Beranda > Pertanian dan Peternakan > Ayam Kampung Super

Ayam Kampung Super

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

“Ayam persilangan antara ayam kampung dengan ayam ras. Solusi alternatif mengakali krisis pasokan ayam kampung, juga alternatif pengganti daging sapi”

Selama ini kita cuma mengenal ada 2 jenis ayam konsumsi yang di jual di pasaran, yakni ayam kampung, dan satu lagi adalah ayam ras. Namun belakangan ini mulai dikenal juga Ayam Kampung Super, Ayam Jawa Super, Ayam Sunda Hebat, sebutannya berbeda untuk daerah tertentu. Tapi oleh para pengamat agribisnis ayam jenis ini masuk kategori ayam kampung, namun dengan berbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh ayam kampung biasa, karena memang merupakan hasil persilangan.

Ayam jenis ini merupakan hasil silang antara ayam kampung dengan ayam layer petelur ras. Ayam kampung yang di pakai sebagai pejantan tentu berbeda-beda, tergantung ayam kampung yang ada di daerah masing-masing. Bahkan kadang juga bisa dari ayam bangkok. Kreatif bukan?

Munculnya ayam jenis ini besar kemungkinan dilatar belakangi oleh kurangnya pasokan ayam kampung untuk memenuhi permintaan rumah makan-rumah makan yang menyuguhkan menu ayam kampung. Peluang ini kemudian lahir di tengah-tengahnya. Dan semakin hari usaha ini semakin berkembang pesat dengan jumlah persaingan yang belum ketat. Hal ini mengingat belum banyak breeding-breeding besar yang melirik sektor ini.

Prospek usaha ini memang taidak pernah ada matinya, karenanya sektor ini akan terus berkembang. Namun, yang namanya usaha pastinya dibutuhkan kerjasama antara penjual dan peternak. Misalnya, mereka harus mengantisipasi lonjakan permintaan pada momen-momen tertentu seperti Natal dan Idul Fitri.

Kelebihan

Ayam kampung jenis ini memiliki tekstur daging mirip dengan ayam kampung biasa. Hanya saja bulu ayam jenis ini lebih tebal dari ayam kampung biasa. Masa panen leih cepat, antara 55-60 hari, dan bisa menghasilkan telur hingga 180 butir per-induk pertahunnya. Selain cara pemeliharaannya lebih mudah, angka kematiannya juga kecil, jauh lebih kecil dibanding ayam jenis lainnya. Kondisi fisiknya lebih kuat, sehingga bisa di ternakkan di dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain itu kotorannya juga tidak terlalu menyengat hidung🙂.

Pemasaran

Sudah bukan rahasia jika permintaan pasokan daging ayam pada hari-hari tertentu seperti Idul Fitri dipastikan meningkat. Namun pada hari-hari biasa, permintaan ayam kampung super ini cukup berpotenti pada pasar restoran juga supermarket. Mereka biasanya memesan ayam-ayamkampung super dengan kriteria berat antara 7-9 ons per ekor. Diluar itu permintaan pasar tradisional juga tidak kalah tinggi. Bahkan di beberapa supermarket memasang label kualitas A untuk ayam kampung super, dan kualitas B untuk ayam kampung biasa.

Sekarang ini (2013) harga DOC ayam kampung super berada di kisaran Rp.4.200-5.000/ekor. Sedangkan untuk yang sudah siap konsumsi berkisar Rp.20.000-22.000/ekor pada hari-hari biasa, sedangkan pada momen tertentu harganya bisa mencapai Rp.28.000/ekor. Harga terseut adalah harga jual pada kondisi hidup.

Meski pemasaran ayam kampung super sudah meluas hingga ke Sumatera, Kalimantan, dan Papua, konsumsi terbanyak tetap dari Jakarta dan Bandung. Pengiriman biasanya menggunakan kardus yang sudah diberi lubang udara.

Kunci sukses usaha ayam kampung super ini lebih terletak pada usaha penetasan DOC. Jika pasokan DOC terhenti, maka seluruh rantai pasokan juga terhenti. Sayangnya hingga sekarang belum banyak pembibit yang secara kntinyu menyediakan bibit ayam kampung super. Sehingga ada baiknya pelaku pembesaran mencari pemasok DOC yang terpercaya dan sudah bertahan cukup lama agar pasokannya juga bisa stabil.

Bagi pemula ada baiknya memulai dari usaha pembesaran ayam kampung super, karena pada usaha pembibitan memerlikan ketelitian dan kesabaran, serta pastinya membutuhkan mesin tetas telur yang harganya masih sangat tinggi.

Kemitraan

Mengingat banyaknya praktek penyimpangan yang hanya menguntungkan salah satu pihak, sebaiknya perusahaan besar berbadan hukum bermitra dengan peternak yang bergabung dalam koperasi. Sehingga badan hukum berhubungan dengan badan hukum.

Jika perusahaan besar berurusan dengan peternak secara individual, seperti pola inti plasma, sebenarnya ini adalah salah satu bentuk perbudakan modern. Kalau memang mau bermitra dalam pola inti plasma biasanya akan dipekerjakan sebagai buruh, dengan konsekuensi UMR, tunjangan hari tua, dll. Pola inti plasma merupakan akal licik para pengusaha bermodal besar untuk memeras keringat peternak.

Kalaupun peternak tidak bermitra dengan siapapun, para peternak bisa membentuk kelompok tani/ternak dan membentuk badan hukum. Jadi, jika ada permintaan besar dan menuntut legalitas bisa langsung disanggupi.

Namun ada juga pengusaha yang menjalin kemitraan dengan peternak  kecil dengan sistem yang bereda. Dalam sistem usaha tersebut pelaku usaha besar menyediakan bibit dan pakan kepada para peternak kecil. Nanti para peternak kecil ini yang melakukan perawatan, karena memiliki tempat. Selanjutnya hasil dari peternak tersebut dibeli lagi oleh si pelaku usaha besar.

Gimana kawan, tertarik?

Ulasan singkat mengenai cara pembibitan serta pembesaran ayam kampung super ini nanti akan menyusul dalam artikel selanjutnya🙂

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: