Arsip

Archive for Maret, 2011

Budidaya Sidat

Maret 26, 2011 11 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Tidak banyak orang yang tahu apa itu sidat. Namanya memang berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang menyebutnya ikan moa (Betawi), ikan lubang (Sunda), ikan pelus (Lampung), dan lainnya. Meski bukan komoditas baru di bidang perikanan, namun karena tidak banyak di budidayakan, maka popularitasnya kalah dengan ikan konsumsi lainnya. Padahal di negara lain seperti Jepang dan Korea ikan sidat ini menjadi lauk favorit di restoran dimana mereka menyabutnya sebagai unagi.

Jenis Sidat

Di dunia ada 18 jenis sidat dan 7 diantaranya ada di Indonesia. Namun diantara 7 jenis itu hanya 2 jenis yang paling populer dan memiliki potensi besar untuk di budidayakan. Bicolor adalah salah satu jenis sidat yang sumber bibitnya berasal dari Jawa (Sukabumi, Cilacap, Jember) dan bibit terbaik banyak ditemukan di sekitar Pelabuhan Ratu, sukabumi, Jawa Barat. Sidat yang memiliki warna hitam kecoklatan polos ini juga sering disebut dengan sidat anjing yang sangat diminati orang Jepang.

Sementara itu jenis sidat lain yang populer adalah dari jenis marmorata. Sidat jenis ini berwarna hitam kecoklatan dengan corak seperti batik, sering juga disebut dengan sidat kembang. Sumber bibit umumnya diluar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan. Namun bibit terbaik banyak ditemukan di Poso. Menariknya harga jual Marmorata 2-3 kali lebih mahal dari jenis bicolor dan lebih disukai orang Indonesia, Korea dan Taiwan.

Sekilas sidat nampak mirip dengan belut, namun tubuh sidat lebih memanjang dan memiliki kapala berbentuk segi tiga serta memiliki empat sirip dibagian dada yang sering disebut telinga, dubur, punggung dan ekor. Memiliki sisik yang sangat halus dan tubuhnya ditutupi lendir.

Sidat memiliki siklus hidup di laut akan memijah dan akan berpindah ke muara dan hidup di sungai sejak menetas hingga dewasa. Saat migrasi inilah bibit sidat di tangkap di genangan air payau hingga sungai untuk kemudian dibesarkan di kolam pembesaran dan diberi pakan secara intensif hingga umur dewasa dan siap dijual ke pihak eksportir.

Mungkin karena keterbatasan, pemijahan sidat masih terjadi secara alami yang membuat pembudidaya pembesaran sidat tidaklah banyak. Padahal ketersediaan bibit sidat di Indonesia sangatlah melimpah. Dalam sekali memijah sidat bisa mengeluarkan hingga jutaan telur. Puncak berpijah sidat jenis Bicolor terjadi bulan Mei dan Desember, sedangkan Marmorata di bulan Oktober.

Harga

Masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengetahui bahwa harga bibit hingga sidat dewasa sangatlah mahal. Harga sekilo sidat Marmorata di Jakarta bisa mencapai Rp.900 ribu (isi 6000 ekor), dan Elver Rp.550 ribu (isi 100 ekor).

Meski tergolong mahal, harga sepertinya tidak ada artinya bagi warga ekspatriat yang tinggal di Indonesia, apalagi orang-orang Jepang dan Korea. Bahkan di Jepang, sidat menjadi menu favorit yang disajikan dengan berbagai olahan seperti Kaboyaki, Pilet, Sidat Asap, hingga nuget. Sidat memiliki kandungan vitamin A 45 kali lebih tinggi dari susu sapi. Begitu juga dengan DHA sidat mencapai 1373 mg/100 gram, sementara ikan salmon saja hanya 748 mg/100 gram, serta dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria dewasa. Di Indonesia sidat juga bisa ditemukan di supermarket kelas menengah atas dengan harga Rp.86 ribu (sekitar 25-40 gram). Selain itu banyak juga restoran Jepang dan Korea yang banyak menyajikan sidat.

Permintaan Banyak

Permintaan sidat di pasar lokal cukup banyak. Begitu juga dengan permintaan ekspor sidat dari Jepang meningkat menjadi 2000 ton di tahun 2011. Hal ini dikarenakan Jepang telah menutup akses impor sidat dari Taiwan dan China yang tercemar bakteri patogen. Dengan demikian tentu permintaan sidat ke Indonesia akan meningkat tajam. Dari kebutuhan sidat di Jepang 60 ribunya masih belum terpenuhi, padahal di Jepang juga punya jenis sidat Japonica sp.

Kabar baiknya lagi, petani sidat juga masih sedikit, padahal persediaan bibit tidak terbatas di sepesisir laut Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, pemerintah juga telah melarang ekspor bibit sidat keluar negeri yang tertuang dalam PerMen 18/2009.

Namun sayang, saat ini banyak pondok-pondok yang didirikan warga Jepang dan Korea di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat yang berfungsi ganda sebagai tempat penampungan bibit dari masyarakat sekitar untuk dibesarkan di kolam pembesaran milik asing dan dibuat berbagai macam produk olahan sidat yang kemudian di ekspor ke negaranya masing-masing.

Kiat Pembesaran

Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa pemijahan terjadi secara alamiah di laut, dan bibit masih tergantung pada hasil tangkapan masyarakat di daerah pesisir pantai, muara, sungai hingga genangan air payau. Dalam memilih bibit sidat yang lincah dan segar harus diketahui proses penangkapan bibit tersebut. Penangkapan dilakukan pada malam hari dengan mengejutkan bibit sidat menggunakan kayu beraliran setrum kecil dari aki sebagai sumber listriknya. Sengatan listrik ini tidak mengenai bibit dan untuk menggiring bibit masuk kedalam jaring saja. Jika bibit terkena sengatan listrik, pertumbuhannya tidak akan bagus.

Budidaya Jambu Biji Mutiara

Maret 10, 2011 16 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Hadirnya jambu biji mutiara asal Thailand yang baru dikembangkan sejak tahun 2009 lalu rupanya diterima baik oleh masyarakat. betapa tidak, jambu biji berdaging putih ini rasanya sangat manis, banyak air dan berbiji sedikit. Pantas saja pakar buah dan perkebunan yakin varietas jambu biji ini akan meroket dan menjadi primadona dalam beberapa tahun kedepan. Ukurannya lebih besar 0,3-0,7/butir dan memiliki 3-4 biji dalam daging buahnya.

Bibit jambu biji mutiara didatangkan langsung dari Thailand oleh Narin Watana Anurak, penangkar dan pembibit buah asal Thailand yang lama menetap di Karawang. Awalnya hanya mencoba-coba, namun ternyata jambu biji mutiara itu tumbuh subur di Karawang. Setelah itu baru kemudian Ia mengenalkan pada petani setempat pada tahun 2009.

Lebih Unggul

Jika dibandingkan dengan jambu biji kristal asal Taiwan yang diminati di supermarket dan toko buah, tentu jambu biji mutiara ini memiliki peluang yang lebih bagus. Alasannya biji jambu mutiara ini lebih sedikit, bahkan bisa dibilang tidak ada bijinya, sedangkan jambu biji kristal memiliki 3% biji dalam buahnya. Rasa jambu biji mutiara juga lebih manis.

Bagi petani, jambu biji mutiarapun lebih diminati, karena perawatan yang mudah dan tanaman ini cukup rajin berbuah. Menariknya lagi, jambu ini juga bisa dijadikan tanaman buah dalam pot (tambulampot) dan sudah bisa dipanen mulai 7 bulan sejak ditanam. Namun setiap pemilik kebun memiliki teknik yang berbeda, sehingga waktu panennya juga berbeda-beda.

Jambu biji mutiara memiliki warna kulit yang hijau muda mengkilap karena dilapisi lapisan lilin sehingga tidak disukai serangga, dagingnya berwarna putih dan buahnya berbentuk bulat seperti apel dan rasanya lebih renyah dan banyak air. Jambu jenis ini juga bisa tahan hingga 5 hari setelah dipetik pada suhu ruang dan bisa 2-3 minggu jika disimpan di pendingin.

Yang unik adalah bahwa buah ini memiliki bentuk yang berbeda tergantung buah itu tumbuh. Jika buah tumbuh pada cabang muda maka bentuk bulatan buahnya menjadi tidak rata (bergelombang). Sedangkan juka buah tumbuh pada cabang tua, maka bulatan buahnya lebih mulus dan tidak bergelombang. Agar lebih mempercantik penampilan buah, sebaiknya buah jambu dibungkus dengan plastik sejak ukuran buah sebesar telur puyuh. Tujuannya adalah supaya kulit lebih berwarna hijau muda cerah dan mulus.

Prospek

Karena terbilang masih varietas baru, belum banyak petani yang menanam jambu jenis ini secara besar-besaran. Sampai saat ini masih bisa dikatakan jumlah pembudidaya jambu mutiara ini masih sangat terbatas, sedangkan permintaan pasar sudah cukup besar.

Teknik  Budidaya

Buah dengan kandungan vitamin C cukup banyak ini bisa ditanam baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, namun tidak tahan dengan serapan air asin, sehingga tidak cocok ditanam dekat laut. Paling tidak tanaman ini ditanam pada ketinggian antara 500-1200 mdpl. Namun jika ditanam di dataran tinggi yang cukup dingin bisa menghambat pertumbuhan buah. Adapun suhu idealnya sekitar 23 -28 derajat dengan tingkat curah hujan 1000-2000 mm/tahun.

Jambu biji mutiara idealnya ditanam dengan jarak tanam 2-3 meter antar tanaman. Maka jika dari lahan 1 hektar bisa ditanam antara 800-1100 pohon. Sebagian besar pembudidaya jambu biji mutiara menanam bibit dari hasil cangkok maupun okulasi. Bibit hasil cangkok biasanya berbuah lebih cepat namun tanaman akan lebih cepat mati dan kurang kokoh karena berakar serabut sehingga perlu disanggah menggunakan kayu. Berbeda dengan bibit hasil okulasi, meski membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah, namun umur tanaman bisa lebih panjang dan lebih kokoh karena berakar tunggang. Satu batang bibit ukuran 40 cm dijual dengan harga Rp.35 ribu/batang.

Sebelum ditanam, lahan diberi pupuk kandang sebanyak 2 ton/hektar. Lalu bibit ditanam dengan jaran 3×3 meter dan selama pemeliharaan tanaman cukup disiram seminggu sekali. Agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi pemupukan dengan pupuk kandang 2 bulan sekali sebanyak 4 ton/hektar dan pada bulan ke-4 bisa diberikan KCL atau Goldstar maupun probiotik untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Pohon jambu biji mutiara ini bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 6 meter, untuk itu setiap 23- bulan lakukan pemangkasan tajuk atas sehingga pohon tumbuh kesamping.

Dalam waktu 7 bulan setelah ditanama, jambu biji mutiara sudah bisa dipanen dengan ukuran jambu 300-800 gram dan ukuran yang paling diminati adalah 500 gram/buah. Di tahun pertama satu pohon bisa berbuah hingga 50 kg/tahun, dan meningkat di tahun kedua hingga 100 kg/pohon/tahun.

Pemasaran

1 kg jambu biji mutiara di jual dengan harga Rp.12 ribu ditingkat petani, dan Rp.15 ribu di toko/swalayan. Permintaan jambu biji mutiara ini sangat tinggi. Dari 1 toko buah saja bisa meminta rata-rata 50 kg buah/hari. Sementara ini pemasaran memang masih terbatas di seputaran pulau jawa saja, yang artinya masih banyak peluang untuk daerah lain.

Kendala

Jambu biji selama ini belum ada yang bersertifikat, karena pemerintah sendiri yang menyulitkan proses sertifikasi. Padahal banyak pelaku usaha pembibitan yang masih skala kecil. Berbeda dengan pemerintah Thailand yang banyak memberi kemudahan pada proses administrasi agribisnis.

Adapun hama yang biasa menyerang antara lain belalang, ulat daun bulu, dan semut. Untuk mengatasinya bisa diberikan insektisida berupa Curacron sebanyak 1 tutup botol (10 ml) yang di encerkan dalam 4 liter air. Untuk belalang biasanya akan kabur ketika proses penyemprotan. Sedangkan penyakit yang menyerang biasanya terjadi pada musim hujan berupa jamur yang menyebabkan karat batang. Ini bisa diatasi dengan penggunaan fungsida berupa Antracol atau Decis. Dalam perkebunan sebaiknya penyemprotan dilakukan sebulan sekali atau ketika terserang disemprot seminggu sekali secara bergantian.

Lebih Untung Menjadi Pembibit

Jika dibandingkan dengan pembudidaya, usaha pembibitan akan lebih menguntungkan, sebaba lebih mudah, lebih cepat laku, dan tidak perlu lahan yang luas karena bisa menggunakan polybag. Harganya juga lebih mahal perbatang ketimbang buah jambunya. Bahkan meski lokasi kebun pembibit berada di pelosok, akan tetap dicari orang yang membutuhkan bibit. Apalagi permintaan sangat tinggi namun pelaku pembibitan belum banyak. Maka jia pembudidaya buah bertambah, maka akan diperlukan bibit dalam jumlah besar.

Menjadi pembibit jambu biji mutiara bisa mendatangkan omset hingga Rp.100 juta dari perkiraan lahan seluas 1,3 hektar dengan tingkat keuntungan 90% atau Rp.90 juta. Sedangkan bagi pembudidaya buah yang menanam sebanyak 840 pohon diatas lahan 1 hektar omset perbulannya sekitar Rp.42 juta dengan keuntungan sekitar 17%.

Usaha Konten HP

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Maraknya ragam konten HP saat ini menunjukkan prospek bisnis konten HP memiliki peluang yang cukup cerah. Betapa tidak, gaya hidup masyarakat yang ingin serba praktis dan efisien mendorong kebutuhan layanan melalui HP selain untuk SMS dan telpon saja. Berbagai jenis layanan atau konten HP begitu beragam dari jenis layanan nada sambung pribadi, informasi sederhana seperti cuaca, lalu-lintas, valuta asing, film bioskop, info zodiak hingga layanan yang cukup kompleks seperti layanan transaksi perbankan melalui SMS. Selain itu juga ada layanan mobile data content yang bersifat satu arah seperti poling dan kuis melalui SMS.

Saat ini pengguna HP mencapai 140 juta orang lebih. Jadi bila ada satu jenis konten yang memang menarik sekali maka nilai bisnisnya bisa sangat besar. Sebagai contoh adalah konten musik. Konten musik di Indonesia awalnya di dominasi kalangan label musik seperti Musica, Aquarius, Sony Music, dll. Namun kini bisnis musik di Indonesia sudah berkembang ke digital music dan show biz. Sedangkan jualan CD sudah tidak lagi diminati karena masyarakat sekarang mulai jarang membeli CD. Karena itu peluangnya sangat besar mengingat harga alat pemutar digital music seperti HP atau iPod yang harganya Rp.6 juta ke atas, sekarang sudah terjangkau harganya. Sekarang hanya dengan Rp.2 juta sudah bisa akses GPRS atau 3G untuk bisa download. Selain itu, kapasitas bandwidth juga semakin besar untuk download lagu, sehingga full track juga akan semakin diminati disamping RBT (ring back tone).

Dari sekitar 140-180 juta pengguna HP di Indonesia saat ini baru sekitar 18% yang menjadi pelanggan untuk konten musik baik dalam bentuk RBT maupun full track. Konten musik saat ini masih berada di tingkat pertama dari jenis konten yang paling diminati, baru kemudian menyusul games serta aplikasi lainnya.

Apalagi semakin banyak vendor HP yang juga memasukkan beragam aplikasi dalam produknya. Hal ini membuka peluang bagi para content provider atau disebut juga penyedia konten/developer. Hal ini dikarenakan konten adalah salah satu faktor yang menjadikan produk dari HP maupun operator seluler lebih unik dibandingkan dengan produk-produk saingannya.

Tren

Agar konten diminati, pelaku usaha harus mengikuti tren yang diinginkan konsumen. Tren konten HP ke depan yang masih akan diminati adalah konten musik yaitu RBT kemudian menyusul full track seiring dengan makin murahnya alat pemutar. Selain itu, masyarakat pasti menyukai hiburan. Selain konten musik, saat ini peluang yang juga bisa dikembangkan adalah berbagai aplikasi game, berita mengenai komunitas tertentu, info yang berkaitan dengan gaya hidup seperti info mal, info belanja, film, hotel, event, hingga info untuk karyawan dalam lingkup korporat, info di bidang pendidikan, dan potensi suatu daerah. Misalnya konten mengenai info yang berhubungan dengan kegiatan religi bisa menyasar komunitas masyarakat yang religinya cukup kuat misalnya di daerah Jawa Timur, konten yang diperlukan untuk para petani, dll.

Pemula

Secara garis besar ada tiga pihak yang terlibat dalam bisnis layanan content provider yaitu operator seluler (GSM maupun CDMA) yang memiliki perangkat telekomunikasi untuk layanan konten ke pengguna HP, para pelanggan operator seluler sebagai konsumen, dan pihak penyedia layanan (content provider).

Bagi pemula yang ingin terjun ke bisnis ini sebaiknya bekerja sama atau menjadi mitra dari perusahaan penyedia layanan yang sudah besar, dan bila bisnisnya sudah berkembang baru menjalankan usaha sendiri. Hal ini dikarenakan adanya ketentuan dari operator seluler mengenai batas minimal pendapatan perbulan yang harus diperoleh penyedia layanan yang sulit dipenuhi oleh pemula yang baru saja merintis usaha ini.

Oleh karena itu, pemula yang bermodal minim bisa melirik usaha dengan menjadi kreator konten yang menjual produknya ke para penyedia konten. Peluang bagi masyarakat daerah menjadi kreator konten cukup besar, mereka bisa membuat konten dulu seperti rekaman musik lalu dijual secara digital ke pihak penyedia konten, setelah terkumpul modal yang cukup baru kemudian membuat perusahaan sendiri. Pihak pembuat konten yang menjual konten ke penyedia konten biasanya akan mendapat sharing profit 60%, karena harus membagi juga ke artisnya 50% dan untuk pembuat konten sendiri 10%-nya. Selain itu mereka juga harus ikut mempromosikan  produknya.

Peralatan standar yang dibutuhkan sebagai kreator konten juga tidak serumit penyedia konten. Dengan modal Rp.50 jutaan untuk membeli perangkat komputer, modem maupun koneksi ke pihak penyedia konten sudah bisa memulai usaha ini.

Lain halya dengan penyedia konten yang harus memiliki modal lebih besar dan perlu bekerjasama dengan pihak operator seluler untuk menjual produknya dengan syarat-syarat tertentu, termasuk mendaftarkan nomor kode akses yang diperoleh pelaku usaha dari pihak operator seluler ke BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia). Biasanya banyaknya jumlah konten menjadi pertimbangan pihak operator seluler untuk menyetujui kerja sama dengan pihak penyedia konten (CP).

Selain banyaknya konten, operator seluler juga menerapkan minimum transaksi perbulan. Bila di bawah target di bebankan ke CP, misalnya untuk konten RBT di Telkomsel minimum target perbulan Rp.10 juta. Selain itu dilihat juga apakah CP itu memiliki layanan call center sehingga bila ada komplain ada nomor telpon yang bisa dihubungi pengguna HP.

Divisi IT Helpdesk juga wajib diperlukan untuk mengatasi masalah teknis selama 24 jam. Setelah memenuhi persyaratan tersebut maka pihak CP akan diberi short code atau kode akses oleh operator seluler untuk sistem pengiriman konten. Kode akses itu disediakan pihak operator seluler untuk satu perusahaan CP. Kecuali layanan RBT saat ini kode aksesnya langsung ke operator seluler.

Oleh karena itu untuk memenuhi syarat-syarat tersebut pihak CP bisa bekerja sama dengan beberapa mitra (pembuat konten)dalam membuat aplikasi, selain mengandalkan kreatifitas karyawannya sendiri yang rata-rata harus ahli IT, setidaknya programmer. Jadi pihak CP harus banyak menjaring relasi atau kenalan dengan komunitas, misalnya bila ingin membuat kontenmaka menjaring relasi dengan komunitas musik indie.

Kemudian CP juga harus mendistribusikan lagu itu, dengan melakukan promosi dan mengembangkan channel distribusi misalnya untuk RBT diumumkan di TV, radio dan media lainnya dengan sistem bagi hasil sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya iklan karena media di bayar setelah traffic transaksi terjadi.

Untuk bagi hasil antara pihak terkait, sekarang ini pihak operator seluler yang masih besar sharing profitnya, lalu disusul pembuat konten misalnya pihak recording label (yang kemudian membayar royalti ke pencipta lagu ke pencipta lagu dan artis), dan pihak CP. Bagi hasil antara CP dengan pihak operator seluler biasanya 50:50. Kemudian dari profit sharing yang diperoleh CP, dibagi lagi dengan mitra misalnya recording label 50:50. Pembayaran bisa dilakukan sebulan sekali dar pihak operator seluler ke CP. Kemudian dari CP ke mitra pembayaran bisa sampai 3 bulan kemudian.

Pemasaran dan Persaingan

Pemasaran di awal usaha lebih baik menyasar ke kalangan komunitas dengan membuat konten yang dibutuhkan oleh komunitas tersebut, sehingga pelaku usaha sebelumnya harus melakukan survey apa yang dibutuhkan komunitas tersebut. Komunitas memiliki ikatan batin antar anggota sehingga peluang untuk masuknya konten yang dibutuhkan komunitas tersebut sangat besar. Strategi pemasaran lain juga bisa dilakukan dengan menyasar ke kalangan korporat, dengan cara mengajukan proposal dan mempresentasikan layanan konten yang dibuat.

Persaingan bisnis konten HP yang sudah cukup ketat terutama untuk jenis konten kuis dan ramalan. Sedangkan lokal konten masih belum banyak pesaingnya karena tiap daerah mempunyai potensi yang berbeda, budaya serta karakter yang berbeda pula. Kunci sukses bisnis konten HP ini adalah kreativitas karena produk kreatif cepat berubah sehingga harus terus mengikuti perubahan, misalnya lagu yang selalu baru, jadi harus terus berkreasi dan menciptakan produk baru. Selain itu perlu masuk market dengan cepat.

Kendala

Kendala yang dihadapi pelaku bisnis ini terutama kepercayaan masyarakat terhadap SMS-SMS konten yang beredar saat ini. Banyak yang menyebutkan bahwa SMS konten ini salah satu penyebab pemotongan pulsa. Beberapa pengaduan terkait hal ini membuat jasa penyedia konten ini ketar-ketir, karena anggapan bahwa SMS-SMS konten itu lebih banyak merugikan konsumen karena sering terjadinya pemotongan pulsa yang semena-mena.

Masih adanya beberapa pelaku perorangan yang menjual jasa download konten HP yang ada di beberapa mal tidak menjadi kendala bagi berjalannya bisnis konten HP oleh para penyedia konten (CP).