Arsip

Archive for November, 2009

Rahasia Larisnya Minuman Teh Siap Saji

November 30, 2009 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Teh sudah menjadi minuman pelengkap yang kini semakin beragam cara penyajiannya. Perkembangan inovasi minuman tradisional ini mengutamakan kecepatan saji yang menjadi nilai jualnya. Menurut Refrinal, pengamat merketing, dari teh kotak, sachet hingga botol dalam perkembangannya menunjukan bahwa konsumen punya espektasi lebih. Mereka menginginkan teh yang siap saji, namun tidak meninggalkan nilai-nilai rumahan yang selama ini sudah menjadi budaya dalam keluarga.

Hal inilah yang ditangkap oleh beberapa pelaku pasar utnuk menciptakan produk yang memenuhi kriteria konsumen, yaitu teh yang dalam kemasan gelas plastik yang cepat saji, alami, tradisional, dan terjangkau. Produk minuman siap saji atau RTD (ready to drink) ini berbeda dengan kemasan botol atau kotak dan sachet karena dibuat dibuat saat itu, sehingga fresh dan jika tidak habis harus dibuang. dibandingkan teh kotak maupun teh botol juga lebih unggul karena ada potongan es batu.

Namun ditengah gencarnya pelaku pasar menawarkan produk teh siap saji ini, ternyata loyalitas konsumen terhadap produk teh kotak, sachet, maupun botol tidak terpengaruh oleh kehadiran teh kemasan gelas plastik. Prospek yang cerah dari usaha teh kemasan gelas plastik diakui Bidho Travolta K dari PT Sariwangi AEA. Prospek penjualan teh kemasan gelas plastik dari Sariwangi yang dilepas bulan Agustus 2008 dengan brand Teh Saring terus mengalami pertumbuhan dengan bertambahnya jumlah mitra. Saat ini di Jabotabek sudah ada 150 outlet dan di Surabaya, Bandung,  Semarang sekitar 30 lagi sehingga totalnya mencapai 180 outlet.

Strategi Usaha

Pelaku usaha teh kemasan gelas plastik ini harus terlihat bersih, good looking, mampu berkomunikasi secara efektif dengan pembeli sehingga berpotensi menjadi pelanggan, dan juga cerdas membaca pasar. Apalagi saat ini banyak produk dipasar yang membuat sulit mencari diferensiasi antara satu produk dengan yang lainnya. Ada tiga strategi untuk usaha ini, yaitu :

1. Survive strategy

Yaitu strategi yang mengacu pada pemilihan lokasi yang tepat, bentuk kemasan, harga yang ditawarkan, dan karyawan yang akan anda pekerjakan. Disamping itu cermati produk apa saja yang sudah dijual disebuah lokasi dan tentukan kompetitor langsung anda ketika memutuskan lokasi.

Lokasi yang tepat untuk usaha ini adalah mobilitasnya tinggi namun memiliki pengunjung yang jelas. Seperti mall, terminal, plasa, gedung perkantoran, pelabuhan laut, bahkan bandara udara. Sedangkan untuk promosi tidak perlu memberi promosi berlebih seperti memberi minuman gratis, pada satu minggu pertama cukup diberikan harga potongan pada calon pelanggan. Cara lainnya dengan memberikan edukasi secara efektif tentang kualitas dan keaslian produk, termasuk penggunaan teh alami dan gula alami, takaran yang telah ditentukan, dan sebagainya.

2. Exist strategy

Strategi yang berafiliasi pada pengembalian modal. Anda harus merencanakan dengan baik kapan BEP diperoleh, berapa target penjualan perhari. Harus membuat pencatatan penjualan perhari selama satu bulan, dan angka ini dapat menjadi patokan untuk menentukan target pada bulan berikutnya. Harus bisa menetapkan peningkatan penjualan tiap bulan pada kisaran 10%. Jika ternyata penjualan anda melampaui target andapun harus menghitung besaran bonus yang harus diberikan kepada karyawan anda sehingga mereka memiliki sence of belonging atas produk anda.

Pada tahap strategi ini sasarannya adalah merekrut pelanggan dan strategi diarahkan untuk menjadikan mereka pelanggan tetap sehingga BEC (break even costumer) pun bisa dihitung, dan manfaat lainnya yang bisa anda dapatkan adalah anda bisa merencanakan produksi berdasarkan perilaku pasar yang sudah anda amati, seperti meningkatkan kapasitas produksi hingga 100% pada hari libur atau hari raya.

3. Sustaindable strategy

Saatnya untuk memperhatikan atribut produk, memikirkan merek, mendesain kemasan tetap, bahkan yang siap dibawa pulang, mendaftarkan ke Depkes untuk memperoleh registrasi, bahkan anda harus mengurus label halal produk anda, sehingga konsumen anda juga semakin loyal. Langkah puncak adalah mendaftarkan merek anda ke Dirjen Haki untuk mendapatkan hak paten.

Resiko Rendah

Dengan ukuran modal berkisar Rp.5 juta, sebenarnya bisnis ini bisa dimasukkan kedalam low risk chategory karena target pasarnya adalah semua segmen. BEP juga akan sangat mudah tercapai dalam waktu paling lama 6 bulan. Pemilik salah satu outlet Teh Poci juga mengakui bahwa penjualannya saat weekend berkisar 400 – 700 gelas/hari, bahkan bisa hingga 1000 gelas/hari. Apa anda juga tertarik? Silahkan mencoba….

Iklan
Kategori:Aneka Tips

Memulai Usaha Tanpa Modal, Bukan Isapan Jempol

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Banyak yang telah membuktikan bahwa menjadi pengusaha yang sukses dan memiliki bisnis sendiri tidaklah sesulit yang dibayangkan orang. Permasalahan keterbatasan modal bukan lagi menjadi sesuatu yang dirisaukan. Memang MODAL USAHA penting tetapi bukan dijadikan alasan untuk tidak memulai usaha. Modal merupakan sumberdaya kekayaan perusahaan. Pemodal berarti pemilik modal. Sedangkan Modal tidak selalu dalam wujud uang. Sehingga pemodal adalah pemilik sumberdaya yang bukan selalu uang, misalnya :

1. Gagasan atau Ide

Jika ingin memiliki usaha, baik kecil maupun besar, maka ‘modal’ yang pertama yang utama, kita harus memiliki suatu gagasan atau ide mengenai bisnis apa yang akan digarap. Darimana gagasan atau ide itu muncul? Gagasan atau ide bisnis akan lebih mudah kita dapat apabila kita peka dan peduli (know your self an concern) terhadap diri kita sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan mesyarakat sekitar.

Peduli kepada diri sendiri adalahbagaimana kita mengenali kemampuan, minat, bakat, dan lain sebagainya. Banyak pengusaha yang berhasil karena dia dapat memanfaatkan kemampuan, minat, bakat yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan kejelian melihat peluang pasar. Semua usah berawal dari sebuah gagasan atau ide yang kemudian dijual. Jadi, asal anda sudah punya gagasan atau ide yang baik, walupun belum punya modal uang, anda bisa menjual gagasan atau ide anda tersebut untuk kemudian dijadikan uang.

2. Kemitraan atau Bagi Hasil

Jika kita punya keterampilan tapi tidak punya uang, mengapa kita tidak bermitra dengan orang yang punya uang, tetapi tidak punya keberanian dan keterampilan yang kita miliki. Strategi bisnis dengan prinsip kerjasama win-win ini ternyata sudah lama diterapkan oleh para pelaku bisnis. Phak manajemen (pemilik keahlian) dan pemilik modal bermitra untuk menjalankan bisnis ini. Pihak manajemen tidak digaji melainkan diberikan bagian keuntungan (sesuai dengan prosentasi yang telah disetujui bersama) yang diperoleh dari menjalankan bisnis tersebut diatas.

3. Bayar Dimuka

Dasar dari sebuah bisnis adalah kepercayaan. Jika orang lain telah menaruh kepercayaan kepada kita, tentunya itu menjadi ‘modal besar’ bagi anda untuk melakukan bisnis dengan modal dengkul (karena ada modal dipercaya orang). Misalnya saja, jika kita mendapat pesanan untuk mengekspor barang keluar negeri, tetapi kita tidak punya cukup uang untuk memproduksi barang yang akan diekspor tersebut, kita bisa mencoba untuk meminta pembelian untuk dibayar dimuka sebagian. Uang yang kita dapatkan ini bisa kita gunakan untuk memproduksi barang yang telah dipesan.

4. Perantara

Tidak ada modal uang bukan merupakan alasan bagi kita untuk tidak memulai usaha. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memulai bisnis dengan modal otak. Salah satunya dengan menjadi perantara. Disini kita bertindak sebagai perantara antara produsen dengan konsumen. Kita bisa membantu orang yang memiliki barang untuk menjualkannya kepada konsumen. Setelah barang terjual kita bisa mendapat komisi dari hasil yang terjual. Uang yang berhasil kita kumpulkan bisa kita gunakan untuk mengembangkan usaha kita lebih lanjut.

5. Jual Keahlian

Jika kita memiliki keahlian ataupun pengalaman berharga di suatu bidang yang jarang dimilki orang lain, kita bisa mencoba menjual keahlian dan pengalaman kita tersebut untuk membantu orang lain dalam melakukan bisnis mereka.

Pada prinsipnya, jika anda sudah bertekad untuk memulai sebuah bisnis, uang bukanlah modal utama. Yang perlu dimiliki adalah KEBERANIAN, KEYAKINAN, dan KETEKUNAN. Setelah itu untuk memulai sebuah usaha, kita tidakperlu menunggu hingga modal terkumpul. Kita bisa mendapatkan modal dari berbagai sumber, antara lain dengan menjual ide, keahlian atau menerapkan manajemen, menjadi perantara ataupun menjual keahlian kita sebagai solusi bagi orang lain. Jadi siapa bilang kita tidak bisa memulai usaha dengan “modal otak bukan dengan dengkul”. Milikilah semangat juang dengan memanfaatkan otak!