Beranda > Fashion, Kebutuhan Umum > Usaha Konten HP

Usaha Konten HP

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Maraknya ragam konten HP saat ini menunjukkan prospek bisnis konten HP memiliki peluang yang cukup cerah. Betapa tidak, gaya hidup masyarakat yang ingin serba praktis dan efisien mendorong kebutuhan layanan melalui HP selain untuk SMS dan telpon saja. Berbagai jenis layanan atau konten HP begitu beragam dari jenis layanan nada sambung pribadi, informasi sederhana seperti cuaca, lalu-lintas, valuta asing, film bioskop, info zodiak hingga layanan yang cukup kompleks seperti layanan transaksi perbankan melalui SMS. Selain itu juga ada layanan mobile data content yang bersifat satu arah seperti poling dan kuis melalui SMS.

Saat ini pengguna HP mencapai 140 juta orang lebih. Jadi bila ada satu jenis konten yang memang menarik sekali maka nilai bisnisnya bisa sangat besar. Sebagai contoh adalah konten musik. Konten musik di Indonesia awalnya di dominasi kalangan label musik seperti Musica, Aquarius, Sony Music, dll. Namun kini bisnis musik di Indonesia sudah berkembang ke digital music dan show biz. Sedangkan jualan CD sudah tidak lagi diminati karena masyarakat sekarang mulai jarang membeli CD. Karena itu peluangnya sangat besar mengingat harga alat pemutar digital music seperti HP atau iPod yang harganya Rp.6 juta ke atas, sekarang sudah terjangkau harganya. Sekarang hanya dengan Rp.2 juta sudah bisa akses GPRS atau 3G untuk bisa download. Selain itu, kapasitas bandwidth juga semakin besar untuk download lagu, sehingga full track juga akan semakin diminati disamping RBT (ring back tone).

Dari sekitar 140-180 juta pengguna HP di Indonesia saat ini baru sekitar 18% yang menjadi pelanggan untuk konten musik baik dalam bentuk RBT maupun full track. Konten musik saat ini masih berada di tingkat pertama dari jenis konten yang paling diminati, baru kemudian menyusul games serta aplikasi lainnya.

Apalagi semakin banyak vendor HP yang juga memasukkan beragam aplikasi dalam produknya. Hal ini membuka peluang bagi para content provider atau disebut juga penyedia konten/developer. Hal ini dikarenakan konten adalah salah satu faktor yang menjadikan produk dari HP maupun operator seluler lebih unik dibandingkan dengan produk-produk saingannya.

Tren

Agar konten diminati, pelaku usaha harus mengikuti tren yang diinginkan konsumen. Tren konten HP ke depan yang masih akan diminati adalah konten musik yaitu RBT kemudian menyusul full track seiring dengan makin murahnya alat pemutar. Selain itu, masyarakat pasti menyukai hiburan. Selain konten musik, saat ini peluang yang juga bisa dikembangkan adalah berbagai aplikasi game, berita mengenai komunitas tertentu, info yang berkaitan dengan gaya hidup seperti info mal, info belanja, film, hotel, event, hingga info untuk karyawan dalam lingkup korporat, info di bidang pendidikan, dan potensi suatu daerah. Misalnya konten mengenai info yang berhubungan dengan kegiatan religi bisa menyasar komunitas masyarakat yang religinya cukup kuat misalnya di daerah Jawa Timur, konten yang diperlukan untuk para petani, dll.

Pemula

Secara garis besar ada tiga pihak yang terlibat dalam bisnis layanan content provider yaitu operator seluler (GSM maupun CDMA) yang memiliki perangkat telekomunikasi untuk layanan konten ke pengguna HP, para pelanggan operator seluler sebagai konsumen, dan pihak penyedia layanan (content provider).

Bagi pemula yang ingin terjun ke bisnis ini sebaiknya bekerja sama atau menjadi mitra dari perusahaan penyedia layanan yang sudah besar, dan bila bisnisnya sudah berkembang baru menjalankan usaha sendiri. Hal ini dikarenakan adanya ketentuan dari operator seluler mengenai batas minimal pendapatan perbulan yang harus diperoleh penyedia layanan yang sulit dipenuhi oleh pemula yang baru saja merintis usaha ini.

Oleh karena itu, pemula yang bermodal minim bisa melirik usaha dengan menjadi kreator konten yang menjual produknya ke para penyedia konten. Peluang bagi masyarakat daerah menjadi kreator konten cukup besar, mereka bisa membuat konten dulu seperti rekaman musik lalu dijual secara digital ke pihak penyedia konten, setelah terkumpul modal yang cukup baru kemudian membuat perusahaan sendiri. Pihak pembuat konten yang menjual konten ke penyedia konten biasanya akan mendapat sharing profit 60%, karena harus membagi juga ke artisnya 50% dan untuk pembuat konten sendiri 10%-nya. Selain itu mereka juga harus ikut mempromosikan  produknya.

Peralatan standar yang dibutuhkan sebagai kreator konten juga tidak serumit penyedia konten. Dengan modal Rp.50 jutaan untuk membeli perangkat komputer, modem maupun koneksi ke pihak penyedia konten sudah bisa memulai usaha ini.

Lain halya dengan penyedia konten yang harus memiliki modal lebih besar dan perlu bekerjasama dengan pihak operator seluler untuk menjual produknya dengan syarat-syarat tertentu, termasuk mendaftarkan nomor kode akses yang diperoleh pelaku usaha dari pihak operator seluler ke BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia). Biasanya banyaknya jumlah konten menjadi pertimbangan pihak operator seluler untuk menyetujui kerja sama dengan pihak penyedia konten (CP).

Selain banyaknya konten, operator seluler juga menerapkan minimum transaksi perbulan. Bila di bawah target di bebankan ke CP, misalnya untuk konten RBT di Telkomsel minimum target perbulan Rp.10 juta. Selain itu dilihat juga apakah CP itu memiliki layanan call center sehingga bila ada komplain ada nomor telpon yang bisa dihubungi pengguna HP.

Divisi IT Helpdesk juga wajib diperlukan untuk mengatasi masalah teknis selama 24 jam. Setelah memenuhi persyaratan tersebut maka pihak CP akan diberi short code atau kode akses oleh operator seluler untuk sistem pengiriman konten. Kode akses itu disediakan pihak operator seluler untuk satu perusahaan CP. Kecuali layanan RBT saat ini kode aksesnya langsung ke operator seluler.

Oleh karena itu untuk memenuhi syarat-syarat tersebut pihak CP bisa bekerja sama dengan beberapa mitra (pembuat konten)dalam membuat aplikasi, selain mengandalkan kreatifitas karyawannya sendiri yang rata-rata harus ahli IT, setidaknya programmer. Jadi pihak CP harus banyak menjaring relasi atau kenalan dengan komunitas, misalnya bila ingin membuat kontenmaka menjaring relasi dengan komunitas musik indie.

Kemudian CP juga harus mendistribusikan lagu itu, dengan melakukan promosi dan mengembangkan channel distribusi misalnya untuk RBT diumumkan di TV, radio dan media lainnya dengan sistem bagi hasil sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya iklan karena media di bayar setelah traffic transaksi terjadi.

Untuk bagi hasil antara pihak terkait, sekarang ini pihak operator seluler yang masih besar sharing profitnya, lalu disusul pembuat konten misalnya pihak recording label (yang kemudian membayar royalti ke pencipta lagu ke pencipta lagu dan artis), dan pihak CP. Bagi hasil antara CP dengan pihak operator seluler biasanya 50:50. Kemudian dari profit sharing yang diperoleh CP, dibagi lagi dengan mitra misalnya recording label 50:50. Pembayaran bisa dilakukan sebulan sekali dar pihak operator seluler ke CP. Kemudian dari CP ke mitra pembayaran bisa sampai 3 bulan kemudian.

Pemasaran dan Persaingan

Pemasaran di awal usaha lebih baik menyasar ke kalangan komunitas dengan membuat konten yang dibutuhkan oleh komunitas tersebut, sehingga pelaku usaha sebelumnya harus melakukan survey apa yang dibutuhkan komunitas tersebut. Komunitas memiliki ikatan batin antar anggota sehingga peluang untuk masuknya konten yang dibutuhkan komunitas tersebut sangat besar. Strategi pemasaran lain juga bisa dilakukan dengan menyasar ke kalangan korporat, dengan cara mengajukan proposal dan mempresentasikan layanan konten yang dibuat.

Persaingan bisnis konten HP yang sudah cukup ketat terutama untuk jenis konten kuis dan ramalan. Sedangkan lokal konten masih belum banyak pesaingnya karena tiap daerah mempunyai potensi yang berbeda, budaya serta karakter yang berbeda pula. Kunci sukses bisnis konten HP ini adalah kreativitas karena produk kreatif cepat berubah sehingga harus terus mengikuti perubahan, misalnya lagu yang selalu baru, jadi harus terus berkreasi dan menciptakan produk baru. Selain itu perlu masuk market dengan cepat.

Kendala

Kendala yang dihadapi pelaku bisnis ini terutama kepercayaan masyarakat terhadap SMS-SMS konten yang beredar saat ini. Banyak yang menyebutkan bahwa SMS konten ini salah satu penyebab pemotongan pulsa. Beberapa pengaduan terkait hal ini membuat jasa penyedia konten ini ketar-ketir, karena anggapan bahwa SMS-SMS konten itu lebih banyak merugikan konsumen karena sering terjadinya pemotongan pulsa yang semena-mena.

Masih adanya beberapa pelaku perorangan yang menjual jasa download konten HP yang ada di beberapa mal tidak menjadi kendala bagi berjalannya bisnis konten HP oleh para penyedia konten (CP).

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: