Arsip

Archive for the ‘Aneka Tips’ Category

Strategi Jitu Memulai Bisnis Rental Mobil

Februari 22, 2011 7 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Sedikitnya ada 7 langkah penting yang bisa anda lakukan bila ingin mengembangkan bisnis rental mobil sebagaimana yang Anda inginkan, yaitu:

Pertama, pastikan bahwa minat Anda dibidang rental mobil memang cukup besar. Hal ini penting dan sangat mendasar, sebabtanpa minat yang cukup, sebuah bisnis akan terasa sebagai beban bagi pelakunya. Sehingga, dalam aktivitasnya sehari-hari nanti anda akan kekurangan motivasi. Anda merasa tidak ubahnya bagai seorang karyawan yang “terpaksa” bekerja dibidang yang tidak disukai. Akibatnya, ide-ide kreatif yang vital bagi seorang pebisnis menjadi tidak pernah muncul. Kejadian seperti ini sering terjadi pada orang-orang yang membuka usaha secara ikut-ikutan, karena melihat orang lain sukses.

Kedua, pelajari peta bisnisnya. Anda harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang dunia rental mobil. Berapa besar pangsa pasarnya, demografinya, tren selera konsumen saat ini, siapa saja yang menjadi pemimpin pasar dan bagaimana mereka bisa meraih sukses.

Ketiga, cari dan temukan celah-celah peluang ditengah-tengah rimba raya bisnis rental mobil periode terakhir. Jika Anda sudah mempelajari peta bisnisnya, dengan seksama, hal ini tidak akan sukar. Anda akan tahu celah-celah pasar yang masih terbuka untuk digarap. Untuk lebih sistematis menggebrak pasar, Anda bisa berpegang pada sudut pandang sektoral. Misalnya dengan melihat kesempatan berdasarkan “positioning” bisnis, segmen pasar yang akan dibidik dan lain sebagainya.

Keempat, setelah menemukan celah bisnisnya, tiba saat untuk memikirkan bagaimana memberikan nilai lebih yang “unik” kepada para pelanggan Anda. Usahakan bahwa “nilai tambah” itu berupa sesuatu yang “Anda banget”, yang sekaligus sulit untuk di jiplak oleh pesaing, terleih lagi jika pesaing itu adalah pemain lama yang sudah mapan. Sebagai contoh, jika saat ini kebanyakan rental masih menggarap para klien secara sendiri-sendiri, coba anda bangun klub keanggotaan dari rental Anda, dimana para pelanggan mendapatkan berbagai kemudahan dan keuntungan. Tentu masih 1001 macam lagi jenis nilai tambah yang bisa Anda ciptakan. Nah, disini bisa dilihat kreativitas seorang pelaku usaha yang sangat menentukan daya saing.

Kelima, start small. Bila Anda baru bisa memulai bisnis rental dengan 2 mobil saja, justru itu lebih baik. Anda bisameminimalkan resiko di saat-saat awal usaha. Setiap jenis usaha baru, selayaknya dimulai dengan skala kecil. Hal ini juga dimaksudkan untuk masa pengenalan kita terhadap bisnis yang sedang berjalan. Secara bertahap, jika terjadi sesuatu, Anda bisa mengembangkan usaha tersebut dengan hati-hati. Anda tidak perlu melakukan investasi sendirian. Untuk rental mobil, Anda bisa mencari partner-partner, antara lain mereka yang kelebihan mobil dirumahnya yang tidak efektif untuk dibisniskan melalui rental Anda. Atau mereka yang memiliki kelebihan uang, tapi tidak puas memanfaatkannya melalui bunga bank. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa orang-orang seperti itu sangatlah banyak, dan merekalah calon-calon mitra Anda.

Keenam, ciptakan sistem yang handal. Sebuah perusahaan yang sukses, bisa dipastikan memiliki sistem yang baik dan profesional, termasuk sistem pemasarannya. Sistem yang demikian akan menjamin kelancaran roda operasional perusahaan, memberikan kenyamanan dan keamanan pada pelanggannya, serta yang pasti akan memberikan keuntungan pada pemilik usaha sekaligus kesejahteraan para karyawannya. Dengan semua pihak merasakan kesenangan, tidak perlu diragukan lagi bahwa perusahaan yang demikian akan cepat maju.

Ketujuh, bersiaplah untuk jatuh bangun. Jangan pernah bermimpi bahwa sebuah usaha akan bisa dengan mudah mencapai kesuksesan begitu saja. Selalu diperlukan kesediaan pelakunya untuk berkorban , baik tenaga, pikiran, biaya, dan juga perasaan. Tanpa itu semua, kemungkinan usaha Anda akan layu sebelum berkembang.

Iklan
Kategori:Aneka Tips, Jasa

Teknik Budidaya Cabe di Green House

Februari 20, 2011 1 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Syarat Iklim

Cabe bisa ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, sehingga tidak heran para petani cabe menyebar di beberapa daerah seperti Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Cianjur, sepanjang Pantura, Sleman, Magelang, Bantul, Malang, Probolinggo, Padang dan Palembang.

Persiapan Lahan

Pertama-tama lahan kebun yang akan digunakan digemburkan dan dibuat gundukan (bedengan) dengan jarak antar bedengan sekitar 60 cm. Adapun panjang bedengan mulai dari 10-20 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 30-40 cm. Agar kaya akan nutrisi, bedengan ditaburi pupuk kandang 200 kg/hektar. Diantara bedengan dibuat saluran pembuangan air berlebih sehingga tidak mengendap di bedengan yang dapat menyebabkan akar membusuk. Kemudian dibuat green house yang terbuat dari bambu dengan atap plastik ultraviolet (UV). Dengan cara ini , tanaman dijamin cukup terlindungi dibandingkan dengan cara konvensional tanpa green house. Penggunaan plastik UV berpengaruh terhadap proses fotosintesis yang lebih efektif pada daun, melindungi tanaman dari hujan dan menjaga kestabilan suhu udara di bawahnya.

Kemudian plastik mulsa diselimutkan diatas bedengan, lalu dilubangi dengan jarak 10 cm antar tanaman dalam satu baris dan 20 cm antar baris. Jadi dalam 1 bedengan bisa dibuat 3 baris memanjang. Untuk melubangi plastik mulsa bisa menggunakan kaleng bekas diameter 10 cm yang telah di panaskan sehingga plastik gampang berlubang.

Penyemaian

Sebelum cabe ditaman dalam bedengan, benih cabe di semai dalam tray (wadah berbahan plastik untuk persemaian). 1 tray bisa menampung sekitar 100 benih cabe. Agar hasilnya bagus, sebelumnya benih di rendam dalam larutan enzim SolBi 3 tetes yang diencerkan dengan air sebanyak 200 ml mulai dari pukul 8 malam hingga pukul 7 pagi.

Benih-benih yang tenggelam dipilih untuk di tanam dalam tray yang telah di isi media tanam berupa tanah dan pupuk kandang yang halus. Selama penyemaian benih di semprot air sekali sehari dengan spray kecil. Dengan cara ini, bibit kecil dari tray bisa lebih cepat dipindahkan ke bedengan setelah tanaman tumbuh 5 daun dan tinggi 7-8 cm atau selama 15 hari setelah benih ditanam.

Penanaman dan Pemeliharaan

Sebelum di tanam, bedengan dibasahi dengan air. Bibit sebaiknya tidak dicabut, melainkan cukup dengan merenggangkan tray sehingga perakaran tidak rusak ketika ditanam dalam lubang tanam. Selanjutnya, bibit yang telah ditanam disiram 2 kali seminggu, agar kelembaban di bawah mulsa plastik tetap terjaga dan tidak terjadi kebusukan. Sedangkan untuk penyiangan gulma dilakukan 2 kali semasa tanam.

Sementara pupuk sintetis NPK Mutiara (warna biru) atau NPK Cantik (warna putih) diberikan 2 kali sebulan. Pada pemupukan sintetis pertaman ditambahkan enzim SolBi dengan dosis 1 kg pupuk NPK dengan 1 botol (30 ml) SolBi yang dilarutkan dalam 200 ltr air.

SolBi merupakan enzim yang berfungsi menyeimbangkan kandungan unsur hara tanah, sehingga meski ditanam dalam jarak yang sangat rapat, akan tetap terpenuhi nutrisinya. Ukuran cabe yang dihasilkan pun tetap besar dan panjang. Selain itu penambahan enzim yang dilakukan tiap sebulan sekali ini juga dapat memperpanjang masa tanam hingga mencapai 11 bulan dari normalnya 7 bulan.

Yang perlu diperhatikan adalah kelembaban kebun agar terhindar dari penyakit yang biasa menyerang cabe seperti layu fusarium dan patek/antraknosa yang kerap muncul ketika kelembaban tinggi. Sedangkan untuk hama yang sering muncul adalah trips, yakni serangga yang cepat berkembang biak yang dapat diatasi dengan menyemprotkan insektisida merek apa saja.

Panen

Kriteria cabe yang siap panen, yakni dengan tingkat kemerahan sekitar 90% (sebagian besar merah). Panen perdana bisa dilakukan 2 bulan setelah tanam. Cara menanam cabe di green house ini dinilai lebih cepat dibandingkan dengan metode biasa yang baru bisa di panen setelah empat bulan. Buah cabe di petik bersama tangkainya agar ketahanannya lebih lama dalam pendistribusian. Setelah di panen, cabe tidak perlu di cuci karena dengan cari ini tampilan buah sangat bersih. Cabai dimasukkan dalam kardus atau plastik karung.

Dengan cara penanaman seperti di atas, cabe bisa tahan lama dalam keadaan baik sampai 2 minggu pada suhu ruangan. Sedangkan apabila dimasukkan dalam freezer bisa tahan sampai 45 hari.

Teknik Pemijahan dan Pembesaran Benih Ikan Mas

Desember 7, 2010 11 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Pemeliharaan Indukan

Induk jantan dan betina dipelihara secara terpisah dalam kolam dengan kedalaman air 80-150 cm dengan aliran air mengalir seperti dalam kolam tanah. Suhu ideal untuk kolam indukan sekitar 25-30 derajat dengan derajat keasaman pH 6,5-8,5. Sementara itu, pakan diberikan sebanyak 2 kali yakni setelah pukul 8 pagi dan 4 sore hari sebanyak 2,5% bobot tubuh. Misalnya dalam kolam terdapat 12 indukan dengan berat rat-rata 2 kg (24kg/kolam) maka pakan yang diberikan sekitar 480-1200 gram tiap harinya.

Pemijahan

Untuk kolam pemijahan, siapkan kolam tanah berukuran 500 meter persegi yang telah dikeringkan sebelumnya. Taburkan 5 kg kapur, 1 kh pupuk urea, dan 2 kg TSP serta 5 karung kotoran bebek pada dasar kolam. Isi air dan diamkan selama 2-3 hari agar tumbuh mikroorganisme atau phitoplankton sebagai pakan alami dalam kolam. Keadaan air yang cocok untuk pemijahan dan penetasan telur yakni bersuhu antara 25-30 derajat, pH 6,5-8,5, debit air kolam 0,5 liter/detik, dan ketinggian air sekitar 50-70 cm. Usahakan air yang digunakan cukup jernih dan tidak terlalu keruh seperti aliran air sungai atau irigasi sawah. Dalam kolam berukuran 500 meter persegi dapat dipijahkan 3 indukan betina dan 9 indukan jantan.

Untuk memudahkan proses pemijahan buat hapa (jaring tempat pemijahan) dibagian tengah kolam ukuran 2 x 6 x 1 meter. Agar hapa tidak mengapung, maka diberi pemberat seperti bambu. Hapa sengaja dibuat dengan jaring yang tidak rapat agar larva yang telah menetas dalam hapa dapat menyebar keseluruh bagian kolam.

Didalam hapa juga disediakan kakaban yang menutupi permukaan air dalam hapa sebagai tempat menempelnya telur ikan mas. Kakaban terbuat dari ijuk yang dijepit dengan kayu atau bambu ukuran 4 x 150 cm.

Indukan yang bagus digunakan untuk betina yang siap dipijah memiliki ciri bersih mengkilap, tidak ada cacat atau bekas luka di badan, dan insangnya bersih serta utuh. Sementara tanda-tanda indukan yang sudah matang gonad pergerakan lamban, sering melompat pada malam hari, perut gendut/membesar kearah belakang, jika diraba terasa lembek, lubang anus membengkak kemerahan. Sedangkan induk jantan apabila dilakukan pengurutan perut kearah kelamin akan mengeluarkan sperma berwarna putih susu.

Induk yang akan dipijah dimasukkan kedalam hapa. Pemijahan dilakukan dalam kolam dengan memasukkan induk betina terlebih dahulu yang kemudian disusul dengan memasukkan induk jantan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar induk betina menelurkan telur lebih banyak. Adapun perbandingan induk yang dimasukkan 1 induk betina dan 3 induk jantan. Beri pakan sebanyak 2-5% bobot tubuh induk pada sore hari. Proses perkawinan dimulai pukul 4 sore dan induk betina akan bertelur pukul 12 malam. Keesokan paginya induk jantan dan induk betina dipisahkan dan dimasukkan kedalam kolam penampungan. Tiap ekor induk betina bisa menghasilkan 10 liter telur yang berisi 15-20 ribu butir/liter.

Penetasan

Telur menetas setelah 4 hari pada suhu 28-30 derajat. Setelah telur menetas, angkat kakaban. Dan, pembesaran larva menjadi benih masih dalam kolam yang sama. Larva/benih yang tadinya berada dalam hapa bisa menyebar keseluruh bagian kolam. 4 hari setelah menetas larva tidak diberi pakan, karena masih mempunyai cadangan makanan dari kantung telur.

Pakan pertama diberikan pada larva berumur 5 hari berupa kuning telur bebek sebanyak 5 kali dalam sehari untuk satu kolam berisi 15 ribu ekor atau benih yang berasal dar1 indukan. Sekali makan sebanyak 1 butir kuning telur bebek yang sudah direbus, artinya sebanyak 5 butir kuning telur untuk benih dari 1 indukan. Setelah 5 hari, benih bisa memakan pakan alami berupa kutu air dan plankton yang tumbuh akibat adanya pupuk di dasar kolam. Barulah setelah umur 2 minggu sejak menetas dengan ukuran 3 cm benih siap dijual.

Teknik Memijah Indukan Lele

Desember 6, 2010 5 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Persiapan Kolam Terpal

Buat kolam terpal untuk pemijahan induk dengan ukuran kolam 3 x 4 x 0,8 meter. Adapun bahan yang diperlukan diantaranya terpal jenis A3 ukuran 3 x 4 meter, bambu, kawat, patok, dan paku. Untuk menghilangkan bau terpal, rendam terpal dalam air sekitar 3 hari agar higienis. Ratakan tanah/lahan yang akan dipakai untuk mendirikan kolam terpal, jangan ada benda tajam seperti paku dan ranting.

Dirikan patok yang terbuat dari bambu setinggi 1 meter yang ditancapkan pada tanah di empat sudut berbeda dengan jarak panjang 4 meter dan lebar 3 meter. Lalu ikat bambu yang sudah dibelah dua sepanjang 4,2 dan 3,2 meter pada tiang-tiang patok sebagai penyangga dinding kolam. Pasang terpal membentuk segi empat di dalam rangka bambu, ujung terpal di ikat kuat-kuat dengan kawat ke patok. Karena nantinya terpal akan di isi air, maka pastikan rangka kolam terpasang dengan kuat.

Setelah itu kolam terpal diisi air dari mata air atau air tanah dan diberi pupuk kotoran ayam sebanyak 100 gram/meter persegi dan di diamkan selama 6 hari. Setelah 6 hari kolam akan berwarna hijau kecoklatan yang akan tumbuh zooplankton dan pithoplankton sebagai pakan alami lele.

Letakkan hapa (jaring tempat pemijahan) ditengah kolam dengan ukuran 2 x 1 x 0,8 meter yang bisa menampung 2 indukan betina dan 1 jantan. Agar tidak goyang di dasar hapa diberikan pemberat berupa bambu atau kayu. Letakkan kakaban (ijuk yang dijepit kayu ukuran 4 x 150 cm) sebagai tempat menempelnya telur dalam hapa yang kemudian di isi dengan air setinggi 15-30 cm. Masukkan indukan jantan dan betina secara bersamaan.

Pemijahan

Setelah kolam dikondisikan selama 6 hari induk kemudian dimasukkan. Berat induk 0,5-1 kg/ekor. Padat penebaran induk lele adalah 4-6 ekor/meter persegi. Perbandingan induk betina dan jantan yang akan dipijah adalah 2:1. Induk betina yang sudah matang gonad, secara fisik ditandai dengan perut yang membesar dan lembek, tonjolan alat kelamin membulat dengan warna merah keungu-unguan dan tampak membesar, bila dilihat secara kasat mata warna telur terlihat hijau tua bening atau coklat kehijau-hijauan, tulang kepala agak meruncing, gerakannya lamban. Sedangkan induk jantan ditandai dengan warna tubuh yang mencolok dari betina, yaitu terlihat kemerahan pada sirip punggung, dengan bentuk genital yang meruncing dan memanjang melebihi ujung sirip anal yang letaknya berdekatan dengan anus, tulang kepala lebih mendatar dibandingkan dengan induk betina, perut tetap ramping dan gerakannya tetap lincah. Jika diurut secara perlahan pada bagian kelaminnya akan mengeluarkan sperma seperti cairan susu yang kental. Pemijahan lele Sangkuriang secara alami ini biasanya dilakukan pada malam hari.

Setiap hari induk diberi pakan berupa pelet dengan kandungan protein minimal 30% sebanyak 5%/hari dari berat total tubuh induk. Jika jumlah indukan dala kolam berjumlah 3 ekor (2 betina, 1 jantan) berat sekitar 3 kg maka pakan yang diberikan tiap hari sekitar 150 gram.

Pemijahan dilakukan pada sore hari dan biasanya perkawinan terjadi pada malam hari. Dari satu indukan lele sangkuriang bisa menghasilkan 10 ribu ekor benih. Telur-telur di kakaban diangkat secara hati-hati dan dipindahkan ke kolam penetasan. Kakaban diletakkan dengan posisi rata dan semua permukaan kakaban harus terendam didalam air. Jika ada telur yang tidak terendam bisa dipastikan tidak akan menetas. Selama penetasan harus dilakukan pengontrolan guna mencegah binatang liar seperti kodok dan ular masuk kedalam kolam penetasan yang dapat memangsa telur ikan.

Selanjutnya telur akan menetas setelah 30-36 jam sejak pembuahan. Kisaran suhu yang baik untuk penetasan adalah 27-30 derajat. Setelah telur menetas benih akan berkumpul di dasar kolam terpal. Selanjutnya kakaban harus segera diangkat secara hati-hati. Jika pengangkatan kakaban terlambat, telur yang tidak menetas akan membusuk dan menyebabkan kualitas air menurun yang pada akhirnya akan membahayakan benih yang baru menetas.

Jumlah telur pertama memijah sekitar 20-50 ribu butir telur dan tingkat keberhasilan menetas 90%. Telur yang sudah menetas selanjutnya menjadi nener (benih kecil ikan lele) dalam jangka waktu 3-5 hari setelah pemijahan.

Mengatasi Pembayaran Macet Pada Usaha Jasa

Oktober 28, 2010 2 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Usaha anda mengalami kemacetan pembayaran dari konsumen Anda? Hal ini sebenarnya berkaitan dengan sistem dan mekanisme pembayaran yang Anda berlakukan. Selain itu, hal ini juga berkaitan dengan perilaku konsumen. Secara sistem, Anda bisa membuat mekanisme pembayaran yang bekerjasama dengan pihak perbankan. Misalnya pembayaran dilakukan via bank dengan cara autodebet. Atau yang sederhana, kita menyediakan beberapa rekening bank sehingga memudahkan konsumen untuk membayar via rekening bank yang dimilikinya. Cara ini dimaksudkan karena terkadang ada konsumen yang malas transfer antar bank atau tidak mau kena biaya tambahan transfer.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan sistem manual, maksudnya dengan cara menggunakan kasir. Kasir ini lebih baik buka diwaktu dimana ramai konsumen. Kasir diharapkan tidak hanya buka mengikuti jam buka kantor atau hanya sampai jam 4 saja, karena seringkali tempat usaha ramai di sore atau malam hari. Kasir juga akan lebih baik jika dilengkapi dengan EDC (alat baca kartu kredit/debit) sehingga bisa memudahkan konsumen untuk membayar non-tunai.

Hal kedua yang terkait adalah mengenai perilaku konsumen itu sendiri. Walaupun sistem dibuat dengan baik, tapi jika perilaku konsumen tidak mendukung, masalah penagihan ini akan tetap ada. Perilaku konsumen yang malas, tidak disiplin, dan lupa akan pembayaran selalu ada disetiap usaha. Dibuatnya sistem adalah untuk mengantisipasi perilaku negatif konsumen seperti itu. Konsumen yang malas kita permudah dengan menyediakan pilihan rekening, mesin EDC, dan lainnya. Konsumen yang lupa dan tidak disiplin perlu terus menerus diingatkan dengan ditelepon setiap beberapa hari sebelum jatuh tempo pembayaran.

Perlu diingat bahwa perilaku konsumen akan lebih negatif jika pelayanan juga dipandang negatif. Konsumen yang tidak puas atau merasa kecewa cenderung lebih lambat lagi dalam menyelesaikan pembayaran. Akan tetapi yang mejadi dilema adalah konsumen yang puas belum tentu akan lebih baik dalam membayar.

Hal ini bisa ditangani dengan cara peraturan yang “menghukum” konsumen yang terlambat bayar. Selain cara itu bisa juga dengan dibuat aturan yang memberikan hadiah bagi yang lancar dalam pembayaran atau membayar lebih cepat dari jatuh tempo pembayaran. Hadiah tersebut bisa berupa potongan harga untuk pembayaran sebelum tanggal tertentu. Pembayaran lunas akan lebih murah daripada mencicil. Atau bisa juga diadakan undian dengan memberikan kupon undian bagi konsumen yang membayar lunas.

Teknik Budidaya Pembibitan dan Pembesaran Bawal Bintang (Bawal Air Asin)

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Pembibitan

Pilih indukan yang sehat dengan berat minimal 1 kg. Indukan jantan dan betina dimasukkan dalam akuarium terpisah berukuran 10 m x 10 m dengan pH 7,4-7,8, suhu air 29-31 C dan salinitas atau tingkat keasinan (kadar garam) 30-32 ppt.

Pemijahan dapat dilakukan kapan saja, tidak tergantung siklus bulanan dengan perbandingan 10 ekor pejantan dan 1 betina yang telah disuntik obat perangsang dengan dosis di 250 IU. Dalam waktu 3 hari telur akan keluar, kemudian telur dipindahkan dalam akuarium berukuran 6 m x 6m dengan jumlah telur 200 ribu dan tingkat keberhasilan menetas sekitar 65-75%.

Setelah menetas dan menjadi bibit, akuarium tersebut diberikan aliran air yang mengalir dengan pompa air sehingga terjaga kadar oksigen dalam air.bibit tersebut diberi pakan berupa SP Nannochloropsis Fitoplankton selama 14 hari, kemudian pakan Artemia maupun Rotifera. Setelah bibit berukuran 1 inci, bibit sudah dapat diberikan pakan pelet yang sudah dihancurkan hingga siap tebar ke Keramba Jaring Apung (KJA) ukuran 1-2 inci.

Pembesaran

Pembesaran dilakukan dalam KJA dengan ukuran mulai 1-2 inci. Pilih bibit yang sehat, kulit tidak ada yang luka, gesit dan ukuran seragam agar tidak terjadi perebutan makanan dan menghasilkan panen Bawal Bintang yang seragam pula. Seleksi penyeragaman setiap 2 minggu sekali di setiap  jaring yang selanjutnya dilakukan setiap bulan.

Berikan pakan pelet maupun ikan rucah dengan frekuensi pemberian pakan dilakukan 4-6 kali sehari, selanjutnya pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore dengan takaran 3-5% dari berat badan. Masa panen dimulai dari usia 3-6 bulan dengan kisaran berat 0,5-1 kg/ekor.

Lakukan pembersihan serta penggantian jaring sebulan sekali atau saat jaring kotor karena lumpur atau biota penempel seperti kerang dan tumbuh-tumbuhan, karena dapat menghambat sirkulasi air dan oksigen. Jika dibiarkan dapat menghambat pertumbuhan Bawal Bintang dan menimbulkan penyakit. Pembersihan dilakukan dengan cara menjemur dan menyikat jaring hingga bersih.

Teknik Pembibitan dan Pembesaran Bawal Air Tawar

Oktober 20, 2010 1 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Pembibitan

Pilih indukan yang sap kawin dengan umur diatas 3 tahun. Untuk mengetahui indukan betina siap kawin dapat dilihat dari perut buncit bulat dan mengandung telur. Sedangkan untuk bawal jantan bisa ditekan bagian bawah perut akan keluar sperma.

Masukkan indukan dalam kolam pemijahan yang dilengkapi dengan gelembung udara. Iduk betina diberi suntikan perangsang yang akan mengeluarkan telur dalam waktu 24 jam. Setelah bertelur biarkan 2-3 jam lalu ambil telur dan dimasukkan kedalam akuarium yang akan berubah menjadi larva ini setelah 3 hari menetas hingga berumur 10 hari dan sudah dapat dijual.

Larva dipindahkan dalam kolam penampungan untuk dijadikan bibit yang sudah bisa dijual mulai darui ukuran 2 minggu hingga 2 bulan.

Pembesaran

a) Lokasi

Pilih lokasi yang cocok untuk budidaya ikan bawal dengan tingkat keasaman air (pH) mendekati netral yakni 6-7 dengan suhu sekitar 26-27 derajat celcius.

Upayakan untuk membuat kolam air deras dengan memanfaatkan aliran air seperti air dari mata air atau aliran sungai yang dialirkan dalam kolam-kolam.

b) Persiapan lahan

Gunakan kolam tanah dengan ukuran mulai dari 10 m x 10 m dengan kedalaman 2 meter agar dapat di isi 1,5 meter air. Keringkan kolam dan diamkan selama 1 minggu agar terpapar sinar matahari.

Siapkan media dasar kolam dengan menebar 10 karung 25-50 kg/100 meter persegi, dan TSP 3 kg/100 meter persegi. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang agar tidak menjadi racun lagi.

Pupuk kandang untuk merangsang pertumbuhan berbagai jenis tanaman air yang bisa dijadikan makanan cadangan alami dalam kolam, 2 kg garam dan 5 kg kapur tohor/dolomit (dosis 25 kg/100 meter persegi). Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.

Lakukan pengisian air kolam secara sedikit demi sedikit selama 2 hari sampai air setingga 1,5 meter. Persiapan kolam hingga siap di tabur bibit perlu waktu sekitar 7-10 hari.

c) Pemeliharaan

Tebar bibit bawal ukuran 5-7 cm sebanyak 2 ribu ekor kedalam kolam ukuran 10 x 10 x 1,5 meter. Pilih bibit yang lincah, sisik mengkilat dan tidak ada luka di tubuhnya.

Selama pembesaran, berikan pakan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan perhitungan 3-5% dari bobot tubuh. Selain pakan pelet asal pabrikan, bawal juga bisa diberikan pakan berupa bekicot, sayuran dan dedaunan. Jika ikan sudah tidak naik ke permukaan maka ikan sudah cukup kenyang.

Pembesaran bawal air tawar dilakukan selama 80 hari dengan ukuran 500 gram/ekor dengan kepadatan 4 ekor/meter persegi.

d) Panen

Saat panen, siapkan jaring , bak bersih berisi air bersih. Tangkap ikan dengan menggunakan jaring, lalu masukkan ke dalam bak berisi air bersih dan timbang.

Ikan siap didistribusikan baik dalam kemasan balon (plastik beroksigen) dengan maksimal berat ikan 5 kg yang diberi oksigen sebanyak 60% dari air yang mampu bertahan 12 jam perjalanan.

Kategori:Aneka Tips