Beranda > Fashion, Kebutuhan Umum > Usaha Pakaian Anak Untuk Kelas Menengah Atas

Usaha Pakaian Anak Untuk Kelas Menengah Atas

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Ditengah ketatnya bisnis fashion untuk anak terutama pakaian, prospek bisnis kids wear boleh dibilang tidak ada matinya, mengingat pakaian adalah kebutuhan utama.  Itu sebabnya prospek pakaian anak sangat bagus mengingat orang tua selalu membelikan kebutuhan untuk anak-anaknya, terutama saat lebaran, Natal, tahun baru dan liburan, sehingga permintaannya pasti akan meningkat. Apalagi untuk anak-anak orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik. Bahkan dalam soal desain, orang tua selalu ingin anaknya tampil mengenakan pakaian dengan model terkini. Namun bagi segmen konsumen menengah masih mempertimbangkan soal harga sebagai faktor utama sebelum memutuskan untuk membeli, baru kemudian model yang trendi.

Sebaliknya, bagi segmen menengah atas, kualitas produk yang biasanya dijumpai pada merek branded menjadi pertimbangan utama, selanjutnya harga. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat berada di segmen menengah bawah. Saat ini pemain bisnis pakaian anak terbesar dijumpai di segmen menengah bawah.

Persaingan yang paling ketat terjadi di segmen menengah bawah, terutama untuk harga dan produk (model pakaian). Sedangkan bagi segen menengah atas, persaingan belum seketat segmen menengah bawah, baik untuk produk lokal maupun impor. Hal ini tentu saja menjadi pasar empuk bagi pelaku usaha untuk membidik segmen pasar kelas menengah atas dengan menghadirkan model-model pakaian yang berkualitas yang tidak kalan dengan merek branded, namun dengan harga lebih terjangkau, apalagi disaat kondisi ekonomi yang sulit saat ini.

Kreativitas Total

Untuk meproduksi pakaian anak dengan sasaran segmen pasar menengah atas, selain mengutamakan kualitas dari bahan baku yang digunakan, juga harus melihat tren model produk yang sedang diminati. Namun ada pelaku usaha yang tidak terlalu mengikuti tren namun produknya tetap laku, karena produknya handmade, tidak pasaran dan mampu menghadirkan model yang berbeda.

Aplikasi patchwork (dapat diartikan sebagai seni yang menggabungkan beberapa potongan kain dengan jahitan tangan atau mesin sehingga menghasilkan pakaian yang bermotif tabrak), smock, bordir, bahan brokat, kain tile untuk membentuk motif bunga, aplikasi kancing dibagian atas bordir dan sablon bisa mnghadirkan desain yang berbeda. Tren pakaian anak 2011 lebih kearah warna-warna cerah, dengan menonjolkan paduan warna dan motif tabrak, namun tetap enak dilihat.

Untuk membuat kaos dengan sasaran kelas menengah atas, kualitas menjadi faktor utama yang dipertimbangkan, yaitu yang tidal menggunakan bahan kain yang tidak menggunakan bahan kain yang mengandung cat yang mengandung bahan timbal), model kaos dibuat dengan ukuran pas dengan badan anak seperti model pakaian dewasa, namun dibagian lengan dibuat longgar. Setelah kaos selesai dijahit dan disablon menggunakan tinta water base, kemudian disterilkan menggunakan steamer dengan suhu mencapai 100 derajat untuk mematikan kuman dan bakteri pada kaos. Begitupun sebelum dijahit, bahan kain sudh di washing dahulu di pabrik kaos. Produk juga dibuat terbatas dengan produksi dilakukan setiap season (sekitar 3 bulan sekali) sebanyak 3 desain kaos dan dibuat sebanyak 150 pcs/desain.

Selain faktor kualitas, mengikuti tren model juga sangat penting. Tren model yang modern dengan motif sablon bertema gadget dan musik yang memang sesuai denga selera orang tua muda. Ciri khas lain warna kaos sengaja dibuat tida cerah seperti selera anak, tapi mirip kaos dewasa seperti warna abu-abu dan hitam, karena memang konsepnya mengarah ke modern.

Jeli Membidik Pasar

Pakaian anak yang menyasar menengah atas bisa dipasarkan di departement store, atau memilih tempat usaha dikawasan elit. Masalah persaingan pasar, produk kelas menengah atas ini belum begitu ketat diandingkan dengan segmen pasar menengah kebawah.

Produk kelas menengah atas tidak bersaing langsung dengan produk impor dari China yang lebih pasaran, selain itu memiliki ciri khas, dan mengutamanakan kualitas, seperti misalnya jahitan rapi dan halus. Kriteria jahitan bagus antara lain menggunakan stik kecil/halus (stik adalah jumlah tusukan jarum/cm). Semakin kecil stik yang digunakan maka jahitan semakin rapat dan kuat. Semakin kecil stik memang semakin banyak benang yang digunakan sehingga harga jualnya semakin mahal.

Bagi produsen pakaian anak yang menyasar segmen atas ini juga jarang menggunakan sistem penjualan dengan cara keagenan seperti yang biasa dilakukan untuk menyasar kelas menengah bawah. Pemasaran biasanya hanya melaui pameran atau membuka toko/butik dilokasi yang sesuai dengan segmen pasarnya. Pameran pun harus disesuaikan kalangan pengunjung yang datang, dan juga bazar di kedutaan.

Pengusaha Pemula

Saai ini umumnya dalam satu keluarga terdapat beberapa orang yang dapat bisa menaikkan income keluarga. Hal tersebut membuat daya beli masyarakat akan membaik. Terbentuknya keluarga baru yang umumnya terpisah dari keluarga lama juga membuat anggota keluarga baru lebih mengutamakan keluarga inti, terutama untuk buah hatinya. Mereka cukup konsen dengan keamanan, kenyamanan dan kesehatan buah hati, misalnya membelikan baju yang tidak membuat alergi dan nyaman bagi anak.

Ada otonomi daerah membuat banyak daerah yang perekonomiannya semakin maju (misalnya Makasar dan Kalimantan) meski lokasinya berada jauh dari Jakarta. Sehingga peluang usaha pakaian anak ini baik di kota besar maupun daerah juga terus meningkat.

Pesatnya perkembangan teknologi perbankan, IT dan transportasi membuat pemasaran bagi pelaku usaha baru cukup mudah. Yang terpenting untuk pemula adalah mengetahui pasar dan harus fokus mendapatkannya. Jadi, sebenarnya tidak perlu langsung memberlakukan potongan harga untuk pembelian tertentu atau pake spesial apapun. Pelaku usaha juga tidak harus memiliki toko, tetapi bisa memasarkan di rumah atau mengikuti ajang pameran. Namun jika memiliki dana investasi yang besar bisa membuka toko di pusat-pusat perbelanjaan.

Para pelaku usaha yang masih berusia muda bisa menjajakan produknya di lokasi yang dekat dengan aktivitas  kesehariannya, seperti dekat kantor, atau melalui komunitas tertentu, seperti alumni sekolah. Pemasaran juga bisa dilakukan dengan cara keagenan dengan membatasi perwakilan di tiap daerah. Sejauh ini sistem pembayaran yang paling aman adalah secara cash. Sedangkan untuk  keagenan atau toko retail biasanya diterapkan sistem tempo dari 1-3 bulan.

Hal yang harus diperhatikan untuk memulai bisnis ini, antara lain pelaku harus memiliki referensi desain anak karena akan bersaing dengan pakaian impor China, dan juga penting untuk mengetahui informasi harga, misalnya bisa berpatokan dari harga baju dipusat grosir, untuk itu, model pakaian sebaiknya mengikuti tren. Jadi pelaku usaha sebaiknya menggandeng desainer, penjahit, dan mencari bahan baku yang bagus.

Tren yang akan terus berkembang untk produk pakaian anak ini biasanya sesuai minat anak terhadap tokoh idolanya. Apalagi anak zaman sekarang sudah bisa mengambil keputusan sendiri, baik untuk barang apa yang dia suka dan bermanfaat untuk dirinya. Misalnya tokoh idola dari game, film, komik, dunia olah raga dan lainnya.

Para pemula juga sebaiiknya membuat produk yang menyasar segmen menengah atas, karena segmen menengah bawah sudah terlalu banyak pesaingnya, baik lokal maupun impor. Tidak hanya itu, produk yang menyasar kelas menengah bawah juga hanya akan memberikan profit yang sangat rendah. Untuk menghadapi persaingan, produk pakaian anak yang dibuat harus memiliki desain yang bagus, sesuai kebutuhan masyarakal lokal, beda serta menarik namun tetap nyaman dipakai.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: