Archive

Archive for Oktober, 2010

Mengatasi Pembayaran Macet Pada Usaha Jasa

Oktober 28, 2010 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Usaha anda mengalami kemacetan pembayaran dari konsumen Anda? Hal ini sebenarnya berkaitan dengan sistem dan mekanisme pembayaran yang Anda berlakukan. Selain itu, hal ini juga berkaitan dengan perilaku konsumen. Secara sistem, Anda bisa membuat mekanisme pembayaran yang bekerjasama dengan pihak perbankan. Misalnya pembayaran dilakukan via bank dengan cara autodebet. Atau yang sederhana, kita menyediakan beberapa rekening bank sehingga memudahkan konsumen untuk membayar via rekening bank yang dimilikinya. Cara ini dimaksudkan karena terkadang ada konsumen yang malas transfer antar bank atau tidak mau kena biaya tambahan transfer.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan sistem manual, maksudnya dengan cara menggunakan kasir. Kasir ini lebih baik buka diwaktu dimana ramai konsumen. Kasir diharapkan tidak hanya buka mengikuti jam buka kantor atau hanya sampai jam 4 saja, karena seringkali tempat usaha ramai di sore atau malam hari. Kasir juga akan lebih baik jika dilengkapi dengan EDC (alat baca kartu kredit/debit) sehingga bisa memudahkan konsumen untuk membayar non-tunai.

Hal kedua yang terkait adalah mengenai perilaku konsumen itu sendiri. Walaupun sistem dibuat dengan baik, tapi jika perilaku konsumen tidak mendukung, masalah penagihan ini akan tetap ada. Perilaku konsumen yang malas, tidak disiplin, dan lupa akan pembayaran selalu ada disetiap usaha. Dibuatnya sistem adalah untuk mengantisipasi perilaku negatif konsumen seperti itu. Konsumen yang malas kita permudah dengan menyediakan pilihan rekening, mesin EDC, dan lainnya. Konsumen yang lupa dan tidak disiplin perlu terus menerus diingatkan dengan ditelepon setiap beberapa hari sebelum jatuh tempo pembayaran.

Perlu diingat bahwa perilaku konsumen akan lebih negatif jika pelayanan juga dipandang negatif. Konsumen yang tidak puas atau merasa kecewa cenderung lebih lambat lagi dalam menyelesaikan pembayaran. Akan tetapi yang mejadi dilema adalah konsumen yang puas belum tentu akan lebih baik dalam membayar.

Hal ini bisa ditangani dengan cara peraturan yang “menghukum” konsumen yang terlambat bayar. Selain cara itu bisa juga dengan dibuat aturan yang memberikan hadiah bagi yang lancar dalam pembayaran atau membayar lebih cepat dari jatuh tempo pembayaran. Hadiah tersebut bisa berupa potongan harga untuk pembayaran sebelum tanggal tertentu. Pembayaran lunas akan lebih murah daripada mencicil. Atau bisa juga diadakan undian dengan memberikan kupon undian bagi konsumen yang membayar lunas.

Teknik Budidaya Pembibitan dan Pembesaran Bawal Bintang (Bawal Air Asin)

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Pembibitan

Pilih indukan yang sehat dengan berat minimal 1 kg. Indukan jantan dan betina dimasukkan dalam akuarium terpisah berukuran 10 m x 10 m dengan pH 7,4-7,8, suhu air 29-31 C dan salinitas atau tingkat keasinan (kadar garam) 30-32 ppt.

Pemijahan dapat dilakukan kapan saja, tidak tergantung siklus bulanan dengan perbandingan 10 ekor pejantan dan 1 betina yang telah disuntik obat perangsang dengan dosis di 250 IU. Dalam waktu 3 hari telur akan keluar, kemudian telur dipindahkan dalam akuarium berukuran 6 m x 6m dengan jumlah telur 200 ribu dan tingkat keberhasilan menetas sekitar 65-75%.

Setelah menetas dan menjadi bibit, akuarium tersebut diberikan aliran air yang mengalir dengan pompa air sehingga terjaga kadar oksigen dalam air.bibit tersebut diberi pakan berupa SP Nannochloropsis Fitoplankton selama 14 hari, kemudian pakan Artemia maupun Rotifera. Setelah bibit berukuran 1 inci, bibit sudah dapat diberikan pakan pelet yang sudah dihancurkan hingga siap tebar ke Keramba Jaring Apung (KJA) ukuran 1-2 inci.

Pembesaran

Pembesaran dilakukan dalam KJA dengan ukuran mulai 1-2 inci. Pilih bibit yang sehat, kulit tidak ada yang luka, gesit dan ukuran seragam agar tidak terjadi perebutan makanan dan menghasilkan panen Bawal Bintang yang seragam pula. Seleksi penyeragaman setiap 2 minggu sekali di setiap  jaring yang selanjutnya dilakukan setiap bulan.

Berikan pakan pelet maupun ikan rucah dengan frekuensi pemberian pakan dilakukan 4-6 kali sehari, selanjutnya pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore dengan takaran 3-5% dari berat badan. Masa panen dimulai dari usia 3-6 bulan dengan kisaran berat 0,5-1 kg/ekor.

Lakukan pembersihan serta penggantian jaring sebulan sekali atau saat jaring kotor karena lumpur atau biota penempel seperti kerang dan tumbuh-tumbuhan, karena dapat menghambat sirkulasi air dan oksigen. Jika dibiarkan dapat menghambat pertumbuhan Bawal Bintang dan menimbulkan penyakit. Pembersihan dilakukan dengan cara menjemur dan menyikat jaring hingga bersih.

Persyaratan Obat Tradisional Standar BPOM

Oktober 20, 2010 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Obat herbal yang diproduksi dan dijual ke masyarakat umum harus memenuhi aturan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), antara lain mengenai persyaratan obat tradisional, aturan kemasan, serta pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Beberapa Persyaratan Obat Tradisional

Untuk serbuk (berupa butiran homogen dengan derajat halus yang cocok; bahan bakunya berupa simplisia/bahan kering):

  • Kadar air tidak lebih dari 10%.
  • Angka kapang (semacam jamur yang biasanya tumbuh pada permukaan makanan yang sudah basi atau terlalu lama tidak di olah), dan khamir (ragi) tidak lebih dari 10.
  • Mikroba patogennya negatif/nol.
  • Aflatoksin tidak lebih dari 30 bpj (bagian per juta).
  • Serbuk dengan bahan baku simplisia dilarang ditambahkan bahan pengawet.
  • Wadah tertutup baik, disimpan pada suhu kamar, ditempat kering dan terlindung dari sinar matahari.

Untuk kapsul (obat tradisional yang terbungkus cangkang keras atau lunak):

  • Waktu lunak tidak lebih dari 15 menit.
  • Isi kapsul harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

–          Kadar air isi kapsul tidak lebih dari 10%

–          Angka kapang dan khamir tidak lebih dari 10

–          Aflatoksis tidak lebih dari 30 bpj.

–         Dalam wadah tertutup baik, disimpan pada suhu kamar, ditempat kering dan terlindung dari sinar matahari.

Aturan Kemasan

Kemasan obat tradisional memiliki aturan-aturan yang jelas dari BPOM. Desain kemasan obat yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan ini akan ditolak oleh BPOM, menjadikan produk tersebut tidak memiliki nomor registrasi dan menjadi ilegal bila diedarkan.

Beberapa aturan Desain Kemasan Obat Tradisional BPOM:

1.       Merek.

2.       Ilustrasi.

3.       Khasiat.

4.       Nomor regristrasi.

5.       Logo Obat Tradisional/Jamu dibagian kiri atas. Penggunaan warna logo juga tidak bisa diubah, standar warna yang digunakan adalah warna hijau tua.

6.       Nama produsen.

7.       Komposisi produk.

8.       Peringatan/Perhatian (optional dari BPOM).

9.       Netto/Isi.

10.   Khasiat produk pada kemasan obat tradisional harus sama dengan sertifikat yang diberikan oleh BPOM. Khasiat tidak boleh dilebih-lebihkan.

11.   Cantumkan cara penyimpanan agar kandungan produk tidak mudah kadaluarsa.

12.   Dosis

13.   Nomor produksi dan tanggal kadaluarsa, sehingga mudah mengecek tanggal produksi, ataupun hal lain seperti pengajuan komplain dari konsumen atas ketidakpuasan isi produk.

14.   Logo halal.

Aturan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

Antara lain:

1. Bangunan

  • Memenuhi persyaratan higienis dan sanitasi
  • Tahan terhadap pengaruh cuaca, serta dapat mencegah masuknya rembesan dan masuk dan bersarangnya serangga, binatang pengerat, burung dan binatang lainnya.
  • Memudahkan dalam pelaksanaan kerja, pembersihan dan pemeliharaan.
  • Memiliki ruangan atau tempat administrasi, ruangan atau tempat penyimpanan simplisia yang baru diterima dari pemasok, tempat sortasi, tempat pencucian, ruang tempat pengeringan, tempat penyimpanan simplisia termasuk bahan baku lainnya yang telah diluluskan, tempat penimbangan, ruang pengolahan, tempat penyimpanan produk setengah jadi, ruang pengemasan, ruang penyimpan bahan pengemas, ruang penyimpanan produk jadi termasuk karantina produk jadi, laboratorium atau tempat penguji mutu, toilet, ruang serba guna.
  • Yang perlu diperhatikan antara lain:

–          Ruangan pengolahan tidak boleh digunakan untuk lalu lintas umum dan tempat penyimpanan bahan yang tidak termasuk dalam proses pengolahan.

–          Ruang pengolahan produk tidak digunakan untuk kegiatan lain.

–          Mempunyai sarana pembuangan dan atau pengolahan limbah yang memadai dan berfungsi dengan baik.

–          Ventilasi udara serta pipa-pipa saluran dipasang sedemikian rupa untuk mencegah timbulnya pencemaran terhadap produk.

–          Bebas dari retakan dan sambungan terbuka serta mudah dibersihkan dan disanitasi.

–          Ruangan atau tempat penyimpanan hendaklah cukup luas, terang dan memungkinkan penyimpanan bahan dan produk jadi dalam keadaan kering, bersih dan teratur, dan lain-lain.

2. Peralatan

Ketentuan untuk peralatan antara lain

  • Peralatan yang digunakan tidak menimbulkan serpihan atau akibat yang merugikan produk.
  • Peralatan yang digunakan untuk menimbang, mengukur, menguji, dan mencatat hendaklah diperiksa ketelitiannya secara teratur serta ditera menurut suatu program dan prosedur yang tepat.
  • Penyaring yang menggunakan asbes tidak boleh digunakan.
  • Bahan-bahan yang diperlukan untuk tujuan khusus, seperti bahan pelumas, bahan penyerap kelembaban, air kondensor dan sejenisnya tidak boleh bersentuhan langsung dengan bahan yang diolah.
  • Peralatan pengolahan obat herbal berbentuk kapsul, antara lain:

–          Alat ekstraksi bahan sampai mendapat ekstrak/serbuk yang memenuhi syarat yang ditetapkan.

–          Alat atau mesin pencampur yang dapat menghasilkan campuran yang homogen.

–          Alat atau mesin granulasi bahan untuk sediaan kapsul, bila diperlukan.

–          Alat atau mesin pengering granul, bila diperlukan.

–          Alat atau mesin pengisi kapsul yang dapat mengisikan campuran bahan ke dalam kapsul dengan bobot seragam.

–          Alat atau mesin pengemas primer.

Karyawan

Beberapa aturan bagi karyawan antara lain:

  • Hendaklah menjalani pemeriksaan kesehatan baik sebelum diterima menjadi karyawan maupun selama menjadi karyawan yang dilakukan secara berkala.
  • Karyawan yang mengidap penyakit atau menderita luka terbuka yang dapat menurunkan kualitas produk dilarang menangani bahan baku, bahan yang sedang dalam proses, bahan pengemas dan produk jadi sampai sembuh kembali.
  • Karyawan hendaklah mencuci tangan dengan sabun atau detergent lain sebelum memasuki ruang pembuatan. Untuk tujuan itu perlu dipasang tanda peringatan.
  • Karyawan hendaklah melaporkan kepada atasan langsung setiap keadaan pabrik, peralatan atau personalia yang menuntut penilaian mereka dapat menurunkan kualitas produk.
  • Karyawan hendaklah menggunakan seragam kerja, penutup rambur, masker, sarung tangan, dan lain sebagainya yang bersih sesuai dengan tugas yang dilaksanakan. Untuk tujuan itu disediakan tempat khusus untuk ganti pakaian.
  • Dilarang merokok, makan dan minum serta perbuatan lain yang dapat mencemari mutu produk didalam ruangan pembuatan dan ruang penyimpanan. Untuk tujuan ini perlu dipasang peringatan.

Teknik Pembibitan dan Pembesaran Bawal Air Tawar

Oktober 20, 2010 1 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Pembibitan

Pilih indukan yang sap kawin dengan umur diatas 3 tahun. Untuk mengetahui indukan betina siap kawin dapat dilihat dari perut buncit bulat dan mengandung telur. Sedangkan untuk bawal jantan bisa ditekan bagian bawah perut akan keluar sperma.

Masukkan indukan dalam kolam pemijahan yang dilengkapi dengan gelembung udara. Iduk betina diberi suntikan perangsang yang akan mengeluarkan telur dalam waktu 24 jam. Setelah bertelur biarkan 2-3 jam lalu ambil telur dan dimasukkan kedalam akuarium yang akan berubah menjadi larva ini setelah 3 hari menetas hingga berumur 10 hari dan sudah dapat dijual.

Larva dipindahkan dalam kolam penampungan untuk dijadikan bibit yang sudah bisa dijual mulai darui ukuran 2 minggu hingga 2 bulan.

Pembesaran

a) Lokasi

Pilih lokasi yang cocok untuk budidaya ikan bawal dengan tingkat keasaman air (pH) mendekati netral yakni 6-7 dengan suhu sekitar 26-27 derajat celcius.

Upayakan untuk membuat kolam air deras dengan memanfaatkan aliran air seperti air dari mata air atau aliran sungai yang dialirkan dalam kolam-kolam.

b) Persiapan lahan

Gunakan kolam tanah dengan ukuran mulai dari 10 m x 10 m dengan kedalaman 2 meter agar dapat di isi 1,5 meter air. Keringkan kolam dan diamkan selama 1 minggu agar terpapar sinar matahari.

Siapkan media dasar kolam dengan menebar 10 karung 25-50 kg/100 meter persegi, dan TSP 3 kg/100 meter persegi. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang agar tidak menjadi racun lagi.

Pupuk kandang untuk merangsang pertumbuhan berbagai jenis tanaman air yang bisa dijadikan makanan cadangan alami dalam kolam, 2 kg garam dan 5 kg kapur tohor/dolomit (dosis 25 kg/100 meter persegi). Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.

Lakukan pengisian air kolam secara sedikit demi sedikit selama 2 hari sampai air setingga 1,5 meter. Persiapan kolam hingga siap di tabur bibit perlu waktu sekitar 7-10 hari.

c) Pemeliharaan

Tebar bibit bawal ukuran 5-7 cm sebanyak 2 ribu ekor kedalam kolam ukuran 10 x 10 x 1,5 meter. Pilih bibit yang lincah, sisik mengkilat dan tidak ada luka di tubuhnya.

Selama pembesaran, berikan pakan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan perhitungan 3-5% dari bobot tubuh. Selain pakan pelet asal pabrikan, bawal juga bisa diberikan pakan berupa bekicot, sayuran dan dedaunan. Jika ikan sudah tidak naik ke permukaan maka ikan sudah cukup kenyang.

Pembesaran bawal air tawar dilakukan selama 80 hari dengan ukuran 500 gram/ekor dengan kepadatan 4 ekor/meter persegi.

d) Panen

Saat panen, siapkan jaring , bak bersih berisi air bersih. Tangkap ikan dengan menggunakan jaring, lalu masukkan ke dalam bak berisi air bersih dan timbang.

Ikan siap didistribusikan baik dalam kemasan balon (plastik beroksigen) dengan maksimal berat ikan 5 kg yang diberi oksigen sebanyak 60% dari air yang mampu bertahan 12 jam perjalanan.

Kategori:Aneka Tips

BISNIS OBAT HERBAL

Oktober 19, 2010 3 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Konsep back to nature turut membawa angin segar bagi pertumbuhan bisnis obat herbal di Indonesia, apalagi semakin mahalnya pengobatan medis membuat masyarakat saat ini lebih memilih obat herbal. Berdasarkan data hasil survey, penggunaan obat herbal dari tahun ke tahun meningkat. Pada 1980, sekitar 19,8%, pada tahun 1986 sebanyak 23,3%, pada tahun 2004 sebanyak 32,8%, pada perkiraan tahun 2010 akan lebih meningkat lagi. Pasar obat alami Indonesia pun semakin meningkat. Pada tahun 2003 mencapai Rp.2,5 triliun, pada tahun 2005 mencapai Rp.4 triliun, dan pada tahun 2010 diperkirakan Rp.8 triliun.

Obat herbal saat ini juga sudah dimanfaatkan oleh kalangan medis yang melakukan uji klinis sehingga obat herbal memiliki standar sebagai obat fitofarmaka. Pada dasarnya obat herbal dibagi menjadi tiga, yaitu yang disebut jamu, herbal berstandar, dan fitofarmaka. Herbal fitofarmaka adalah obat-obatan herbal yang sudah melalui uji klinis dan sudah dikemas sedemikian rupa oleh pabrik farmasi dalam bentuk sirup, tablet atau kapsul. Namun jumlah obat herbal fitofarmaka saat ini masih hanya sekitar 5 produk yang beredar, yakni Nodiar sebagai anti diare, Rheumaneer sebagai anti rematik, Stimuno sebagai peningkat daya tahan tubuh, Tensigard Agromed sebagai obat anti hipertensi, serta X-Gra untuk mempertahankan stamina laki-laki.

Sementara yang dimaksud herbal berstandar adalah obat herbal yang baru melalui uji praklinis yang banyak dijumpai di pasaran. Sedangkan obat herbal berupa jamu telah berkembang dalam masyarakat secara tradisi, diturunkan dari satu generasi ke generasi, dan biasanya ditemui di toko-toko jamu. Masih sedikitnya obat herbal yang tergolong fitofarmaka yang sudah melalui uji klinis atau uji pada manusia dan hewan dikarenakan waktu untuk uji yang sangat lama, karena harus melalui riset, lab, uji pada hewan dan uji pada manusia. Selain itu dikarenakan proses pengurusannya memerlukan biaya besar, bisa mencapai miliaran rupiah.

Meski saat ini perkembangan obat herbal masih banyak dijumpai pada jenis obat herbal berstandar, namun masyarakat sudah banyak yang merasakan khasiatnya, bahkan memiliki keunggulan tertentu dibandingkan obat kimiawi. Menurut salah satu sumber kami, bahwa obat medis untuk penghilang rasa sakit hanya bisa menghilangkan gejala rasa sakit yang ditimbulkan dari suatu penyakit tetapi tidak mampu menyembuhkan penyakit tersebut.

Sedangkan pada obat herbal seperti misalnya mengkudu, selain berfungsi sebagai penghilang rasa sakit juga merupakan obat anti kanker, darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Bahkan obat herbal tak hanya bisa menyembuhkan penyakit saja, tapi juga bermanfaat bagi kecantikan, sperti misalnya minyak zaitun jika diminum berkhasiat menurunkan total kadar kolesterol, mencegah timbulnya berbagai macam kanker, mengurangi terjadinya penyumbatan dan penebalan pembuluh darah, meredakan demam, dan sebagai antioksidan yang mengurangi efek buruk sinar UV. Jika dipakai sebagai obat luar juga bisa mencegah kerontokan rambut dan melembabkab kulit. Selain itu hampir tidak ada efek samping dibandingkan obat kimiawi. Agar lebih berkhasiat, konsumsi obat herbal sebaiknya diiringi dengan pengobatan alternatif seperti bekam, akupresur, refleksi dan lainnya.

Pilihan Usaha

Sebagai pemula usaha herbal, dituntut untuk mengetahui seluk beluk mengenai obat herbal, dan saat ini sudah banyak pelatihan yang diadakan termasuk menjadi anggota Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI).

Modal awalnyapun tak harus besar, bahkan cukup dengan modal minimal Rp.1 juta Anda sudah bisa membuat produk obat herbal, tentu saja sebelumnya mengikuti pelatihan obat herbal terlebih dahulu. Seperti yang dijelaskan oleh narasumber kami, modal Rp.1 juta tersebut bisa digunakan untuk membeli alat timbangan digital harga Rp.250 ribu, alat pengisian kapsul Rp.200 ribu, sisanya untuk membeli oven dan pelengkap lain seperti sarung tangan. Bahan yang digunakan tidak perlu dari tanaman herbal yang harus diolah dulu menjadi serbuk herbal, namun bisa langsung membeli serbuk herbal yang siap diramu sesuai komposisi obat herbal tersebut. Serbuk herbal ini bisa didapatkan dari sesama anggota ASPETRI.

Yang perlu diperhatikan adalah membuat supaya obat herbal bisa awet. Ini bisa dilakukan dengan cara sederhana selain menggunakan bantuan penyinaran sinar gamma yang dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Jakarta Selatan. Caranya, campuran beberapa jenis serbuk herbal harus di oven menggunakan oven elektrik sebelum di kemas kedalam kapsul dengan suhu 60 derajat selama 10 menit sehingga awet selama 1 tahun. Selain itu penyimpanan stok produk yang sudah dikemas di botol tidak boleh ditempat lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Namun bila Anda tidak mau repot mengurus proses produksi maupun perijinan produk, tak perlu pesimis karena Anda bisa memanfaatkan jasa makloon (proses produksi dikerjakan pihak lain). Cukup dengan biaya makloon sekitar Rp.13 ribu sampai Rp.16,5 ribu/botol berisi 4-60 butir kapsul maka Anda sudah bisa mendapatkan produk obat herbal yang dikemas sesuai dengan merk yang diinginkan.

Yang tak kalah menarik, bisnis inipun bisa dijalankan tanpa resiko dengan modal terjangkau dan hanya menuntuk kemampuan memasarkan produk, yaitu menjadi distributor atau agen. Dengan sejumlahminimal pembelian yang tak sampai jutaan rupiah, distributor sudah bisa meraup keuntungan, apalagi dengan pemberian diskon harga beli produk yang cukup besar, dan produk pun bisa di retur kemudian ditukar dengan yang lebih laku jenisnya.

Jenis Produk dan Pemasaran

Untuk membuat produk obat herbal, kecenderungan saat ini masyarakat lebih banyak berminat pada jenis obat herbal untuk menyembuhkan penyakit yang umum dijumpai. Narasumber kami bertutur bahwa obat herbal untuk penambah tenaga, libido, mengatasi disfungsi ereksi, dan mengatasi nyeri rematik, serta untuk kecantikan seperti herbal untuk pemutih, perawatan rambut, lulur anti penuaan, paling diminati, jadi bukan penyakit yang spesifik, seperti kanker.

Untuk usaha skala kecil di awal usaha, produk bisa dipasarkan ke lingkungan rumah dan klinik pengobatan herbal tanpa perlu terlebih dahulu mengurus izin edar dari BPOM. “Barulah bila perkembangannya bagus maka izin edar produk bisa dijual bebas ke pasaran”. Untuk memperluas pasar sebaiknya pelaku usaha juga membuka sistem keagenan dengan tawaran diskon yang menarik, membuka toko online atau website untuk mempromosikan produk, serta menyediakan fasilitas klinik pengobatan alternatif dengan akupuntur, refleksi, bekam dan lain-lain karena klinik ini akan mendukung penggunaan obat herbal sehingga khasiatnya akan lebih terasa bagi pasien yang datang ke klinik.

Bisnis obat herbal juga mampu meraup keuntungan besar hingga 69%. Sebagai gambaran, misalnya satu jenis obat herbal berupa kapsul memerlukan serbuk herbal seberat 250 gram, bila 1 kapsul beratnya 0,5 mg maka dihasilkan 500 kapsul, sehingga omsetnya Rp.250 ribu. Sementara itu biaya pembelian serbuk herbal seberat 250 gram Rp.100 ribu, sehingga keuntungan kotornya lebih dari dua kali lipatnya (belum dipotong biaya kemas dan operasional).

Dari beberapa pelaku usaha yang sukses menjalankan bisnis obat herbal, ternyata pelaku usaha yang memilih menjadi produsen obat herbal dengan mengkombinasikan layanan klinik pengobatan alternatif paling menguntungkan, dan keuntungannya bisa hingga 70% dari omset. Hal ii dikarenakan biaya operasional dari jasa klinik pengobatan alternatif relatif kecil, karena menggunakan obat buatan sendiri. Selain itu, penjualannyapun bisa langsung ke konsumen akhir, yaitu pasien yang datang ke klinik, sehingga harga jual produk obat herbal lebih tinggi, dan keuntungan yang diperoleh juga lebih besar.

Bila anda ingin menapaki usaha kesehatan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di saat inilah anda mengawalinya.

Kategori:Kesehatan

Budidaya Ikan Bawal Air Tawar dan Air Laut

Oktober 16, 2010 7 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Bawal termasuk salah satu komoditas ikan yang cuup digemari masyarakat. selain harganya yang lebih murah dari daging ayam dan sapi, bawal memiliki daging yang tebal dengan rasa yang lezat, dan tulangnya sedikit. Ada dua macam bawal yang dikenal masyarakat yakni bawal laut dan bawal air tawar. Memiliki kemiripan bentuk seperti badan yang pipih, bulat dan warna kulit perak keabu-abuan, ekor bercagak, dan bersisik halus membuat masyarakat menyebutnya sebagai ikan yang sama, yakni ikan bawal. Padahal kedua ikan ini merupakan jenis ikan yang berbeda.

Serupa Tapi Tak Sama

Bawal Bintang merupakan salah satu jenis ikan bawl air laut yang saat ini tengah populer dan sangat diminati. Bawal Bintang yang banyak dibudidaya saat ini berasal dari perairan laut Taiwan yang banyak dibudidaya petani di tepian laut. Prospek usahanya cukup menggiurkan, mengingat harga 1 kg Bawang Bintang bisa mencapai Rp.60 ribu. Mahalnya harga  bawal air laut ini juga dikarenakan ukuran ikan yang di hasilkan lebih besar dari bawal air tawar serta menghasilkan daging yang lebih kenyal, tidak berbau lumpur dan lebih fresh. Sudah ada beberapa daerah yang telah membudidayakan Bawal Bintang ini seperti di laut Batam, Kepulauan Riau, Kepulauan Seribu dan di daerah situbondo, Jawa Timur.

Sementara itu, yang disebut dengan ikan bawal air tawar merupakan ikan yang berasal dari sungai Amazon, Brazil, Amerika Selatan. Bawal air tawar ini banyak dikembangkan oleh petani di Bogor, Cibaraja, Cisaat, sukabumi, Cilacap, Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat. Selain itu, bawal air tawar juga banyak dibudidayakan di Pontianak, Pekan Baru, Medan dan Bali. Meski harganya tak semahal Bawal Bintang, yakni Rp.15 ribu/kg namun bawal air tawar ini memiliki genetik yang bagus sehingga bisa panen lebih cepat yakni sekitar 3 bulan, sedangkan Bawal Bintang perlu waktu 3 – 6 bulan.

Menurut sumber dari Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Barat, prospek usaha budidaya bawal sangat menjanjikan. Pasalnya bawal sangat di minati dan banyak permintaan datang dari hotel, restoran, rumah makan, warung tenda seafood, pengepul dan pasar tradisional. “Besarnya permintaan bawal laut merangsang petani ikan membudidaya ikan bawal tawar yang saat ini menjadi andalan komoditas perikanan air tawar. Bahkan bawal air tawar menjadi alternatif substitusi apabila pasokan bawal air laut menipis”, ujar Ahmad.

Budidaya

Lantaran lokasi budidaya bawal air tawar dan air laut berbeda, tentu investasi yang dikeluarkan juga berbeda. Dari sumber yang kami dapat, untuk memulai usaha budidaya bawal air laut perlu investasi sekitar Rp.40 juta hanya untuk membuat keramba jaring apung (KJA) ukuran 30 m x 30 m di tepi pantai. “Belum lagi untuk bibit dan pakan. Jika di totalkan sampai panen perlu modal sekitar Rp.100 jutaan, yang di panen bisa 7 ton”, menurut sumber kami di Kepulauan Seribu.

Berbeda dengan modal yang di keluarkan untuk budidaya bawal air tawar, sekitar Rp.7-8 juta untuk memulai budidaya 2.000 bibit ikan bawal yang dapan menghasilkan 1 ton ikan bawal pada kolam tanah ukuran 10 m x 10 m.

Menurut sumber kami, secara umum ikan bawal lebih bagus dibudidaya dengan debit air yang cukup deras. Sehingga tepian laut atau dengan membuat kolam air deras dari aliran air sungai sangat bagus untuk mempercepat pertumbuhan. Meskipun demikian, bawal bisa saja dibudidaya di kolam air tenang, hanya saja pertumbuhannya kurang bagus.

Dari sisi biaya produksi, budidaya bawal bisa ditekan, karena bawal itu omnivora (pemakan segala), jadi selain pakan berupa pelet, bawal juga bisa diberi pakan alami berupa keong, siput, dedaunan, limbah sayuran, hingga ikan runcah. Bawal juga memiliki daya cerna makan yang baik. Selain bisa diberi pakan alami, bawal bisa diberikan pakan protein rendah sekitar 20% yang harganya lebih murah sekitar Rp.3-5 ribu/kg dibanding dengan pakan berprotein tinggi. Dengan demikian dari 1 kg pakan yang diberikan dapat menghasilkan daging bawal sebanyak 0,7-0,8 kg (konversi pakan adalah 1:0,7-0,8) yang cukup efisien dan menguntungkan petani.

Sementara itu, di tingkat pembudidaya ikan bawal juga terbagi menjadi dua, yakni pembibitan dan pembesaran. Sumber kami mengatakan bahwa menjadi pembibit juga menguntungakan. Dari sepasang indukan siap kawin umur lebih dari 3 tahun berat 1-1,5 kg dapat menghasilkan 200-300 ribu bibit dalam sekali perkawinan. Menariknya lagi, sejak telur menetas (larva), umur 12 hari sudah bisa menghasilkan uang karena larva sudah banyak dicari petani pembibit untuk dibesarkan dengan harga jual Rp.30/ekor. Larva yang telah berumur lebih dari 12 hari disebut bibit yang juga banyak dicari petani pembesaran seperti bibit ukuran ¾ cm yang dijual dengan harga Rp.150/ekor, ukuran korek (4-5 cm) umur 4 bulan Rp.250/ekor. Hanya dari keuntungan pembibitan bawal, petani mampu memperoleh omset Rp.20-30 juta setiap bulannya. Menariknya, selain waktu pembibitan yang cepat, kolam yang digunakan tidak perlu seluas dan sebanyak kolam pembesaran. Jadi lebih efisien.

Namun jika dihitung, usaha pembesaran bawal lebih mwnjanjikan untung yang lebih besar. Karena harga jual bawal air laut lebih mahal daripada bawal air tawar, maka keuntungan paling besar mampu di raup petani bawal air laut yang berdasarkan pengakuan sumber kami bisa meraih omset Rp.210 juta dengan keuntungan bersih Rp.120 juta tiap bulannya. Sedangkan besarnya keuntungan  yang dihasilkan dari pembudidaya bawal air tawar sebesar Rp.80 juta atau 50% dari omset. Menarik bukan?

Pemasaran

Salah satu kelemahan petani ikan di Indonesia adalah mencari pasar yang bisa memberikan harga bagus. Maka dari itu di beberapa daerah, banyak tengkulak, pengumpul ikan yang membeli bibit atau bawal siap konsumsi dari petani dengan harga murah dan menjualnya dengan harga tinggi ke pasar/konsumen. Bahkan ada pula tengkulak yang sengaja memasok pakan ikan pada petani dan petani wajib menjual hasil panen bawal pada tengkulak tersebut dengan harga yang telah ditentukan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebelum anda memutuskan menjadi petani bibit atau pembesaran ikan bawal. Pertama, lihat seberapa besar prospek pasar yang akan menyerap hasil panen. Jika akan menjadi pembibit hitung berapa banyak pembudidaya di beberapa sentra petani bawal dan berapa banyak penyedia bibit. Begitu juga jika hendak menjadi petani pembesaran. Hitung berapa kapasitas budidaya yang disesuaikan dengan target pasar yang akan dituju seperti berapa banyak tengkulak, tempat pelelangan ikan, atau Anda bisa menjual langsung ke restoran atau rumah makan yang membutuhkan ikan bawal.

Kedua, buat asumsi kasar berapa biaya yang diperlukan untuk memulai usaha dari skala kecil misal tebar 2.000 bibit yang akan menghasilkan 1 ton daging bawal seperti menghitung biaya pakan, belanja bibit, peralatan, sewa kolam, dan bahan serta peralatan yang diperlukan hingga transportasi.

Ketiga, anda bisa memilih untuk bergabung menjadi mitra perusahaanperikanan melalui sistem inti plasma dengan sistem bagi hasil. Dengan begitu Anda bisa mendapat bantuan bibit, pakan, hingga peralatan dan obat selama budidaya. Ada juga koperasi yang menerapkan sistem pembelian pakan dengan bayar saat panen seperti yang banyak dilakukan di kawasan Pelabuhanratu, Jawa Barat.

Keempat, lakukan pemasaran melalui media internet. Namun sayang sebagian besar petani kurang memanfaatkan internet untuk berjualan. Sebaliknya tengkulak atau pengumpul ikan sebagian besar memanfaatkan pemasaran melalui internet untuk menjaring pelanggan.

Sementara itu, kendala di pembibitan adalah tingkat kematian mencapai 10-20% dari mulai telur menetas hingga bibit ukuran korek. Sedangkan kendala menjadi momok di usaha pembesaran bawal adalah serangan penyakit white spot (bintik putih) karena virus atau bakteri yang sering datang saat musim hujan yang dapat ditangani dengan memberikan garam dalam kolam.