Archive

Archive for the ‘Kebutuhan Umum’ Category

Perlengkapan Bayi

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Jika ada yang bertanya usaha apa yang mempunyai arus perputaran yang cepat, mungkin salah satunya adalah usaha perlengkapan bayi. Yup. Pertumbuhan penduduk yang terus bertambah memang terus menciptakan banyak sekali peluang usaha yang layak dijalankan. Salah satunya ya usaha perlengkapan bayi. kehadiran buah hati tentu akan disambut dengan suka cita dan dinantikan oleh kedua orang tua dengan mempersiapkan berbagai pernak-pernik kebutuhan buah hati sebaik mungkin.

Disadari atau tidak, bayi dan anak-anak memiliki kebutuhan yang lebih daripada dewasa. Misal saja untuk kebutuhan sepetu. Bayi memerlukan sepatu yang nyaman dan tidak menimbulkan alergi, tentu saja dengan desain yang menarik pula. Hal ini membuat para orang tua tidak segan-segan mengeluarkan budget lebih untuk memenuhi kebutuhan buah hatinya.

Kulit bayi adan anak memang terbilang sensitif ketimbang orang dewasa. Hal ini membuat segala pernak-pernik serta kebutuhan bayi lainnya dibuat menggunakan material dengan kualitas baik serta memiliki sifat lembut dan halus untuk menjaga kulit sensitif, karena penggunaan bahan yang tidak tepat bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Selain dari segi bahan, kenyamanan dalam dalam penggunaan produk juga penting untuk diperhatikan. Apa kita merasa nyaman dengan produk semisal gendongan bayi untuk menggendong buah hati kita? Hmmm.. Jika kitas endiri merasa tidak nyaman, tentu produk tersebut juga tidak nyaman bagi konsumen. Praktis, nyaman, bahan baik. Jika tiga syarat tersebut terpenuhi, maka besar kemungkinan produk yang anda jual akan laku keras.

Perlengkapan bayi yang sedang banyak dicari sekarang ini umumnya eksklusif dengan tampilan berbeda dengan produk sejenis di pasaran lokal maupun impor. Tentusaja dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk impor, serta mengutamakan penampilan serta kenyamanan. Ini yang akan mampu membuat pelaku usaha mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan.

Diantara banyak produk perlengkapan bayi, beberapa yang banyak dicari saat ini seperti misalnya popok bayi berdesain celana. MEnggunakan bahan beludru, katun serta kain flanel. Produk lainnya seperti celana latihan pipis, batal menyusui, bedong instan, gendongan bayi, dll.

Dalam pemasaran produk, sebagian besar pelaku usaha masih banyak menggunakan kesempatan pada sebuah event pameran serta melalui penjualan secara online. Lalu metode reseller juga masih menjdi pilihan. Kebanyakan para reseller serta pelanggan mengenal produk-prodk yang ditawarkan melalui pameran serta secara online. Hmm… Lagi-lagi metode online memang masih sangat bisa diandalkan dalam berbagai bidang usaha..

Oke.. Tertarik untuk terjun ke bidang usaha ini?

Usaha Konten HP

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Maraknya ragam konten HP saat ini menunjukkan prospek bisnis konten HP memiliki peluang yang cukup cerah. Betapa tidak, gaya hidup masyarakat yang ingin serba praktis dan efisien mendorong kebutuhan layanan melalui HP selain untuk SMS dan telpon saja. Berbagai jenis layanan atau konten HP begitu beragam dari jenis layanan nada sambung pribadi, informasi sederhana seperti cuaca, lalu-lintas, valuta asing, film bioskop, info zodiak hingga layanan yang cukup kompleks seperti layanan transaksi perbankan melalui SMS. Selain itu juga ada layanan mobile data content yang bersifat satu arah seperti poling dan kuis melalui SMS.

Saat ini pengguna HP mencapai 140 juta orang lebih. Jadi bila ada satu jenis konten yang memang menarik sekali maka nilai bisnisnya bisa sangat besar. Sebagai contoh adalah konten musik. Konten musik di Indonesia awalnya di dominasi kalangan label musik seperti Musica, Aquarius, Sony Music, dll. Namun kini bisnis musik di Indonesia sudah berkembang ke digital music dan show biz. Sedangkan jualan CD sudah tidak lagi diminati karena masyarakat sekarang mulai jarang membeli CD. Karena itu peluangnya sangat besar mengingat harga alat pemutar digital music seperti HP atau iPod yang harganya Rp.6 juta ke atas, sekarang sudah terjangkau harganya. Sekarang hanya dengan Rp.2 juta sudah bisa akses GPRS atau 3G untuk bisa download. Selain itu, kapasitas bandwidth juga semakin besar untuk download lagu, sehingga full track juga akan semakin diminati disamping RBT (ring back tone).

Dari sekitar 140-180 juta pengguna HP di Indonesia saat ini baru sekitar 18% yang menjadi pelanggan untuk konten musik baik dalam bentuk RBT maupun full track. Konten musik saat ini masih berada di tingkat pertama dari jenis konten yang paling diminati, baru kemudian menyusul games serta aplikasi lainnya.

Apalagi semakin banyak vendor HP yang juga memasukkan beragam aplikasi dalam produknya. Hal ini membuka peluang bagi para content provider atau disebut juga penyedia konten/developer. Hal ini dikarenakan konten adalah salah satu faktor yang menjadikan produk dari HP maupun operator seluler lebih unik dibandingkan dengan produk-produk saingannya.

Tren

Agar konten diminati, pelaku usaha harus mengikuti tren yang diinginkan konsumen. Tren konten HP ke depan yang masih akan diminati adalah konten musik yaitu RBT kemudian menyusul full track seiring dengan makin murahnya alat pemutar. Selain itu, masyarakat pasti menyukai hiburan. Selain konten musik, saat ini peluang yang juga bisa dikembangkan adalah berbagai aplikasi game, berita mengenai komunitas tertentu, info yang berkaitan dengan gaya hidup seperti info mal, info belanja, film, hotel, event, hingga info untuk karyawan dalam lingkup korporat, info di bidang pendidikan, dan potensi suatu daerah. Misalnya konten mengenai info yang berhubungan dengan kegiatan religi bisa menyasar komunitas masyarakat yang religinya cukup kuat misalnya di daerah Jawa Timur, konten yang diperlukan untuk para petani, dll.

Pemula

Secara garis besar ada tiga pihak yang terlibat dalam bisnis layanan content provider yaitu operator seluler (GSM maupun CDMA) yang memiliki perangkat telekomunikasi untuk layanan konten ke pengguna HP, para pelanggan operator seluler sebagai konsumen, dan pihak penyedia layanan (content provider).

Bagi pemula yang ingin terjun ke bisnis ini sebaiknya bekerja sama atau menjadi mitra dari perusahaan penyedia layanan yang sudah besar, dan bila bisnisnya sudah berkembang baru menjalankan usaha sendiri. Hal ini dikarenakan adanya ketentuan dari operator seluler mengenai batas minimal pendapatan perbulan yang harus diperoleh penyedia layanan yang sulit dipenuhi oleh pemula yang baru saja merintis usaha ini.

Oleh karena itu, pemula yang bermodal minim bisa melirik usaha dengan menjadi kreator konten yang menjual produknya ke para penyedia konten. Peluang bagi masyarakat daerah menjadi kreator konten cukup besar, mereka bisa membuat konten dulu seperti rekaman musik lalu dijual secara digital ke pihak penyedia konten, setelah terkumpul modal yang cukup baru kemudian membuat perusahaan sendiri. Pihak pembuat konten yang menjual konten ke penyedia konten biasanya akan mendapat sharing profit 60%, karena harus membagi juga ke artisnya 50% dan untuk pembuat konten sendiri 10%-nya. Selain itu mereka juga harus ikut mempromosikan  produknya.

Peralatan standar yang dibutuhkan sebagai kreator konten juga tidak serumit penyedia konten. Dengan modal Rp.50 jutaan untuk membeli perangkat komputer, modem maupun koneksi ke pihak penyedia konten sudah bisa memulai usaha ini.

Lain halya dengan penyedia konten yang harus memiliki modal lebih besar dan perlu bekerjasama dengan pihak operator seluler untuk menjual produknya dengan syarat-syarat tertentu, termasuk mendaftarkan nomor kode akses yang diperoleh pelaku usaha dari pihak operator seluler ke BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia). Biasanya banyaknya jumlah konten menjadi pertimbangan pihak operator seluler untuk menyetujui kerja sama dengan pihak penyedia konten (CP).

Selain banyaknya konten, operator seluler juga menerapkan minimum transaksi perbulan. Bila di bawah target di bebankan ke CP, misalnya untuk konten RBT di Telkomsel minimum target perbulan Rp.10 juta. Selain itu dilihat juga apakah CP itu memiliki layanan call center sehingga bila ada komplain ada nomor telpon yang bisa dihubungi pengguna HP.

Divisi IT Helpdesk juga wajib diperlukan untuk mengatasi masalah teknis selama 24 jam. Setelah memenuhi persyaratan tersebut maka pihak CP akan diberi short code atau kode akses oleh operator seluler untuk sistem pengiriman konten. Kode akses itu disediakan pihak operator seluler untuk satu perusahaan CP. Kecuali layanan RBT saat ini kode aksesnya langsung ke operator seluler.

Oleh karena itu untuk memenuhi syarat-syarat tersebut pihak CP bisa bekerja sama dengan beberapa mitra (pembuat konten)dalam membuat aplikasi, selain mengandalkan kreatifitas karyawannya sendiri yang rata-rata harus ahli IT, setidaknya programmer. Jadi pihak CP harus banyak menjaring relasi atau kenalan dengan komunitas, misalnya bila ingin membuat kontenmaka menjaring relasi dengan komunitas musik indie.

Kemudian CP juga harus mendistribusikan lagu itu, dengan melakukan promosi dan mengembangkan channel distribusi misalnya untuk RBT diumumkan di TV, radio dan media lainnya dengan sistem bagi hasil sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya iklan karena media di bayar setelah traffic transaksi terjadi.

Untuk bagi hasil antara pihak terkait, sekarang ini pihak operator seluler yang masih besar sharing profitnya, lalu disusul pembuat konten misalnya pihak recording label (yang kemudian membayar royalti ke pencipta lagu ke pencipta lagu dan artis), dan pihak CP. Bagi hasil antara CP dengan pihak operator seluler biasanya 50:50. Kemudian dari profit sharing yang diperoleh CP, dibagi lagi dengan mitra misalnya recording label 50:50. Pembayaran bisa dilakukan sebulan sekali dar pihak operator seluler ke CP. Kemudian dari CP ke mitra pembayaran bisa sampai 3 bulan kemudian.

Pemasaran dan Persaingan

Pemasaran di awal usaha lebih baik menyasar ke kalangan komunitas dengan membuat konten yang dibutuhkan oleh komunitas tersebut, sehingga pelaku usaha sebelumnya harus melakukan survey apa yang dibutuhkan komunitas tersebut. Komunitas memiliki ikatan batin antar anggota sehingga peluang untuk masuknya konten yang dibutuhkan komunitas tersebut sangat besar. Strategi pemasaran lain juga bisa dilakukan dengan menyasar ke kalangan korporat, dengan cara mengajukan proposal dan mempresentasikan layanan konten yang dibuat.

Persaingan bisnis konten HP yang sudah cukup ketat terutama untuk jenis konten kuis dan ramalan. Sedangkan lokal konten masih belum banyak pesaingnya karena tiap daerah mempunyai potensi yang berbeda, budaya serta karakter yang berbeda pula. Kunci sukses bisnis konten HP ini adalah kreativitas karena produk kreatif cepat berubah sehingga harus terus mengikuti perubahan, misalnya lagu yang selalu baru, jadi harus terus berkreasi dan menciptakan produk baru. Selain itu perlu masuk market dengan cepat.

Kendala

Kendala yang dihadapi pelaku bisnis ini terutama kepercayaan masyarakat terhadap SMS-SMS konten yang beredar saat ini. Banyak yang menyebutkan bahwa SMS konten ini salah satu penyebab pemotongan pulsa. Beberapa pengaduan terkait hal ini membuat jasa penyedia konten ini ketar-ketir, karena anggapan bahwa SMS-SMS konten itu lebih banyak merugikan konsumen karena sering terjadinya pemotongan pulsa yang semena-mena.

Masih adanya beberapa pelaku perorangan yang menjual jasa download konten HP yang ada di beberapa mal tidak menjadi kendala bagi berjalannya bisnis konten HP oleh para penyedia konten (CP).

Usaha Pakaian Anak Untuk Kelas Menengah Atas

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Ditengah ketatnya bisnis fashion untuk anak terutama pakaian, prospek bisnis kids wear boleh dibilang tidak ada matinya, mengingat pakaian adalah kebutuhan utama.  Itu sebabnya prospek pakaian anak sangat bagus mengingat orang tua selalu membelikan kebutuhan untuk anak-anaknya, terutama saat lebaran, Natal, tahun baru dan liburan, sehingga permintaannya pasti akan meningkat. Apalagi untuk anak-anak orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik. Bahkan dalam soal desain, orang tua selalu ingin anaknya tampil mengenakan pakaian dengan model terkini. Namun bagi segmen konsumen menengah masih mempertimbangkan soal harga sebagai faktor utama sebelum memutuskan untuk membeli, baru kemudian model yang trendi.

Sebaliknya, bagi segmen menengah atas, kualitas produk yang biasanya dijumpai pada merek branded menjadi pertimbangan utama, selanjutnya harga. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat berada di segmen menengah bawah. Saat ini pemain bisnis pakaian anak terbesar dijumpai di segmen menengah bawah.

Persaingan yang paling ketat terjadi di segmen menengah bawah, terutama untuk harga dan produk (model pakaian). Sedangkan bagi segen menengah atas, persaingan belum seketat segmen menengah bawah, baik untuk produk lokal maupun impor. Hal ini tentu saja menjadi pasar empuk bagi pelaku usaha untuk membidik segmen pasar kelas menengah atas dengan menghadirkan model-model pakaian yang berkualitas yang tidak kalan dengan merek branded, namun dengan harga lebih terjangkau, apalagi disaat kondisi ekonomi yang sulit saat ini.

Kreativitas Total

Untuk meproduksi pakaian anak dengan sasaran segmen pasar menengah atas, selain mengutamakan kualitas dari bahan baku yang digunakan, juga harus melihat tren model produk yang sedang diminati. Namun ada pelaku usaha yang tidak terlalu mengikuti tren namun produknya tetap laku, karena produknya handmade, tidak pasaran dan mampu menghadirkan model yang berbeda.

Aplikasi patchwork (dapat diartikan sebagai seni yang menggabungkan beberapa potongan kain dengan jahitan tangan atau mesin sehingga menghasilkan pakaian yang bermotif tabrak), smock, bordir, bahan brokat, kain tile untuk membentuk motif bunga, aplikasi kancing dibagian atas bordir dan sablon bisa mnghadirkan desain yang berbeda. Tren pakaian anak 2011 lebih kearah warna-warna cerah, dengan menonjolkan paduan warna dan motif tabrak, namun tetap enak dilihat.

Untuk membuat kaos dengan sasaran kelas menengah atas, kualitas menjadi faktor utama yang dipertimbangkan, yaitu yang tidal menggunakan bahan kain yang tidak menggunakan bahan kain yang mengandung cat yang mengandung bahan timbal), model kaos dibuat dengan ukuran pas dengan badan anak seperti model pakaian dewasa, namun dibagian lengan dibuat longgar. Setelah kaos selesai dijahit dan disablon menggunakan tinta water base, kemudian disterilkan menggunakan steamer dengan suhu mencapai 100 derajat untuk mematikan kuman dan bakteri pada kaos. Begitupun sebelum dijahit, bahan kain sudh di washing dahulu di pabrik kaos. Produk juga dibuat terbatas dengan produksi dilakukan setiap season (sekitar 3 bulan sekali) sebanyak 3 desain kaos dan dibuat sebanyak 150 pcs/desain.

Selain faktor kualitas, mengikuti tren model juga sangat penting. Tren model yang modern dengan motif sablon bertema gadget dan musik yang memang sesuai denga selera orang tua muda. Ciri khas lain warna kaos sengaja dibuat tida cerah seperti selera anak, tapi mirip kaos dewasa seperti warna abu-abu dan hitam, karena memang konsepnya mengarah ke modern.

Jeli Membidik Pasar

Pakaian anak yang menyasar menengah atas bisa dipasarkan di departement store, atau memilih tempat usaha dikawasan elit. Masalah persaingan pasar, produk kelas menengah atas ini belum begitu ketat diandingkan dengan segmen pasar menengah kebawah.

Produk kelas menengah atas tidak bersaing langsung dengan produk impor dari China yang lebih pasaran, selain itu memiliki ciri khas, dan mengutamanakan kualitas, seperti misalnya jahitan rapi dan halus. Kriteria jahitan bagus antara lain menggunakan stik kecil/halus (stik adalah jumlah tusukan jarum/cm). Semakin kecil stik yang digunakan maka jahitan semakin rapat dan kuat. Semakin kecil stik memang semakin banyak benang yang digunakan sehingga harga jualnya semakin mahal.

Bagi produsen pakaian anak yang menyasar segmen atas ini juga jarang menggunakan sistem penjualan dengan cara keagenan seperti yang biasa dilakukan untuk menyasar kelas menengah bawah. Pemasaran biasanya hanya melaui pameran atau membuka toko/butik dilokasi yang sesuai dengan segmen pasarnya. Pameran pun harus disesuaikan kalangan pengunjung yang datang, dan juga bazar di kedutaan.

Pengusaha Pemula

Saai ini umumnya dalam satu keluarga terdapat beberapa orang yang dapat bisa menaikkan income keluarga. Hal tersebut membuat daya beli masyarakat akan membaik. Terbentuknya keluarga baru yang umumnya terpisah dari keluarga lama juga membuat anggota keluarga baru lebih mengutamakan keluarga inti, terutama untuk buah hatinya. Mereka cukup konsen dengan keamanan, kenyamanan dan kesehatan buah hati, misalnya membelikan baju yang tidak membuat alergi dan nyaman bagi anak.

Ada otonomi daerah membuat banyak daerah yang perekonomiannya semakin maju (misalnya Makasar dan Kalimantan) meski lokasinya berada jauh dari Jakarta. Sehingga peluang usaha pakaian anak ini baik di kota besar maupun daerah juga terus meningkat.

Pesatnya perkembangan teknologi perbankan, IT dan transportasi membuat pemasaran bagi pelaku usaha baru cukup mudah. Yang terpenting untuk pemula adalah mengetahui pasar dan harus fokus mendapatkannya. Jadi, sebenarnya tidak perlu langsung memberlakukan potongan harga untuk pembelian tertentu atau pake spesial apapun. Pelaku usaha juga tidak harus memiliki toko, tetapi bisa memasarkan di rumah atau mengikuti ajang pameran. Namun jika memiliki dana investasi yang besar bisa membuka toko di pusat-pusat perbelanjaan.

Para pelaku usaha yang masih berusia muda bisa menjajakan produknya di lokasi yang dekat dengan aktivitas  kesehariannya, seperti dekat kantor, atau melalui komunitas tertentu, seperti alumni sekolah. Pemasaran juga bisa dilakukan dengan cara keagenan dengan membatasi perwakilan di tiap daerah. Sejauh ini sistem pembayaran yang paling aman adalah secara cash. Sedangkan untuk  keagenan atau toko retail biasanya diterapkan sistem tempo dari 1-3 bulan.

Hal yang harus diperhatikan untuk memulai bisnis ini, antara lain pelaku harus memiliki referensi desain anak karena akan bersaing dengan pakaian impor China, dan juga penting untuk mengetahui informasi harga, misalnya bisa berpatokan dari harga baju dipusat grosir, untuk itu, model pakaian sebaiknya mengikuti tren. Jadi pelaku usaha sebaiknya menggandeng desainer, penjahit, dan mencari bahan baku yang bagus.

Tren yang akan terus berkembang untk produk pakaian anak ini biasanya sesuai minat anak terhadap tokoh idolanya. Apalagi anak zaman sekarang sudah bisa mengambil keputusan sendiri, baik untuk barang apa yang dia suka dan bermanfaat untuk dirinya. Misalnya tokoh idola dari game, film, komik, dunia olah raga dan lainnya.

Para pemula juga sebaiiknya membuat produk yang menyasar segmen menengah atas, karena segmen menengah bawah sudah terlalu banyak pesaingnya, baik lokal maupun impor. Tidak hanya itu, produk yang menyasar kelas menengah bawah juga hanya akan memberikan profit yang sangat rendah. Untuk menghadapi persaingan, produk pakaian anak yang dibuat harus memiliki desain yang bagus, sesuai kebutuhan masyarakal lokal, beda serta menarik namun tetap nyaman dipakai.

Usaha Jualan Hp China

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Dua tahun terakhir ini handphone asal china mengalami puncak popularitasnya. Sebut saja merek Vitell, SKY, Beyond, Taxco, dan Nexian. Merek yang disebut terakhir bahkan melakukan promosi gencar dengan menggunakan artis papan atas tanah air sebagai brand ambassador-nya.

Berdasarkan data dari Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia, pasar Indonesia termasuk paling pesat perkembangannya dalam penggunaan telekomunikasi. Indonesia berada pada tingkat ke-3 terbesar di Asia setelah Cina dan India. Bahkan saat ini pengguna handphone di Indonesia mencapai 180 juta orang, atau sekitar 60% dari total penduduk Indonesia. Khusus handphone Cina, geliatnya cukup signifikan. Saat ini pengguna handphone Cina mengalami peningkatan dari 30 juta unit menjadi 35-45 juta di tahun 2010. Itu berarti mengalami peningkatan antara 20% hingga 50%.

Pasar Daerah Menjanjikan

Usaha pruduk handphone tidak hanya meriah di kota-kota besar, tapi makin menancapkan peluang yang menjanjikan di daerah. Hal ini karena makin meleknya masyarakat akan alat komunikasi. Apalagi handphone Cina yang menawarkan harga yang murah dengan fitur yang lengkap. Handphone Cina menarik karena menawarkan fasilitas yang cukup lengkap seperti TV, Mp3, radi, kamera, dan fasilitas lainnya namun mematok harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan merek keluaran Eropa.

Pertumbuhan ekonomi di daerah yang menggeliat membawa pengaruh pada tingkat konsumsi masyarakat. apalagi untuk prospeknya ke depan, bisnis handphone di daerah lebih menjanjikan dibandingkan dengan perkotaan mengingat masih belum ketatnya persaingan penjualan handphone di daerah meskipun pemakainya sudah sangat banyak.

Strategi Marketing

Teknik marketing untuk penjualan handphone dibagi menjadi tiga kelompok distribusi. Pertama, toko tradisional, yakni toko umum yang menjual semua keperluan handphone, mulai dari pulsa, aksesoris, sampai aneka merek handphone. Kedua, toko eksklusif, yaitu toko moderen yang hanya menjual handphone bermerek dan aksesoris original. Ketiga, distribusi alternatif, yaitu bentuknya berupa multilevel marketing, door to door, dan melalui penawaran lewat kartu kredit. Namun dari semua jalur distribusi tersebut yang umumnya banyak dicari pembeli adalah toko tradisional.

Setelah anda memiliki toko/kios usaha sendiri, langkah selanjutnya adalah melakukan promosi. Pertama-tama tentunya perlu lakukan promosi keliling dengan jangkauan radius 1 km, untuk menyatakan keberadaan kios Anda antara lain mealui penyebaran brosur yang memuat nama kios, alamat, nomer telpon, produk yang dijual, serta layanan jasa yang diberikan, dan yang terpenting harus memuat penawaran khusus (contoh: ada diskon, harga murah, dapat hadiah untuk pembelian dengan jumlah tertentu dalam 1 bulan, stok tersedia, layanan antar, dan lainnya)

Penawaran dewasa ini biasanya menonjolkan harga produk yang bersaing, kemudian produk yang dijual juga harus memiliki nilai tambah, seperti hadiah dan pelayanan SDM yang profesional. Untuk anda yang memilih area atau lokasi usaha yang dimana kios seluler anda sudah menjamur menjual produk yang sama, Anda perlu membangun komunitas pelanggan agar pelanggan menjadi loyal. Ciptakan kedekatan pribadi dengan konsumen dan ciptakan “member get member” atau pemasaran “dari mulut ke mulut”. Tidak perlu mengambil untung banyak, asal permintaan meningkat, maka omset yang diperoleh pasti banyak.

Lokasi Usaha

Hal lain yang harus diperhatikan selain pemasaran terencana, calon penjual juga harus memperhatikan lokasi usaha sebagai kunci sukses berbisnis handphone. Salah satu tempat yang mampu mendongkrak penjualan adalah mall atau pusat perbelanjaan. Alasannya karena orang yang datang ke pusat perbelanjaan ini bertujuan untuk berbelanja dan mencari barang kebutuhannya. Jika kios di mall, maka posisi kios yang berada di jalan masuk atau dekat eskalator memudahkan orang untuk meihat lokasi kios. Selain di mall, beberapa tempat strategis lain yang bisa dipilih diantaranya adalah di perempatan jalan dimana 80% orang yang melintas adalah pejalan kaki, atau bisa juga di tempat naik/turunnya kendaraan serta di mulut gang perumahan.

Selain itu, pilih saat yang tepat ketika Anda akan membuka usaha penjualan handphone, misalnya menjelang lebaran, liburan sekolah, karena pada masa itu penjualan akan naik luar biasa, bahkan bisa mencapai 100%.

Tips Untuk Pemula

Bagi anda yang ingin terjun di usaha penjualan handphone murah sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, faktor harga sangat menentukan. Untuk itu pilihlah vendor handphone murah yang benar-benar memberikan harga murah, sehingga bisa memperoleh keuntungan yang lumayan besar. Kedua, harus menyediakan fasilitas after sale atau layanan purna jual. Ini sangat penting, dikarenakan servis handphone murah tentu kualitasnya berbeda dengan handphone mahal. Biasanya pelaku usaha handphone murah memperhatikan produk saja namun mengabaikan after sale service. Ketiga, pedagang servis harus memiliki pengetahuan servis yang bagus atau menyediakan teknisi yang handal di tokonya. Jadi, para pedagang paling tidak harus mengetahui penggunaan dan mampu menerangkan kelebihan fitur yang dimiliki jenis handphone yang dijualnya. Atau jika penjual tidak mengerti, maka hendaknya menyediakan karyawan atau teknisi servis.

Usaha Perlengkapan Bayi Inovatif

Desember 10, 2010 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Berdasarkan data statistik dari Badan Pusat statistik (BPS), tiap tahun jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta bayi. Hal ini menunjukkan prospek usaha yang mendukung kebutuhan bayi dan balita juga tetap cerah, karena sudah menjadi kebutuhan wajib yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Prospek usaha ini juga sangat cerah karena kebutuhan perlengkapan bayi dan balita tidak mengenal musim, terutama untuk produk yang menunjang aktivitas seperti popok bayi dan pakaian bayi. Produk furniture maupun gendongan bayi juga tetap prospektif, mengingat usia pemakaiannya tidak dalam waktu lama, sehingga selalu ada konsumen baru yang membutuhkan.

Jenis produk perlengkapan bayi dan balita bisa dikelompokkan menjadi empat kategori. Pertama, baju bayi, termasuk popok; kedua, bedding (tas, selimut, bantal, gendongan); ketiga, aksesoris (dot, mainan, botol susu, bedak); dan keempat adalah furniture.

Dengan diberlakukannya perdagangan bebas Cina-ASEAN (China-ASEAN Free Trade Agreement/CAFTA) sejak 1 Januari 2010 membuat banyak produk asal Cina dan produk impor lain asal amerika dan Eropa yang menyerbu pasar lokal. Persaingan pasar yang sangat ketat ini karena banyak merek baru yang beredar, apalagi untuk yang menyasar pada pasar kelas bawah, karena produk impor cina umumnya menyasar segmen menengah kebawah. Karena itu produk lokal harus pintar-pintar bersaing dengan menawarkan kelebihan produk atau inovasi.

Inovasi

Agar pelaku usah bisa selalu eksis, inovasi memang sangat menunjang perkembangan usaha. Seperti misalnya popok kain. Jenis popok ini merupakan salah satu produk perlengkapan bayi yang belum terlalu banyak pelakunya dibandingkan dengan popok sekali pakai. Inovasi ini menghadapi persaingan ketat dengan produk impor Cina, dengan menggunakan bahan penyerap (microfiber) sama seperti produk Eropa yang daya tampungnya 250 cc, sedangkan produk cina rata-rata hanya 170 cc. Kualitas benang untuk menjahit popok juga berbeda dari yang digunakan popok kain dari Cina, yaitu menggunakan benang micro bahan polyester yang terdiri dari dua jenis yaitu FDY kelas 2 dan DTY.

Produk popok kain seperti ini tahan air, karena bahan popok dibagian luarnya berupa Polyester Knit yang dilapisi dengan Polyuretane. Bahan ini bersifat tahan air. Laisan berikutnya adalah bahan penyerap dari bahan microfiber (polyester 80% dan Polyamide 20%). Nampak seperti handuk biasa tapi berbeda, daya tampungnya tujuh kali dari beratnya. Lapisan dalam disebut microfleece yang menyentuh permukaan kulit. Bahan microfiber dimasukkan ke kantung antara Polyester Polyuretane Laminated (PUL) dan microfleece.

Segmen Pasar

Pelaku usaha yang ingin terjun di bisnis ini harus menentukan dulu segmen pasar yang akan dijadikan target pasar. Saat ini pasar menengah atas belum seketat kelas menengah bawah, sehingga pelaku usaha bisa membuat produk yang menyasar segmen pasar menengah sampai kelas atas, namun dengan membuat inovasi.

Strategi Pemasaran

Untuk memperkenalkan produk ke pasar, bisa dilakukan dengan memasang iklan lewat media cetak nasional, maupun internet. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti pameran mencari reseller, serta menawarkan produk ke toko perlengkapan bayi yang berlokasi di pusat-pusat perbelanjaan, sehingga produk akan lebih cepat dikenal masyarakat. sebaiknya dalam menjalankan usaha diterapkan sistem pembayaran cash, tanpa konsinyasi untuk menjaga perputaran modal.

Paling Untung

Dari berbagai jenis perlengkapan bayi dan balita yang paling banyak diminati adalah produk yang banyak digunakan untuk aktivitas bayi dan balita sehari-hari, seperti pakaian dan popok bayi. Bahkan untuk pakaian bayi permintaannya paling tinggi dibandingkan produk lain.

Sedangkan produk yang berpeluang untuk menghasilkan keuntungan besar adalah furniture bayi dan balita yang menampilkan inovasi dalam hal fungsi, yaitu satu produk bisa dugunakan lebih dari satu fungsi, misalnya ranjang bayi yang multifungsi karena dilengkapi dengan changing table atau meja tambahan berukuran 50 x 70 cm yang berguna sebagai tempat mengganti popok bayi.

Berminat mencoba???

Usaha Perlengkapan Musim Hujan

Desember 8, 2010 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Dimusim hujan seperti sekarang ini ada beberapa perlengkapan perlindungan hujan yang wajib dimiliki. Sebut saja payung, jas hujan ataupun sarung sepatu. Perlengkapan ini menjadi kebutuhan wajib yang harus dimiliki setiap orang. Terutama bagi mereka yang bekerja di lapangan.

Persaingan

Usaha perlengkapan musim hujan ini berprospek cerah. Hal ini karena pelaku usaha yang terjun di usaha ini belum banyak. Kalaupun ada pesaing, itu dari produk-produk Cina saja. Walaupun demikian, produk lokal akan jauh lebih unggul karena memahami kebutuhan dan kemauan pasar. Biasanya produk Cina dibuat dengan desain standar dan seadanya.

Karena itu, untuk menyiasati agar bisa memenangkan pasar, maka para pelaku usaha harus memberikan terobosan berarti agar produk yang dibuat bisa memenangkan pasar. Jika umumnya pembuat jas hujan hanya menggunakan bahan parasut, maka bisa di inovasikan dengan menggabungkan tiga bahan dasar yaitu PVC (polyvinyl coated), parasut, dan taslan. Hal ini membuat jas hujan ini tidak mudah robek dan tidak tembus air, karena kerapatan porinya mencapai 3000 mm, mudah dilipat dan sangat lentur atau fleksibel sehingga sangat nyaman saat dipakai. Bahkan jas hujan yang villager ini tahan zat asam yang berasal dari air hujan dan bahan kimia seperti oli atau kimia lainnya seperti cuka.

Strategi Marketing

Walaupun persaingan usaha ini belum ketat, tapi pelaku usaha harus memiliki strategi khusus agar produk yang dibuat dikenal dan laku dipasaran.Seperti misalnya memasarkan payung sebagai media promo perusahaan-perusahaan besar. Dengan menyasar pasar korporasi membuat omset jauh lebih mudah didulang daripada menjual ritel.

Selain dari jaringan pertemanan, dalam mengenalkan produk juga bisa dilakukan melalui internet. Dengan modal yang tidak besar untuk berpromosi di internet, pelaku usaha ini bisa menjaring klien.

Beberapa strategi marketing yang bisa dilakukan pelaku usaha agar dapat bersaing secara sehat adalah: Pertama, jika Anda pelaku usaha baru dan harus menghadapi pelaku besar yang telah dikenal terlebih dahulu, sebaiknya Anda memperkuat branding (merek) produk yang dibuat. Caranya bisa melalui promosi melalui pameran, menjual produk ke beberapa toko perlengkapan motor, membuka toko sendiri hingga bekerja sama dengan distributor dan agen di daerah. Diperlukan biaya dan waktu yang tak sigkat memang, namun langkah ini yang dilakukan oleh para pelaku usaha baesar.

Jika anda kreatif, bisa saja membuat baju, kemeja, spanduk yang diberikan pada agen, toko, distributor apabila membeli produk yang Anda jual dalam jumlah tertentu. Diharapkan merchandise tersebut digunakan saat berjualan. Langkah lainnya adalah beriklan pada media cetak yang disesuaikan dengan segmentasi yang akan dituju.

Kedua, jika Anda telah memilikibranding yang kuat dan produk tersebar ke beberapa agen, distributor dan toko, anda bisa melakukan strategi yang disebut dengan memecah segmen. Maksudnya Anda membuat dengan merek yang sama namun kualitas dan harga jual yang berbeda. Cara ini terbukti mampu menjaring pasar lebih luas.

Ketiga, buat produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Idealnya Anda membuat produk dengan kualitas safety (keamanan) dengan bahan yang nyaman saat digunakan. Langkah ini cukup mujarap apabila Anda menyasar konsumen kelas menengah atas. Namun sayang, untuk kelas menengah bawah sampai saat ini pertimbangan harga terjangkau masih menjadi prioritas dalam memilih suatu produk. Dengan demikian perlu dipertimbangkan antara harga dan kualitas agar produk yang dibuat tidak hanya terjangkau tapi juga mumpuni.

Perbarui Desain

Walaupun strategi marketing yang jitu telah diterapkan, kualitas produk tetap menjadi nilai utama yang wajib diperhatikan. Mengingat bisnis ini begitu ketat persaingannya, maka agar bisa meraih konsumen diperlukan desain baru yang mengikuti tren. Seperti membuat jas hujan yang tampak lebih feminim model dan warnanya, atau membuat jas hujan karakter khusus pangsa pasar anak-anak.

Tidak hanya itu, perlu juga membuat payung dengan desain-desain khusus yang dibuat customized. Jika memasuki musim hujan, para pelaku usaha harus jeli melihat pasar dengan permintaan perlindungan hujan yang tinggi seperti sarung sepatu anti air dan jaket anti air.

Usaha Berbahan Limbah

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Sejalan dengan kondisi ekonomi dan tingkat persaingan yang semakin tinggi, kini banyak orang mencari alternatif usaha yang berbeda agar bisa meraih konsumen sendiri. Salah satu usaha yang kini berkembang adalah usaha pengolahan limbah menjadi produk yang fungsional dan memiliki daya jual tinggi. Berbagai limbah kini dapat dimanfaatkan, misal saja kaca, plastik seperti botol gelas dan plastik pembungkus detergen. Apalagi saat ini isu pemanasan global dan kawasan hijau banyak didengungkan masyarakat dunia dan ini mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk menghargai bahan-bahan sisa/limbah. Nah, kini saatnya cukup tepat bagi para produsen untuk kembangkan usaha berbahan bekas yang tak bernilai itu.

Prospek Cerah

Menurut M Baedowy, praktisi recycle industry mengatakan prospek usaha berbahan limbah saat ini sangat bagus karena persaingannya tidak terlalu berat meski kini usaha serupa banyak berkembang. Meskipun demikian masih cukup banyak orang menganggap bahan baku sisa itu tak layak digunakan atau diolah karena kurangnya pengetahuan pengolahannya. Disisi lain, kondisi yang berkembang dimasyarakat bergeser yang tadinya memanfaatkan bahan baku sisa untuk membantu masalah lingkungan kini bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha. Membutuhkan keterampilan yang tinggi untuk mampu mengubah barang yang tak layak pakai menjadi barang yang lebih fungsional. Melihat inilah Baedowy menjadi salah satu pelopor pengolah limbah plastik menjadi bijih plastik yang mampu diolah kembali menjadi barang berguna lainnya.

Senada dengan itu, Muhammad Chordi, pemilik Reka Cipta Manik, rumah kerajinan aksesoris kalung dan gelang menuturkan bahwa kini bukan hanya limbah plastik yang bisa didaur ulang, limbah kaca dari botol minuman dan parfumkini juga bisa disulap menjadi berbagai aksesoris cantik yang menghasilkan omset yang besar.

Menurut Rahayubudi, konsultan produk kerajinan di Departemen Perdagangan, usaha berbahan baku limbah kini sudah berkembang dan bervariasi. Jika dulu masyarakat kurang tahu berbagai macam limbah, hanya sebatas pengolahan limbah plastik, kini aneka aksesoris dari limbah kaca dan bungkus pasta gigi juga sudah bisa dijadikan produk yang dijual dan bisa mendatangkan penghasilan yang menguntungkan. Ia menambahkan, semua usaha berbahan baku limbah jika diolah dengan baik mempunya i prospek yang besar, yang pasti produk-produk inovasi mempunyai prospek kedepannya lebih bagus. Sementara saat ini, produk yang masih sangat diminati masyarakat ialah yang unik, lucu dan fungsional.

Inovasi

Persaingan yang semakin banyak dalam usaha pangolahan limbah secara langsung mempengaruhi segi kreativitas dan inovasi masing-masing pelaku usaha pengolahan limbah ini. Aswin Aditya, pemilik Plastic Work, usaha kerajinan dari limbah plastik dan bekas wadah pasta gigi memutar otak mengolah limbah tersebut menjadi barang yang fungsional seperti payung dan tas. Dengan tingkat kreativitas yang tinggi tak heran banyak hasil kerajinan berbahan dasar limbah tak hanya mampu menembus pasar domestik namun juga merambah pasar manca negara.

Bahan Baku

Meningkatnya jumlah pengolah dan pemanfaatan limbah untuk kerajinan dan daur ulang lainnya, kini potensi pengolahan juga semakin besar untuk dikembangkan. Chordi menuturkan untuk mendapatkan bahan baku limbah kaca Ia biasa mendapatkannya dari daerah Cirebon, Karawang, dan Tangerang. Jika Chordi mengolah sendiri limbah kaca menjadi bijih kaca dan mendaur ulang menjadi berbagai manik untuk aksesoris. Begitu juga dengan Baedowy yang lebih fokus pada penglahan limbah menjadi bijih saja tanpa memproduksinya lebih lanjut menjadi produk baru berbahan dasar limbah tersebut.

Ternyata berbagai limbah plastik dan kaca tersebut tidak hanya bisa didapat dari supplier dibeberapa titik penampungan limbah didaerah dekat pabrik namun kini pengerajin dari limbah bisa mendapatkanbahan sisa tersebutantara lain di Pasar Cisauk, Pasar Kemis dan Pondok Aren, Tangerang Banten.

Keuntungan Besar

Meski usaha yang dijalankan berhubungan dengan bahan limbah, namun jika menilik bisnia yang dijalankan tentunya menarik minat untuk mengikuti jejak usaha ini. Berbagi kreativitas seni pada hasil pengolahanlimbahpun mempu mendulang keuntungan yang tidak kecil seperti Chordi yang menerima keuntugan 40% dari hasil produksi aksesoris di Reka Cipta Manik yang memasarkan produk kalung, gelang, dan aneka hiasan dari harga Rp.25 ribu – Rp.250 ribu perbuah. Keuntungan yang lebih besar diterima Aswin hingga 50% dari penjualan produk daur ulang bahan sisa menjadi payung dan tas dengan kisaran harga antara Rp.80 ribu – Rp.350 ribu tiap buahnya. Menurut Rahayubudi, angka ini sebenarnya bisa lebih besar jika produsen mampu menguasai pasar dan mampu mempersingkat jalur distribusi langsung ke end user.

Usaha yang menguntungkan ini bisa dirintis dengan belajar otodidak dari hasil kreasi sendiri, belajar dengan melihat produk lain, atau diperoleh melalui lembaga kursus keterampilan tertentu. Asal bisaberkreasi, mampu berinovasi dan terlebih mampu mampu melakukan pemasaran yang baik, produk-produk hasil olahan bahan sisa/limbah bakalan bisa laku dipasaran. Nah, apakah Anda tertarik memulai usaha ini ?

* Dari berbagai sumber

Kategori:Kebutuhan Umum