi keuntungan mencapai 40% dalam setahun bisa anda raih diidang ini..

// <![CDATA[
document.write(‘‘);
// ]]>

http://cpm.edomz.com/0?z=66&pl=20052

Budidaya Kedelai Lokal

September 19, 2013 1 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Kedelai merupakan tanaman jenis kacang yang sangat vital pada industri tahu, tempe, kecap, serta bahan olahan kedelai lainnya. Di Indonesia, tanaman ini banyak tumbuh dan relatif cukup mudah didapat, namun anehnya masyarakat lokal justru lebih memilih kedelai impor. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh harga kedelai impor yang relatif lebih murah dan pasokannya juga lebih mencukupi ketimbang kedelai lokal.

Sebenarnya kegiatan impor memang perlu, dan tidak bisa dihentikan begitu saja. Semua mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagi produsen tempe, kedelai impor lebih disukai, karena menghasilkan volume tempe yang lebih besar, sehngga dinilai lebih menguntungkan. Tapi sebaliknya, produsen tahu lebih memilih kedelai lokal, dengan alasan volume tahu yang dihasilkan kedelai lokal lebih tinggi ketimbang kedelai impor. Jadi jika melihat alasan tadi, sebenarnya impor juga masih sngat diperlukan, tanpa harus mengesampingkan produksi kedelai lokal. Hanya saja besar kemungkinan oknum pemerintah ini terus menerus mengijinkan impor demi “amplop” dari para importir. Mungkin..

Meski masyarakat sedang gandrung komoditi impor, terutama disini adalah kedelai, sedikit yang mengetahui bahwa kebutuhan kedelai nasional saat ini (2013) mencapai 2,2 juta ton pertahun—sumber dari Badan Pusak Statistik—sedangkan angka impor hanya sekitar 1,3 juta ton pertahun. Dengan hasil produksi kedelai nasional sebesar 850 ribu ton pertahun, jelas pangsa pasar budidaya kedeai ini masih sangat besar. Terlebih saat ini harga kedelai impor lebih tinggi dibanding kedelai lokal. Yang tadinya kedelai impor dijual Rp.3.000/kg, saat ini bisa mencapai Rp.8.000/kg. Hmmm… Selisih yang menarik bukan?

Kedelai di ikilim tropis memang tidak bisa tumbuh sebaik di negara-negara empat musim, karena umumnya negara-negara ini mempunya panjang hari hingga 17 jam. Produksi yang bagus itu menyebabkan harga kedelai impor lebih murah dari kedelai lokal. Namun dengan kondisi Dolar yang berada di angka Rp.11.000/dolar, harga kedelai impor juga otomatis ikut melambung. Baiknya, kekurangan pasokan kedelai impor ini diimbangi dengan peningkatan produksi kedelai lokal.

Kebutuhan lahan budidaya kedelai seluas 1,3 juta hektar sebenarnya bisa di penuhi di Pulau Jawa saja, namun dari sekian banyak lahan yang bisa dimanfaatkan, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa petani lebih suka menanam padi daripada kedelai. Karenanya dibutuhkan metode khusus untuk menanam kedelai di lahan yang seadanya.

Beberapa teknik penanaman kedelai nanti akan saya bahas di artikel selanjutnya. Sabar ya.

 

Ayam Kampung Super

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

“Ayam persilangan antara ayam kampung dengan ayam ras. Solusi alternatif mengakali krisis pasokan ayam kampung, juga alternatif pengganti daging sapi”

Selama ini kita cuma mengenal ada 2 jenis ayam konsumsi yang di jual di pasaran, yakni ayam kampung, dan satu lagi adalah ayam ras. Namun belakangan ini mulai dikenal juga Ayam Kampung Super, Ayam Jawa Super, Ayam Sunda Hebat, sebutannya berbeda untuk daerah tertentu. Tapi oleh para pengamat agribisnis ayam jenis ini masuk kategori ayam kampung, namun dengan berbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh ayam kampung biasa, karena memang merupakan hasil persilangan.

Ayam jenis ini merupakan hasil silang antara ayam kampung dengan ayam layer petelur ras. Ayam kampung yang di pakai sebagai pejantan tentu berbeda-beda, tergantung ayam kampung yang ada di daerah masing-masing. Bahkan kadang juga bisa dari ayam bangkok. Kreatif bukan?

Munculnya ayam jenis ini besar kemungkinan dilatar belakangi oleh kurangnya pasokan ayam kampung untuk memenuhi permintaan rumah makan-rumah makan yang menyuguhkan menu ayam kampung. Peluang ini kemudian lahir di tengah-tengahnya. Dan semakin hari usaha ini semakin berkembang pesat dengan jumlah persaingan yang belum ketat. Hal ini mengingat belum banyak breeding-breeding besar yang melirik sektor ini.

Prospek usaha ini memang taidak pernah ada matinya, karenanya sektor ini akan terus berkembang. Namun, yang namanya usaha pastinya dibutuhkan kerjasama antara penjual dan peternak. Misalnya, mereka harus mengantisipasi lonjakan permintaan pada momen-momen tertentu seperti Natal dan Idul Fitri.

Kelebihan

Ayam kampung jenis ini memiliki tekstur daging mirip dengan ayam kampung biasa. Hanya saja bulu ayam jenis ini lebih tebal dari ayam kampung biasa. Masa panen leih cepat, antara 55-60 hari, dan bisa menghasilkan telur hingga 180 butir per-induk pertahunnya. Selain cara pemeliharaannya lebih mudah, angka kematiannya juga kecil, jauh lebih kecil dibanding ayam jenis lainnya. Kondisi fisiknya lebih kuat, sehingga bisa di ternakkan di dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain itu kotorannya juga tidak terlalu menyengat hidung :).

Pemasaran

Sudah bukan rahasia jika permintaan pasokan daging ayam pada hari-hari tertentu seperti Idul Fitri dipastikan meningkat. Namun pada hari-hari biasa, permintaan ayam kampung super ini cukup berpotenti pada pasar restoran juga supermarket. Mereka biasanya memesan ayam-ayamkampung super dengan kriteria berat antara 7-9 ons per ekor. Diluar itu permintaan pasar tradisional juga tidak kalah tinggi. Bahkan di beberapa supermarket memasang label kualitas A untuk ayam kampung super, dan kualitas B untuk ayam kampung biasa.

Sekarang ini (2013) harga DOC ayam kampung super berada di kisaran Rp.4.200-5.000/ekor. Sedangkan untuk yang sudah siap konsumsi berkisar Rp.20.000-22.000/ekor pada hari-hari biasa, sedangkan pada momen tertentu harganya bisa mencapai Rp.28.000/ekor. Harga terseut adalah harga jual pada kondisi hidup.

Meski pemasaran ayam kampung super sudah meluas hingga ke Sumatera, Kalimantan, dan Papua, konsumsi terbanyak tetap dari Jakarta dan Bandung. Pengiriman biasanya menggunakan kardus yang sudah diberi lubang udara.

Kunci sukses usaha ayam kampung super ini lebih terletak pada usaha penetasan DOC. Jika pasokan DOC terhenti, maka seluruh rantai pasokan juga terhenti. Sayangnya hingga sekarang belum banyak pembibit yang secara kntinyu menyediakan bibit ayam kampung super. Sehingga ada baiknya pelaku pembesaran mencari pemasok DOC yang terpercaya dan sudah bertahan cukup lama agar pasokannya juga bisa stabil.

Bagi pemula ada baiknya memulai dari usaha pembesaran ayam kampung super, karena pada usaha pembibitan memerlikan ketelitian dan kesabaran, serta pastinya membutuhkan mesin tetas telur yang harganya masih sangat tinggi.

Kemitraan

Mengingat banyaknya praktek penyimpangan yang hanya menguntungkan salah satu pihak, sebaiknya perusahaan besar berbadan hukum bermitra dengan peternak yang bergabung dalam koperasi. Sehingga badan hukum berhubungan dengan badan hukum.

Jika perusahaan besar berurusan dengan peternak secara individual, seperti pola inti plasma, sebenarnya ini adalah salah satu bentuk perbudakan modern. Kalau memang mau bermitra dalam pola inti plasma biasanya akan dipekerjakan sebagai buruh, dengan konsekuensi UMR, tunjangan hari tua, dll. Pola inti plasma merupakan akal licik para pengusaha bermodal besar untuk memeras keringat peternak.

Kalaupun peternak tidak bermitra dengan siapapun, para peternak bisa membentuk kelompok tani/ternak dan membentuk badan hukum. Jadi, jika ada permintaan besar dan menuntut legalitas bisa langsung disanggupi.

Namun ada juga pengusaha yang menjalin kemitraan dengan peternak  kecil dengan sistem yang bereda. Dalam sistem usaha tersebut pelaku usaha besar menyediakan bibit dan pakan kepada para peternak kecil. Nanti para peternak kecil ini yang melakukan perawatan, karena memiliki tempat. Selanjutnya hasil dari peternak tersebut dibeli lagi oleh si pelaku usaha besar.

Gimana kawan, tertarik?

Ulasan singkat mengenai cara pembibitan serta pembesaran ayam kampung super ini nanti akan menyusul dalam artikel selanjutnya 🙂

Budidaya Sidat

Maret 26, 2011 11 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Tidak banyak orang yang tahu apa itu sidat. Namanya memang berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang menyebutnya ikan moa (Betawi), ikan lubang (Sunda), ikan pelus (Lampung), dan lainnya. Meski bukan komoditas baru di bidang perikanan, namun karena tidak banyak di budidayakan, maka popularitasnya kalah dengan ikan konsumsi lainnya. Padahal di negara lain seperti Jepang dan Korea ikan sidat ini menjadi lauk favorit di restoran dimana mereka menyabutnya sebagai unagi.

Jenis Sidat

Di dunia ada 18 jenis sidat dan 7 diantaranya ada di Indonesia. Namun diantara 7 jenis itu hanya 2 jenis yang paling populer dan memiliki potensi besar untuk di budidayakan. Bicolor adalah salah satu jenis sidat yang sumber bibitnya berasal dari Jawa (Sukabumi, Cilacap, Jember) dan bibit terbaik banyak ditemukan di sekitar Pelabuhan Ratu, sukabumi, Jawa Barat. Sidat yang memiliki warna hitam kecoklatan polos ini juga sering disebut dengan sidat anjing yang sangat diminati orang Jepang.

Sementara itu jenis sidat lain yang populer adalah dari jenis marmorata. Sidat jenis ini berwarna hitam kecoklatan dengan corak seperti batik, sering juga disebut dengan sidat kembang. Sumber bibit umumnya diluar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan. Namun bibit terbaik banyak ditemukan di Poso. Menariknya harga jual Marmorata 2-3 kali lebih mahal dari jenis bicolor dan lebih disukai orang Indonesia, Korea dan Taiwan.

Sekilas sidat nampak mirip dengan belut, namun tubuh sidat lebih memanjang dan memiliki kapala berbentuk segi tiga serta memiliki empat sirip dibagian dada yang sering disebut telinga, dubur, punggung dan ekor. Memiliki sisik yang sangat halus dan tubuhnya ditutupi lendir.

Sidat memiliki siklus hidup di laut akan memijah dan akan berpindah ke muara dan hidup di sungai sejak menetas hingga dewasa. Saat migrasi inilah bibit sidat di tangkap di genangan air payau hingga sungai untuk kemudian dibesarkan di kolam pembesaran dan diberi pakan secara intensif hingga umur dewasa dan siap dijual ke pihak eksportir.

Mungkin karena keterbatasan, pemijahan sidat masih terjadi secara alami yang membuat pembudidaya pembesaran sidat tidaklah banyak. Padahal ketersediaan bibit sidat di Indonesia sangatlah melimpah. Dalam sekali memijah sidat bisa mengeluarkan hingga jutaan telur. Puncak berpijah sidat jenis Bicolor terjadi bulan Mei dan Desember, sedangkan Marmorata di bulan Oktober.

Harga

Masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengetahui bahwa harga bibit hingga sidat dewasa sangatlah mahal. Harga sekilo sidat Marmorata di Jakarta bisa mencapai Rp.900 ribu (isi 6000 ekor), dan Elver Rp.550 ribu (isi 100 ekor).

Meski tergolong mahal, harga sepertinya tidak ada artinya bagi warga ekspatriat yang tinggal di Indonesia, apalagi orang-orang Jepang dan Korea. Bahkan di Jepang, sidat menjadi menu favorit yang disajikan dengan berbagai olahan seperti Kaboyaki, Pilet, Sidat Asap, hingga nuget. Sidat memiliki kandungan vitamin A 45 kali lebih tinggi dari susu sapi. Begitu juga dengan DHA sidat mencapai 1373 mg/100 gram, sementara ikan salmon saja hanya 748 mg/100 gram, serta dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria dewasa. Di Indonesia sidat juga bisa ditemukan di supermarket kelas menengah atas dengan harga Rp.86 ribu (sekitar 25-40 gram). Selain itu banyak juga restoran Jepang dan Korea yang banyak menyajikan sidat.

Permintaan Banyak

Permintaan sidat di pasar lokal cukup banyak. Begitu juga dengan permintaan ekspor sidat dari Jepang meningkat menjadi 2000 ton di tahun 2011. Hal ini dikarenakan Jepang telah menutup akses impor sidat dari Taiwan dan China yang tercemar bakteri patogen. Dengan demikian tentu permintaan sidat ke Indonesia akan meningkat tajam. Dari kebutuhan sidat di Jepang 60 ribunya masih belum terpenuhi, padahal di Jepang juga punya jenis sidat Japonica sp.

Kabar baiknya lagi, petani sidat juga masih sedikit, padahal persediaan bibit tidak terbatas di sepesisir laut Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, pemerintah juga telah melarang ekspor bibit sidat keluar negeri yang tertuang dalam PerMen 18/2009.

Namun sayang, saat ini banyak pondok-pondok yang didirikan warga Jepang dan Korea di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat yang berfungsi ganda sebagai tempat penampungan bibit dari masyarakat sekitar untuk dibesarkan di kolam pembesaran milik asing dan dibuat berbagai macam produk olahan sidat yang kemudian di ekspor ke negaranya masing-masing.

Kiat Pembesaran

Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa pemijahan terjadi secara alamiah di laut, dan bibit masih tergantung pada hasil tangkapan masyarakat di daerah pesisir pantai, muara, sungai hingga genangan air payau. Dalam memilih bibit sidat yang lincah dan segar harus diketahui proses penangkapan bibit tersebut. Penangkapan dilakukan pada malam hari dengan mengejutkan bibit sidat menggunakan kayu beraliran setrum kecil dari aki sebagai sumber listriknya. Sengatan listrik ini tidak mengenai bibit dan untuk menggiring bibit masuk kedalam jaring saja. Jika bibit terkena sengatan listrik, pertumbuhannya tidak akan bagus.

Budidaya Jambu Biji Mutiara

Maret 10, 2011 16 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Hadirnya jambu biji mutiara asal Thailand yang baru dikembangkan sejak tahun 2009 lalu rupanya diterima baik oleh masyarakat. betapa tidak, jambu biji berdaging putih ini rasanya sangat manis, banyak air dan berbiji sedikit. Pantas saja pakar buah dan perkebunan yakin varietas jambu biji ini akan meroket dan menjadi primadona dalam beberapa tahun kedepan. Ukurannya lebih besar 0,3-0,7/butir dan memiliki 3-4 biji dalam daging buahnya.

Bibit jambu biji mutiara didatangkan langsung dari Thailand oleh Narin Watana Anurak, penangkar dan pembibit buah asal Thailand yang lama menetap di Karawang. Awalnya hanya mencoba-coba, namun ternyata jambu biji mutiara itu tumbuh subur di Karawang. Setelah itu baru kemudian Ia mengenalkan pada petani setempat pada tahun 2009.

Lebih Unggul

Jika dibandingkan dengan jambu biji kristal asal Taiwan yang diminati di supermarket dan toko buah, tentu jambu biji mutiara ini memiliki peluang yang lebih bagus. Alasannya biji jambu mutiara ini lebih sedikit, bahkan bisa dibilang tidak ada bijinya, sedangkan jambu biji kristal memiliki 3% biji dalam buahnya. Rasa jambu biji mutiara juga lebih manis.

Bagi petani, jambu biji mutiarapun lebih diminati, karena perawatan yang mudah dan tanaman ini cukup rajin berbuah. Menariknya lagi, jambu ini juga bisa dijadikan tanaman buah dalam pot (tambulampot) dan sudah bisa dipanen mulai 7 bulan sejak ditanam. Namun setiap pemilik kebun memiliki teknik yang berbeda, sehingga waktu panennya juga berbeda-beda.

Jambu biji mutiara memiliki warna kulit yang hijau muda mengkilap karena dilapisi lapisan lilin sehingga tidak disukai serangga, dagingnya berwarna putih dan buahnya berbentuk bulat seperti apel dan rasanya lebih renyah dan banyak air. Jambu jenis ini juga bisa tahan hingga 5 hari setelah dipetik pada suhu ruang dan bisa 2-3 minggu jika disimpan di pendingin.

Yang unik adalah bahwa buah ini memiliki bentuk yang berbeda tergantung buah itu tumbuh. Jika buah tumbuh pada cabang muda maka bentuk bulatan buahnya menjadi tidak rata (bergelombang). Sedangkan juka buah tumbuh pada cabang tua, maka bulatan buahnya lebih mulus dan tidak bergelombang. Agar lebih mempercantik penampilan buah, sebaiknya buah jambu dibungkus dengan plastik sejak ukuran buah sebesar telur puyuh. Tujuannya adalah supaya kulit lebih berwarna hijau muda cerah dan mulus.

Prospek

Karena terbilang masih varietas baru, belum banyak petani yang menanam jambu jenis ini secara besar-besaran. Sampai saat ini masih bisa dikatakan jumlah pembudidaya jambu mutiara ini masih sangat terbatas, sedangkan permintaan pasar sudah cukup besar.

Teknik  Budidaya

Buah dengan kandungan vitamin C cukup banyak ini bisa ditanam baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, namun tidak tahan dengan serapan air asin, sehingga tidak cocok ditanam dekat laut. Paling tidak tanaman ini ditanam pada ketinggian antara 500-1200 mdpl. Namun jika ditanam di dataran tinggi yang cukup dingin bisa menghambat pertumbuhan buah. Adapun suhu idealnya sekitar 23 -28 derajat dengan tingkat curah hujan 1000-2000 mm/tahun.

Jambu biji mutiara idealnya ditanam dengan jarak tanam 2-3 meter antar tanaman. Maka jika dari lahan 1 hektar bisa ditanam antara 800-1100 pohon. Sebagian besar pembudidaya jambu biji mutiara menanam bibit dari hasil cangkok maupun okulasi. Bibit hasil cangkok biasanya berbuah lebih cepat namun tanaman akan lebih cepat mati dan kurang kokoh karena berakar serabut sehingga perlu disanggah menggunakan kayu. Berbeda dengan bibit hasil okulasi, meski membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah, namun umur tanaman bisa lebih panjang dan lebih kokoh karena berakar tunggang. Satu batang bibit ukuran 40 cm dijual dengan harga Rp.35 ribu/batang.

Sebelum ditanam, lahan diberi pupuk kandang sebanyak 2 ton/hektar. Lalu bibit ditanam dengan jaran 3×3 meter dan selama pemeliharaan tanaman cukup disiram seminggu sekali. Agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi pemupukan dengan pupuk kandang 2 bulan sekali sebanyak 4 ton/hektar dan pada bulan ke-4 bisa diberikan KCL atau Goldstar maupun probiotik untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Pohon jambu biji mutiara ini bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 6 meter, untuk itu setiap 23- bulan lakukan pemangkasan tajuk atas sehingga pohon tumbuh kesamping.

Dalam waktu 7 bulan setelah ditanama, jambu biji mutiara sudah bisa dipanen dengan ukuran jambu 300-800 gram dan ukuran yang paling diminati adalah 500 gram/buah. Di tahun pertama satu pohon bisa berbuah hingga 50 kg/tahun, dan meningkat di tahun kedua hingga 100 kg/pohon/tahun.

Pemasaran

1 kg jambu biji mutiara di jual dengan harga Rp.12 ribu ditingkat petani, dan Rp.15 ribu di toko/swalayan. Permintaan jambu biji mutiara ini sangat tinggi. Dari 1 toko buah saja bisa meminta rata-rata 50 kg buah/hari. Sementara ini pemasaran memang masih terbatas di seputaran pulau jawa saja, yang artinya masih banyak peluang untuk daerah lain.

Kendala

Jambu biji selama ini belum ada yang bersertifikat, karena pemerintah sendiri yang menyulitkan proses sertifikasi. Padahal banyak pelaku usaha pembibitan yang masih skala kecil. Berbeda dengan pemerintah Thailand yang banyak memberi kemudahan pada proses administrasi agribisnis.

Adapun hama yang biasa menyerang antara lain belalang, ulat daun bulu, dan semut. Untuk mengatasinya bisa diberikan insektisida berupa Curacron sebanyak 1 tutup botol (10 ml) yang di encerkan dalam 4 liter air. Untuk belalang biasanya akan kabur ketika proses penyemprotan. Sedangkan penyakit yang menyerang biasanya terjadi pada musim hujan berupa jamur yang menyebabkan karat batang. Ini bisa diatasi dengan penggunaan fungsida berupa Antracol atau Decis. Dalam perkebunan sebaiknya penyemprotan dilakukan sebulan sekali atau ketika terserang disemprot seminggu sekali secara bergantian.

Lebih Untung Menjadi Pembibit

Jika dibandingkan dengan pembudidaya, usaha pembibitan akan lebih menguntungkan, sebaba lebih mudah, lebih cepat laku, dan tidak perlu lahan yang luas karena bisa menggunakan polybag. Harganya juga lebih mahal perbatang ketimbang buah jambunya. Bahkan meski lokasi kebun pembibit berada di pelosok, akan tetap dicari orang yang membutuhkan bibit. Apalagi permintaan sangat tinggi namun pelaku pembibitan belum banyak. Maka jia pembudidaya buah bertambah, maka akan diperlukan bibit dalam jumlah besar.

Menjadi pembibit jambu biji mutiara bisa mendatangkan omset hingga Rp.100 juta dari perkiraan lahan seluas 1,3 hektar dengan tingkat keuntungan 90% atau Rp.90 juta. Sedangkan bagi pembudidaya buah yang menanam sebanyak 840 pohon diatas lahan 1 hektar omset perbulannya sekitar Rp.42 juta dengan keuntungan sekitar 17%.

Teknik Budidaya Cabe di Green House

Februari 20, 2011 1 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Syarat Iklim

Cabe bisa ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, sehingga tidak heran para petani cabe menyebar di beberapa daerah seperti Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Cianjur, sepanjang Pantura, Sleman, Magelang, Bantul, Malang, Probolinggo, Padang dan Palembang.

Persiapan Lahan

Pertama-tama lahan kebun yang akan digunakan digemburkan dan dibuat gundukan (bedengan) dengan jarak antar bedengan sekitar 60 cm. Adapun panjang bedengan mulai dari 10-20 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 30-40 cm. Agar kaya akan nutrisi, bedengan ditaburi pupuk kandang 200 kg/hektar. Diantara bedengan dibuat saluran pembuangan air berlebih sehingga tidak mengendap di bedengan yang dapat menyebabkan akar membusuk. Kemudian dibuat green house yang terbuat dari bambu dengan atap plastik ultraviolet (UV). Dengan cara ini , tanaman dijamin cukup terlindungi dibandingkan dengan cara konvensional tanpa green house. Penggunaan plastik UV berpengaruh terhadap proses fotosintesis yang lebih efektif pada daun, melindungi tanaman dari hujan dan menjaga kestabilan suhu udara di bawahnya.

Kemudian plastik mulsa diselimutkan diatas bedengan, lalu dilubangi dengan jarak 10 cm antar tanaman dalam satu baris dan 20 cm antar baris. Jadi dalam 1 bedengan bisa dibuat 3 baris memanjang. Untuk melubangi plastik mulsa bisa menggunakan kaleng bekas diameter 10 cm yang telah di panaskan sehingga plastik gampang berlubang.

Penyemaian

Sebelum cabe ditaman dalam bedengan, benih cabe di semai dalam tray (wadah berbahan plastik untuk persemaian). 1 tray bisa menampung sekitar 100 benih cabe. Agar hasilnya bagus, sebelumnya benih di rendam dalam larutan enzim SolBi 3 tetes yang diencerkan dengan air sebanyak 200 ml mulai dari pukul 8 malam hingga pukul 7 pagi.

Benih-benih yang tenggelam dipilih untuk di tanam dalam tray yang telah di isi media tanam berupa tanah dan pupuk kandang yang halus. Selama penyemaian benih di semprot air sekali sehari dengan spray kecil. Dengan cara ini, bibit kecil dari tray bisa lebih cepat dipindahkan ke bedengan setelah tanaman tumbuh 5 daun dan tinggi 7-8 cm atau selama 15 hari setelah benih ditanam.

Penanaman dan Pemeliharaan

Sebelum di tanam, bedengan dibasahi dengan air. Bibit sebaiknya tidak dicabut, melainkan cukup dengan merenggangkan tray sehingga perakaran tidak rusak ketika ditanam dalam lubang tanam. Selanjutnya, bibit yang telah ditanam disiram 2 kali seminggu, agar kelembaban di bawah mulsa plastik tetap terjaga dan tidak terjadi kebusukan. Sedangkan untuk penyiangan gulma dilakukan 2 kali semasa tanam.

Sementara pupuk sintetis NPK Mutiara (warna biru) atau NPK Cantik (warna putih) diberikan 2 kali sebulan. Pada pemupukan sintetis pertaman ditambahkan enzim SolBi dengan dosis 1 kg pupuk NPK dengan 1 botol (30 ml) SolBi yang dilarutkan dalam 200 ltr air.

SolBi merupakan enzim yang berfungsi menyeimbangkan kandungan unsur hara tanah, sehingga meski ditanam dalam jarak yang sangat rapat, akan tetap terpenuhi nutrisinya. Ukuran cabe yang dihasilkan pun tetap besar dan panjang. Selain itu penambahan enzim yang dilakukan tiap sebulan sekali ini juga dapat memperpanjang masa tanam hingga mencapai 11 bulan dari normalnya 7 bulan.

Yang perlu diperhatikan adalah kelembaban kebun agar terhindar dari penyakit yang biasa menyerang cabe seperti layu fusarium dan patek/antraknosa yang kerap muncul ketika kelembaban tinggi. Sedangkan untuk hama yang sering muncul adalah trips, yakni serangga yang cepat berkembang biak yang dapat diatasi dengan menyemprotkan insektisida merek apa saja.

Panen

Kriteria cabe yang siap panen, yakni dengan tingkat kemerahan sekitar 90% (sebagian besar merah). Panen perdana bisa dilakukan 2 bulan setelah tanam. Cara menanam cabe di green house ini dinilai lebih cepat dibandingkan dengan metode biasa yang baru bisa di panen setelah empat bulan. Buah cabe di petik bersama tangkainya agar ketahanannya lebih lama dalam pendistribusian. Setelah di panen, cabe tidak perlu di cuci karena dengan cari ini tampilan buah sangat bersih. Cabai dimasukkan dalam kardus atau plastik karung.

Dengan cara penanaman seperti di atas, cabe bisa tahan lama dalam keadaan baik sampai 2 minggu pada suhu ruangan. Sedangkan apabila dimasukkan dalam freezer bisa tahan sampai 45 hari.

Usaha Produk Kecantikan Rumahan

Februari 12, 2011 10 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Siapa yang tidak ingin tampil cantik? Setiap wanita pasti menginginkan kecantikan sempurna, dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki. Karena itu tidak heran jika banyak salon dan spa dibanjiri kaum hawa. Begitupun produk kecantikan untuk perawatan tubuh seperti sabun mandi dan shampo, merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat, hingga kalangan salon, spa, dan hotel. Wajar saja jika bisnis kecantikan merupakan peluang yang cukup bagus untuk digeluti.

Kosmetik atau produk kecantikan dikelompokkan dalam beberapa kategori. Kategori paling umum ada kategori skin care (perawatan kulit), kategori make-up (atau biasa disebut juga dekoratif), dan kategori untuk kebutuhan spa. Jenis produk kecantikan yang sedang diminati dan yang terlaris adalah :

1.       Produk perawatan di rumah (homecare)

2.       Produk pemutih anti-flek hitam

3.       Produk pembentukan badan, Liposuction, Mesotheraphy, pelangsingan (susu Eurodiet atau diet ala Eropa)

4.       Penumbuhan rambut seperti implan rambut biofibre dan transplan rambut folligraft

5.       Pembersihan anti-jerawat, purigel, purifying cream.

Saat ini juga sedang menjamur salon dan spa yang dipimpin oleh tenaga pengawas medis (dokter ahli atau dokter spesialis) yang memerlukan pengembangan di bidang produk berdasarkan keinginan pasar. Oleh karena itu ada kosmetik yang diracik sendiri oleh dokter dan dipasarkan di kliniknya. Produk kosmetik racikan dokter ini sudah berdasarkan riset yang diwajibkan kepada seorang tenaga medis seperti dokter yang memegang surat ijin praktek. Hal ini yang belum dimiliki oleh unit usaha lain, sehingga saat ini cenderung konsep usaha kecantikan diarahkan menjadi medical spa (spa dengan pengawas medis kedokteran estetis dengan kewajiban training di Pusat Perkumpulan Dokter Estetika Perkesi atau Mesoterapi Indonesia).

Produk kecantikan lokal dan makin marak serta semakin murah. Peluangnya juga cukup besar, karena 80% segmen masyarakat menginginkan harga terjangkau. Karena itu produk kecantikan murah bisa menjadi pilihan ditengah kondisi ekonomi saat ini. Harga jual produk kecantikan rumahan bisa 25-50% lebih murah dibandingkan branded seperti merek Loreal, SK-II, hingga Shiseido asal Jepang. Produk lain seperti creammalam harganya hanya Rp.40 ribu, sedangkan cream malam produk impor seperti Nivea atau Ponds sekitar Rp.80 ribu.  Begitupun cream pemutih buatan luar merek JRG Rp.200 ribu per 100 ml, sedangkan produk lokal lebih murah harganya, ada yang hanya Rp.35 ribu per 100 ml.

Saat ini kesadaran masyarakat untuk back to nature turut berkembangnya produk kecantikan yang menggunakan bahan-bahan alami seperti misalnya minyak serai, zaitun, minyak bulus, susu, madu, asem kawak, ekstrak bengkuang, pepaya muda dan lain-lain. Yang paling diminati sekarang adalah produk kecantikan dengan bahan yang mengandung herbal kerena ada berdasarkan penelitian lebih sedikit kandungan zat kimianya. Bahan alami yang sedang naik daun di tahun 2011 akan mengarah ke produk pemutih kulit seperti asam kojat (produk dari asam sitrat). Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan dari daun dan buah tumbuhan citrus (jeruk-jerukan) dikombinasikan licorice (akar manis) yang mengandung zat pengganti hormon kulit (disebut dehidroepiandroseron atau DHEa phyto) yang bisa digunakan pada wanita berkulit kering akibat menopouse atau penuaan.

Menyiasati Modal

Untuk membuat produk kecantikan terutama yang mengandung bahan alami, dibutuhkan modal usaha yang cukup besar. Selain untuk membeli peralatan juga diperlukan biaya untuk mengurus izin edar produk dari BPOM (disebut notifikasi). Selain itu juga harus merekrut ahli kimia dari para sarjana kimia.

Bagi pemula bisa melakukan socon atau makloon ke pihak lain. Sebaiknya pihak tersebut sudah memiliki sertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik) dari BPOM. Sebagai gambaran biaya makloon produk dengan merek pemesan ada yang dikenakan biaya administrasi Rp.500 ribu-1 juta, dan biaya development produk per varian dan pewarna Rp.100 ribu. Biaya tersebut belum termasuk jasa sebesar Rp.500 ribu-1 juta. Dan packaging (botol kemasan dan label) disediakan oleh pemesan.

Biasanya banyak produk kecantikan yang mahal itu di packaging. Sehingga untuk kemasan misalnya botol, cari yang free mould (cetakannya tidak pesan khusus tapi sudah ada di pasaran) untuk menghindari biaya mahal, karena membuat mould botolnya sendiri bisa sekitar Rp.20 juta. Sebagai gambaran, rata-rata botol hand body lotion isi 100 ml dari cetakan free mould harganya Rp.500-600/botol. Biasanya minimal pesan 1000 botol, sehingga investasi botol hanya Rp.600 ribu di awal usaha. Botol juga perlu label, harus diperhatikan untuk label yang penting informatif dan jelas.

Sebaiknya dalam memulai usaha ini mencari mitra makloon, karena ijn usaha dan notifikasi (nomor ijin edar) akan di urus oleh pihak makloon. Artinya tidak perlu ahli kimia untuk produksi saat akan memulai usaha di bidang produk kecantikan rumahan ini. Hanya saja pemesan harus punya ijin usaha dulu.

Bahan Alami

Bila Anda terjun menggunakan bahan alami, maka Anda langsung bisa membuat produk secara langsung tanpa perlu  menggunakan jasa makloon. Ini karena produk berbahan alami bisa dibuat menggunakan peralatan sederhana. Hanya memerlukan alat seperti mixer, blender, dan mesin filling untuk memasukkan bahan kedalam kemasan berupa botol, pot (cepuk) atau pouch (kemasan isi ulang). Resepnya juga lebih simpel dibandingkan membuat produk kosmetik dengan bahan kimia. Seperti pembuatan lulur yang sangat mudah, yang perlu diperhatikan terutama pada takaran percampuran rempah-rempah. Karena bila takaran rempah tidak sesuai, maka akan berdampak pada pemakainya, seperti iritasi.

Pembuatan produk kecantikan berbahan alami ada yang murni mengandung bahan alami, ada juga yang menggunakan tambahan bahan kimia. Seperti shampo lidah buaya, selain mengandung bahan juice lidah buaya juga mengandung beberapa bahan kimia seperti ultra SLES, PVD Salt, Lexaine C, Lexgard P, serta tambahan bibit minyak wangi dan parfum.

Pemasaran

Ditengah membanjirnya produk impor seiring dengan dibukanya jalur perdagangan bebas China-ASEAN, produk kecantikan lokal tetap bisa bersaing secara kompetitif. Asalkan produk yang dibuat disesuaikan dengan permintaan pasar sesuai segmen masing-masing.

Segmen menengah keatas memang banyak dikuasai oleh produk lokal dari perusahaan besar dan impor branded. Karena itu pelaku usaha harus menonjolkan produk dengan bahan herbal asli Idonesia yang saat ini sangat berpeluang untuk dikembangkan, khususnya produk kecantikan untuk kebutuhan spa. Persaingan bisnis ini terutama untuk perawatan kecantikan dengan bahan alami belum terlalu ketat, hanya terdapat beberapa kompetitor besar saja.

Adapun pemasaran yang paling ampuh untuk produk kosmetik rumahan, terutama untuk produk yang menyasar segmen menengah atas untuk kebutuhan spa melalui pameran, terutama dikota-kota besar. Kebanyakan warga kota besar memiliki tingkat stres dan kesibukan yang tinggi, serta pengaruh dari kepadatan jumlah penduduk serta kemacetan lalu-lintas. Selain itu harus rajin mendatangi sejumlah spa, salon dan hotel untuk menawarkan produk, mempresentasikan produk dan memberikan sampelnya. Sistem keagenan juga efektif bisa digunakan mengembangkan pasar di daerah. Namun dianjurkan untuk pemula tidak langsung menitipkan produknya ke pasar modern, karena perputarannya lama yang disebabkan adanya kontra bon dan listing fee.

Sedangkan untuk promosi mengenalkan produk bisa dilakukan antara lain melalui kegiatan-kegiatan seperti demo kecantikan, facial, dan beauty class untuk memperkenalkan produk serta melalui majalah, radio dan bentuk-bentuk kerjasama dengan pihak lainnya.

Paling Potensial

Untuk usaha kosmetik rumahan ini, baik kelas menengah atas maupun menengah bawah sama-sama berpeluang. Produk kecantikan yang saat ini paling banyak diminati yaitu perawatan di rumah (home care). Produk ini banyak diminati oleh pelaku usaha. Rata-rata mereka membidik segmen mengah kebawah dengan menawarkan harga murah, namun tetap aman digunakan, karena berbahan alami. Sedangkan produk yang paling potensial untuk dikembangkan adalah produk kebutuhan spa yang menyasar segmen menengah keatas dengan menawarkan kelebihan bahan-bahan alami.

Produk Berbahan Alami Akan Menguasai Pasar

Prospek usaha kecantikan kedepannya akan sangat menjanjikan. Hal ini karena cantik dan sehat adalah bagian dari kebutuhan alami perempuan, tanpa batas usia maupun sosial ekonomi. Perempuan selalu ingin tampil cantik sehingga produk kecantikan akan selalu dibutuhkan oleh perempuan sepanjang masa.

Bisnis kecantikan seperti spa dan klinik kecantikan kini bukan hanya menjadi image sebuah kota besar saja, permpuan-perempuan di daerah pun kini semakin jeli dan berwawasan luas. Sehingga mereka mulai memahami nilai kecantikan jiwa dan raga itu sendiri. Ini menjadi sebuah gaya hidup perempuan masa kini dan masa yang akan datang.

Produk-produk alami akan tetap menjadi tren, karena para perempuan modern masa kini semakin memahami manfaat produk-produk kecantikan dan perawatan tubuh berbahan alami bagi diri mereka. Produk lokal juga tidak kalah dengan produk impor. Bahkan tidak sedikit produk lokal kita yang justru booming di luar negeri. Tetapi terkadang memang kembali ke tren juga, karena kebanyakan wanita Indonesia itu merasa bangga ketika menggunakan produk impor, padahal tren di luar negeri justru bangga menggunakan produk alami asli Indonesia.

Produk impor juga tidak sedikit yang inovatif, seperti tren serum-serum kecntikan berteknologi nano. Hanya saja semakin inovatif dan rumit proses pembuatan suatu produk, maka harganya juga dibilang sangat fantastis. Kemasan kecilnya saja bisa mencapai Rp.2-4 juta/produk, sehingga pangsa pasarnya terbatas. Untuk segmen menengah keatas saat ini banyak dikuasai oleh produk branded atau merek terkenal dari negara-negara barat, sedangkan kelas menengah bawah dibanjiri oleh produk impor dari China, Korea dan Taiwan. oleh karena itu pelaku usaha yang ingin menyasar segmen menengah atas, justru di segmen inilah produk kecantikan herbal asli Indonesia bisa masuk, khususnya untuk kebutuhan spa.

Begitupun untuk bisa bersaing dengan produk impor China, Taiwan dan Korea, bagi pelaku usaha di kelas menengah bawah memiliki kelebihan yaitu kandungan bahannya yang cenderung alami dan natural, sehingga aman digunakan dalam jangka waktu panjang sekalipun. Untuk produk yang menyasar kelas menengah bawah sebaiknya membuat produk yang berbeda jenisnya dan menawarkan nilai lebih dibandingkan produk impor lainnya.

Menggali Resep Tradisional

Berbicara prospek bisnis kecantikan saat ini, pastinya sangat ketat baik untuk produk lokal maupun impor. Namun meski demikian, produk lokal skala rumahan masih memiliki peluang sangat besar. Hal ini dikarenakan hampir seluruh lapisan masyarakat sedang menggalakan go green, sehingga produk yang berbau alami dan resep tradisional akan terus berkembang pesat.

Apalagi sekarang ini salon-salon kecantikan lebih menonjolkan dan menawarkan perawatan menggunakan produk berbahan alami. Dengan catatan kualitas harus benar-benar teruji dan mengantongi surat ijin dari BPOM, dan kemasan dari produk yang ditawarkan harus menarik dan cantik, sesuai namanya yaitu produk kecantikan.

Pemasaran yang tepat bagi pemula adalah bekerja sama dengan salon kecantikan atau spa yang memang bagus. Karena untuk produk kecantikan skala rumahan ini tidak bisa memasarkan langsung ke konsumen, namun harus teruji terlebih dahulu di salon atau spa kecantikan. Setelah diterima dengan baik oleh salon dan spa kecantikan barulah bisa membuat merek sendiri dengan melenggang dengan menawarkan ke khalayak ramai.

Tren produk saat ini adalah produk yang inovatif. Misalnya mengembangkan resep tradisional seperti memproduksi shampo dari jerami. Karena jika pemain baru membuat produk yang sudah ada dipasaran maka pesaingnya akan ketat, oleh karena itu pelaku usaha juga harus membaca kebutuhan konsmen dan pandai melihat peluang yang kososng agar bisa bertahan dan bersaing.

Pada intinya semua segmen pasar di dunia kecantikan ini cukup berpeluang, yang terpenting produk tersebut memiliki kualitas dan memiliki ciri khas pastinya bisa bertahan ditengah persaingan yang ada. Selain itu bisa memberikan nilai lebih dibandingkan produk impor, misalnya penggunaan bahan-bahan alami yang masih jarang digunakan untuk produk impor.

Produk yang menyasar psar menengah atas rata-rata produk impor atau lokal yang sudah branded. Namun biasanya produk-produk ini masih jarang menggunakan bahan-bahan alami. Oleh karena itu produk kecantikan berbahan alami peluangnya cukup besar, karena banyak dibutuhkan, khususnya oleh spa yang konsumennya banyak berasal dari mengah ke atas.

Begitupun di segmen menengah bawah yang dikuasai produk impor non-branded dengan harga murah. Di segmen ini pelaku usaha bisa menawarkan produk kecantikan  dengan nilai lebih, seperti penggunaan bahan alami namun dengan harga jual murah, sehingga akan bisa bersaing dan menjadi pilihan bagi kalangan salon dan hotel.