Video Step By Step Usaha Ternak Ayam Kampung

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Anda berminat untuk menekuni usaha ternak ayam kampung? Walaupun beternak ayam terlihat tidak begitu sulit, namun nyatanya pada pengaplikasiannya tidak sesederhana itu. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi untuk bisa membuat usaha berjalan dengan baik.

 Syarat-syarat mengenai cara memilih bibit ayam yang baik, pemberian pakan, suhu kandang, hingga analisa biaya serta estimasi profit yang akan Anda dapatkan.

Silahkan simak video berikut ini:

Kategori:Uncategorized

Sayuran Jepang

Oktober 31, 2013 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Sayuran Jepang merupan jenis sayur-sayuran yang memang berasal dari Jepang, namun sejak beberapa waktu kebelakang, peminatnya di Indonesia semakin bertambah seiring dengan semakin maraknya resto yang menyajikan menu masakan Jepang. Ditambah lagi banyak orang-orang Jepang serta Korea yang bermukim di Indonesia yang ingin merasakan masakan khas negaranya.

Jenis sayuran Jepang yang dibudidaya di Indonesia sangat variatif. Mulai dari Bayam Jepag, Terog Jepang, Lobak Jepang, Timun Jepang, Labu Jepang, Toge Jepang, Bawang Daun, Kabcha, Sawi Jepang, dll. Semuanya bisa ditanam di iklim Indonesia. Namun tingkat kebutuhan pasar jelas berbeda pada setiap varian. Berdasarkan permintaan pasar, biasanya permintaan dibagi menjadi 2 musim. Pada musim hujan, umumnya masyarakat lebih menyukai jenis sayuran dau, dan pada musim kemarau/panas, masyarakat lebih banyak menyukai sayuran umbi, seperti lobak dan lainnya.

Jenis sayuran ini sebenarnya sangat berpoteni untuk kebutuhan ekspor, namun karena belum banyak pelaku usaha yang mampu memenuhi permintaan secara rutin dalam jumlah banyak. Kondisi ini otmatis menciptakan peluang bagi para pelaku usaha, karena persaingan belum begitu ketat. Terlebih sayuran jenis ini termasuk jenis sayuran yang berkualitas baik secara rasa maupun ketahanan, sehingga bisa membidik pasar kalangan atas yang memiliki daya beli tinggi. Terbukti hingga saat ini banyak sekali pelaku usaha yang membidangi sektor ini kewalahan memenuhi permintaan pasar. Karena belum banyak persaingan, maka produsen sayuran bisa menentukan harga sendiri, dan harganya pun tidak fluktuatif.

Haga sayuran Jepang ini bisa mencapai 3-5 kali lipat harga sayuran lokal. Kalaupun ada naik-turun harga, tetap saja masih lebih tinggi daripada ongkos produksi. Namun untuk menghasilkan produk berkualitas serta kontinyu, maka disarankan untuk membangun jaringan mitra atau membuat inti plasma agar kegiatan agribisnis bisa terus beroperasi.

Pada umumnya, karakter sayuran Jepang sama dengan sayuran untuk menu khas Eropa dan Amerika. Bisa hidup di dataran tinggi juga di dataran rendah. Untuk tanaman jenis umbi misalnya, lebih cocok ditanah di dataran tinggi dengan ketinggian minimal 800 mdpl, sedangkan sayuran lebih cocok ditanam di dataran dengan ketinggian antara 300-700 mdpl.

Untuk jenis tanaman sayuran sebenarnya sudah diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada tahun 1600-an. Jenis tanaman sayuran hingga saat ini sudah menjadi kultur masyarakat pegunungan untuk memenuhi permintaan dari masyarakat perkotaan. Hanya saja untuk masyarakat dan restoran Jepang pada khususnya menuntut kualitas lebih tinggi dari rata-rata, sehingga tidak semua petani mampu memenuhinya.

Sayuran Jepang saat ini lebih banyak dipasarkan untuk memenuhi permintaan resto dan swalayan khas Jepang, namun bisa juga dilempar untuk pasar umum. Untuk memperluas pemasaran sebaiknya pelaku usaha sering mengikuti pameran agribisnis atau menjalin hubungan dengan Dinas Pertanian, atau juga dengan menggunakan media internet.

Dalam pengiriman, jika pelaku usaha tidak memiliki mobil pengangkut yang dilengkapi cold storage, bisa disiati dengan melakukan pengiriman pada malam hari. Bisa juga dengan menggunakan styrofoam yang berisi es batu, sehingga sayuran tetap segar. Hal ini karena sayuran akan cepat layu pada suhu biasa. Bagi pemula, ada baiknya untu memulai sebagai supplier agar bisa memilii jaringan serta memahami betul seluk beluk produksi serta celah pasar, baru kemudian terjun sebagai produsen.

Namun, dengan segala potensi yang dimiliki sektor sayuran Jepang ini, kendala penyediaan benih serta SDM masih menjadi masalah. Benih hingga saat ini masih didatangkan langsung dari Jepang, dan harganya mahal. Untuk hal ini sekarang sedang diupayakan untuk pembibitan sendiri. sedangkan mengenai SDM, karena saat ini memang dunia pertanian kurang diminati oleh generasi muda. Hahaha… Kendaa terakhir nampaknya menjadi kendala klasik. “Kamu kalo sudah besar jangan jadi seperti Bapak ya (petani)”. Padahal menjadi petani sekarang ini sangat berpeluang meahirkan orang-orang sukses..

So.. Berminat? Omset hingga ratusan juta dengan asumsi keuntungan mencapai 40% dalam setahun bisa anda raih diidang ini..

// <![CDATA[
document.write(‘‘);
// ]]>

http://cpm.edomz.com/0?z=66&pl=20052

Perlengkapan Bayi

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Jika ada yang bertanya usaha apa yang mempunyai arus perputaran yang cepat, mungkin salah satunya adalah usaha perlengkapan bayi. Yup. Pertumbuhan penduduk yang terus bertambah memang terus menciptakan banyak sekali peluang usaha yang layak dijalankan. Salah satunya ya usaha perlengkapan bayi. kehadiran buah hati tentu akan disambut dengan suka cita dan dinantikan oleh kedua orang tua dengan mempersiapkan berbagai pernak-pernik kebutuhan buah hati sebaik mungkin.

Disadari atau tidak, bayi dan anak-anak memiliki kebutuhan yang lebih daripada dewasa. Misal saja untuk kebutuhan sepetu. Bayi memerlukan sepatu yang nyaman dan tidak menimbulkan alergi, tentu saja dengan desain yang menarik pula. Hal ini membuat para orang tua tidak segan-segan mengeluarkan budget lebih untuk memenuhi kebutuhan buah hatinya.

Kulit bayi adan anak memang terbilang sensitif ketimbang orang dewasa. Hal ini membuat segala pernak-pernik serta kebutuhan bayi lainnya dibuat menggunakan material dengan kualitas baik serta memiliki sifat lembut dan halus untuk menjaga kulit sensitif, karena penggunaan bahan yang tidak tepat bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Selain dari segi bahan, kenyamanan dalam dalam penggunaan produk juga penting untuk diperhatikan. Apa kita merasa nyaman dengan produk semisal gendongan bayi untuk menggendong buah hati kita? Hmmm.. Jika kitas endiri merasa tidak nyaman, tentu produk tersebut juga tidak nyaman bagi konsumen. Praktis, nyaman, bahan baik. Jika tiga syarat tersebut terpenuhi, maka besar kemungkinan produk yang anda jual akan laku keras.

Perlengkapan bayi yang sedang banyak dicari sekarang ini umumnya eksklusif dengan tampilan berbeda dengan produk sejenis di pasaran lokal maupun impor. Tentusaja dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk impor, serta mengutamakan penampilan serta kenyamanan. Ini yang akan mampu membuat pelaku usaha mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan.

Diantara banyak produk perlengkapan bayi, beberapa yang banyak dicari saat ini seperti misalnya popok bayi berdesain celana. MEnggunakan bahan beludru, katun serta kain flanel. Produk lainnya seperti celana latihan pipis, batal menyusui, bedong instan, gendongan bayi, dll.

Dalam pemasaran produk, sebagian besar pelaku usaha masih banyak menggunakan kesempatan pada sebuah event pameran serta melalui penjualan secara online. Lalu metode reseller juga masih menjdi pilihan. Kebanyakan para reseller serta pelanggan mengenal produk-prodk yang ditawarkan melalui pameran serta secara online. Hmm… Lagi-lagi metode online memang masih sangat bisa diandalkan dalam berbagai bidang usaha..

Oke.. Tertarik untuk terjun ke bidang usaha ini?

Media Jejaring Sosial (Public Relation Masa Kini)

September 30, 2013 1 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Komunikasi. Di era sekarang, komunikasi menjadi sangat penting. Jauh lebih berperan dalam menentukan pemenang pada setiap aspek usaha. Pergeseran-pergeseran standar pada beberapa segi dalam bidang usaha seiring pesatnya teknologi membuat para pelaku usaha dituntut untuk terus melakukan inovasi dengan lebih cepat dibanding masa-masa sebelumnya.

Jika sebelumnya media surat menyurat menjadi begitu adidaya menguasai lini telekomunikasi selama beberapa ratus tahun, era itu kemudian bergeser ketika pertama kali ditemukan telepon. Hampir disetiap jenis usaha, piranti telepon adalah sebuah alat wajib untuk mempermudah komunikasi. Tapi semua itu juga punya masa jaya, lalu beralih pada hal lain yang lebih canggih ketika internet mulai dikenal masyarakat.

Sekarang ini penetrasi pasar tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara lama. Promo-promo harus dilakukan menggunakan metode baru yang kreatif. Harus kita akui, sekarang adalah era internet. Jadi jika kita ingin survive, mau tidak mau kita juga harus menguasai dunia maya. Terlebih sekarang internet sudah bisa dinikmati hampir disetiap rumah di Indonesia, artinya dengan menguasai dunia maya, kita bisa melakukan penetrasi pasar kesetiap rumah, langsung, tanpa kita harus mengeluarkan tenaga ekstra. Hal ini bisa dilakukan, karena kita tidak hadir secara fisik, namun hanya berupa informasi di internet, dan informasi yang kita posting bisa diakses oleh calon pelanggan.

Pada dunia maya, ternyata juga punya masa kejayaan masing-masing. Jika dulu situs-situs resmi dibuat sebagai kantor virtual, begitu resmi, kaku. Super formal. Sekarang paradigma itu sudah lama ditinggalkan. Orang-orang sekarang tidak lagi tahan dengan yang serba formal. Orang-orang sekarang lebih suka berinteraksi langsung dengan “manusia”, buka cuma sekedar mensin penjawab telepon. Buktinya? Banyak..

Dari sekian banyak situs yang beredar di internet, situs apa yang paling sering dikunjungi? Yup. Jawabannya sudah pasti situs jejaring sosial. Situs-situs ini adalah rajanya internet. Situs ini bisa sukses karena secara langsung telah memenuhi salah satu kebutuhan utama kita sebagai makhluk sosial, yakni untuk saling berkomunikasi. Jutaan orang terhubung lewat media sosial ini. Mereka bisa berinteraksi langsung dengan orang lain secara “langsung”. Ini yang menjadi kunci sukses.

Jejaring sosial menjadi begitu sukses menghapus semua dinding jarak antar tiap individu, termasuk antara produsen, distributor serta konsumen. Kesuksesan para pelaku usaha yang aktif memanfaatkan jejaring sosial sebagai salah satu media usaha sudah banyak kita dengar ataupun kita baca. Ada cerita sukses dari produk KERIPIK MA ICIH, KERIPIK KARUHUN, BROWNIES AMANDA, dll. Mereka adalah brand yang tumbuh pesat lewat media jejaring sosial.

Salah satu kunci sukses penggunaan media jejaring sosial dalam sebuah usaha adalah komunikasi. Berbeda dengan situs internet biasa yang terkesan kaku dan penyampaian informasi produk sama sekali tidak menggunakan komunikasi dua arah, situs jejaring sosial memungkinkan kosumen untuk berinteraksi secara langsung dengan admin akun perusahaan bersangkutan secara real time. Jadi seperti percakapan langsung antara pemilik usaha dengan konsumen. Tanpa batas jarak dan formalitas. “Saya malah kadang pernah juga melayani pembeli secara online ketika saya sedang beraktifitas dengan keluarga dirumah” ujar salah satu kawan lama yang sekarang sukses menjalankan usaha distro di Bandung.

“Caranya gampang kok, ga ribet. Kan ini bukan kantor, jadi komunikasi sama pelanggan itu ya seperti obrolan biasa aja. Saya malah sangat menghindari bahasa formal atau penetrasi berlebihan. Ngalir aja. Kita juga kalo di mall kadang suka risih kalo didatangi salesman/women yang nawarin barang terus maksa. Di jejaring internet juga sama. Kita jangan memaksa. Posting kalo bisa berupa bahasa sharing, bukan penawaran. Saya jamin, akun penjual yang isinya cuma foto produk dan nomer telepon itu ga akan dilirik konsumen” tambahnya lagi.

Banyak sekali orang-orang yang sekarang telah beralih pada media jejaring sosial untuk memperkenalkan dirinya, dengan berbagai latar belakang alasan tentunya. Ada yang memanfaatkan untuk kepentingan politik (karena bahkan sekarang Presiden juga ternyata memiliki akun resmi di Twitter), eksistensi, ekonomi, sosial, dll. Ketika sekarang semua orang beralih pada jejaring sosial untuk kebutuhan komunikasi, lalu anda merasa usaha anda tertinggal dari segi komunikasi serta promo pada masyarakat sebagai konsumen anda, mungkin ini saatnya anda melirik jejaring sosial.

Pelaksanaannya tidak serumit yang anda bayangkan jika sudah terjun ke dunia maya. Jika ternyata anda memang memiliki jadwal yang padat sehingga tidak ada waktu untuk mengurusi jejaring sosila usaha anda, sekarang ini sudah banyak sekali tenaga-tenaga freelance yang bisa anda sewa untuk mengurusi akun jejaring sosial perusahaan anda. Mudah bukan?

Mengenai tips seputar penerapan media jejaring sosial sebagai media usaha bisa di baca pada artikel kami mendatang🙂

Kategori:Informasi Umum

Pengusaha

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Ada yang bilang menjadi pengusaha itu adalah bakat dari orang tua. Hmm… Mungkin masuk akal, karena memang lazimnya seorang anak dari seorang pengusaha biasanya akan meneruskan usaha orang tuanya. Tapi saya pribadi menolak pendapat itu. Menurut saya pengusaha itu terbentuk–oleh lingkungan. Bukan dilahirkan. Tidak pernah saya dengar ada yang bilang “Telah lahir pengusaha muda di RS Anu dengan berat badan sekian, panjang sekian, dan kelak akan menjadi pengusaha kayu terbesar di Indonesia”. Pernah dengar yang seperti itu? Saya yakin tidak.

Kelas-kelas manusia-manusia dalam mencari penghasilan saya bagi menjadi 3 kategori. Pertama, orang yang menetap bekerja pada orang lain atau sebuah perusahaan. Orang tipikal ini adalah orang-orang yang dibayar secara periodik oleh perorangan atau perusahaan yang memanfaatkan tenaga mereka. Sekilas orang-orang ini menempati “posisi aman”. Mereka secara rutin sudah memiliki jam kerja mereka sendiri, juga secara otomatis memiliki income tetap. Terlepas mereka adalah karyawan rendah, manager, direktur. Mereka adalah pekerja.

Kedua, orang yang tidak punya pekerjaan tetap. Percaya atau tidak, kategori ini adalah jumlah mayoritas dari keseluruhan jumlah masyarakat di Indonesia. Mereka bekerja serabutan, dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu bidang kerja ke bidang kerja lainnya. Ini bukan hal mudah tentunya, karena mereka dituntut untuk memiliki keterampilan dalam banyak hal.

Ketiga, para pengusaha. Orang-orang ini yang menurut saya adalah orang-orang tangguh yang menyanggupi untuk menanggung resiko. Pada dasarnya mereka bisa saja berawal sebagai karyawan, bisa juga sebagai pekerja serabutan. Bedanya, para pengusaha ini mampu melihat peluang dan memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya.

Jadi pengusaha itu adalah sebuah pilihan diantara beberapa pilihan dalam mencari penghasilan. Seperti kebanyakan orang Indonesia, opsi pertama untuk mendapatkan penghasilan adalah dengan bekerja pada orang lain atau sebuah perusahaan yang mampu memberi mereka gaji, baik harian, mingguan atau bulanan. Apapun, asalkan mereka mendapatkan penghasilan atas apa yang dikerjakan. Jika pilihan tersebut meleset akhirnya mereka menjadi pekerja serabutan. Opsinya pendek.

Berbeda dengan pengusaha. Meski mungkin awalnya mereka memulai karir mereka sebagai pekerja, namun mereka tidak pernah sedikitpun ingin menjadi pekerja. Itu sama sekali bukan tujuan akhir mereka. Tujuan akhir mereka adalah sejauh mimpi mereka. Tujuan akhir mereka selalu semakin jauh ketika satu tujuan telah tercapai. Artinya mereka tidak pernah merasa puas atas pencapaian yang mereka peroleh.

Well.. Anda termasuk yang mana nih?

Kategori:Uncategorized

Budidaya Kedelai Lokal

September 19, 2013 1 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Kedelai merupakan tanaman jenis kacang yang sangat vital pada industri tahu, tempe, kecap, serta bahan olahan kedelai lainnya. Di Indonesia, tanaman ini banyak tumbuh dan relatif cukup mudah didapat, namun anehnya masyarakat lokal justru lebih memilih kedelai impor. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh harga kedelai impor yang relatif lebih murah dan pasokannya juga lebih mencukupi ketimbang kedelai lokal.

Sebenarnya kegiatan impor memang perlu, dan tidak bisa dihentikan begitu saja. Semua mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagi produsen tempe, kedelai impor lebih disukai, karena menghasilkan volume tempe yang lebih besar, sehngga dinilai lebih menguntungkan. Tapi sebaliknya, produsen tahu lebih memilih kedelai lokal, dengan alasan volume tahu yang dihasilkan kedelai lokal lebih tinggi ketimbang kedelai impor. Jadi jika melihat alasan tadi, sebenarnya impor juga masih sngat diperlukan, tanpa harus mengesampingkan produksi kedelai lokal. Hanya saja besar kemungkinan oknum pemerintah ini terus menerus mengijinkan impor demi “amplop” dari para importir. Mungkin..

Meski masyarakat sedang gandrung komoditi impor, terutama disini adalah kedelai, sedikit yang mengetahui bahwa kebutuhan kedelai nasional saat ini (2013) mencapai 2,2 juta ton pertahun—sumber dari Badan Pusak Statistik—sedangkan angka impor hanya sekitar 1,3 juta ton pertahun. Dengan hasil produksi kedelai nasional sebesar 850 ribu ton pertahun, jelas pangsa pasar budidaya kedeai ini masih sangat besar. Terlebih saat ini harga kedelai impor lebih tinggi dibanding kedelai lokal. Yang tadinya kedelai impor dijual Rp.3.000/kg, saat ini bisa mencapai Rp.8.000/kg. Hmmm… Selisih yang menarik bukan?

Kedelai di ikilim tropis memang tidak bisa tumbuh sebaik di negara-negara empat musim, karena umumnya negara-negara ini mempunya panjang hari hingga 17 jam. Produksi yang bagus itu menyebabkan harga kedelai impor lebih murah dari kedelai lokal. Namun dengan kondisi Dolar yang berada di angka Rp.11.000/dolar, harga kedelai impor juga otomatis ikut melambung. Baiknya, kekurangan pasokan kedelai impor ini diimbangi dengan peningkatan produksi kedelai lokal.

Kebutuhan lahan budidaya kedelai seluas 1,3 juta hektar sebenarnya bisa di penuhi di Pulau Jawa saja, namun dari sekian banyak lahan yang bisa dimanfaatkan, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa petani lebih suka menanam padi daripada kedelai. Karenanya dibutuhkan metode khusus untuk menanam kedelai di lahan yang seadanya.

Beberapa teknik penanaman kedelai nanti akan saya bahas di artikel selanjutnya. Sabar ya.

 

Produk Promosi Pemilu

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Ada-ada saja cara para politikus untuk meraih simpati masyarakat supaya memilih dirinya pada pemilu legislatif 2014 mendatang. Banyak dari para Caleg ini rela merogoh kocek dalam-dalam untukmemesan sejumlah atribut kampanye seperti baliho, spanduk, serta kaos, juga berbagai pernik yang bisa mereka gunakan untuk memperkenalkan diri mereka pada publik. Budget kampanye ini ternyata mempunyai nominal yang fantastis, mencapai kisaran Rp.300 juta hingga Rp.5 miliar.

Pada masa pemilu sebelumnya, budget sebesar itu biasanya untuk alokasi dana kampaye berupa banner, baliho, spanduk, dll. Namun setelah adanya pembatasan untuk memasang atribut kampanye berupa spanduk, banner serta baliho, kini para Caleg ini lebih tertarik untuk memesan atribut-atribut yang berukuran kecil serta bisa lebih menarik perhatian masyarakat. Yah, cara apapun yang sesuai peraturan KPU, pasti akan mereka maksimalkan. MEngingat untuk mendapatkan kursi di tingkat DPRD saja mereka membutuhkan minimal 3000 suara yang memeilih diri mereka.

Biasanya produk promosi untuk Caleg sebatas pada produk-produk yang sudah sering dijumpai, seperti spanduk, banner, bendera, kaos partai, dll. Namun seiring ketatnya persaingan usaha ini, produk promosi yang dibuat juga semakin berkembang dan mengarah kepada produk fungsional. Hal ini dinilai lebih menarik konsumen, khususnya para caleg, seperti misalnya kerudung, baju rohani, kemeja batik, mug, payung, topi, pin, stiker car branding, garskin handphone, dll.

 Dengan berbagai kreasi yang bisa dikembangkan, segmen pasar satu ini walaupun bisa dibilang musiman, tapi dalam sekali musim keuntungannya bisa mencapai rata-rata 70%. Tinggal bagaimana pengusaha memanfaatkan momen ini.

Kategori:Jasa