Beranda > Kebutuhan Umum > Usaha Perlengkapan Bayi Inovatif

Usaha Perlengkapan Bayi Inovatif

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Berdasarkan data statistik dari Badan Pusat statistik (BPS), tiap tahun jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta bayi. Hal ini menunjukkan prospek usaha yang mendukung kebutuhan bayi dan balita juga tetap cerah, karena sudah menjadi kebutuhan wajib yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Prospek usaha ini juga sangat cerah karena kebutuhan perlengkapan bayi dan balita tidak mengenal musim, terutama untuk produk yang menunjang aktivitas seperti popok bayi dan pakaian bayi. Produk furniture maupun gendongan bayi juga tetap prospektif, mengingat usia pemakaiannya tidak dalam waktu lama, sehingga selalu ada konsumen baru yang membutuhkan.

Jenis produk perlengkapan bayi dan balita bisa dikelompokkan menjadi empat kategori. Pertama, baju bayi, termasuk popok; kedua, bedding (tas, selimut, bantal, gendongan); ketiga, aksesoris (dot, mainan, botol susu, bedak); dan keempat adalah furniture.

Dengan diberlakukannya perdagangan bebas Cina-ASEAN (China-ASEAN Free Trade Agreement/CAFTA) sejak 1 Januari 2010 membuat banyak produk asal Cina dan produk impor lain asal amerika dan Eropa yang menyerbu pasar lokal. Persaingan pasar yang sangat ketat ini karena banyak merek baru yang beredar, apalagi untuk yang menyasar pada pasar kelas bawah, karena produk impor cina umumnya menyasar segmen menengah kebawah. Karena itu produk lokal harus pintar-pintar bersaing dengan menawarkan kelebihan produk atau inovasi.

Inovasi

Agar pelaku usah bisa selalu eksis, inovasi memang sangat menunjang perkembangan usaha. Seperti misalnya popok kain. Jenis popok ini merupakan salah satu produk perlengkapan bayi yang belum terlalu banyak pelakunya dibandingkan dengan popok sekali pakai. Inovasi ini menghadapi persaingan ketat dengan produk impor Cina, dengan menggunakan bahan penyerap (microfiber) sama seperti produk Eropa yang daya tampungnya 250 cc, sedangkan produk cina rata-rata hanya 170 cc. Kualitas benang untuk menjahit popok juga berbeda dari yang digunakan popok kain dari Cina, yaitu menggunakan benang micro bahan polyester yang terdiri dari dua jenis yaitu FDY kelas 2 dan DTY.

Produk popok kain seperti ini tahan air, karena bahan popok dibagian luarnya berupa Polyester Knit yang dilapisi dengan Polyuretane. Bahan ini bersifat tahan air. Laisan berikutnya adalah bahan penyerap dari bahan microfiber (polyester 80% dan Polyamide 20%). Nampak seperti handuk biasa tapi berbeda, daya tampungnya tujuh kali dari beratnya. Lapisan dalam disebut microfleece yang menyentuh permukaan kulit. Bahan microfiber dimasukkan ke kantung antara Polyester Polyuretane Laminated (PUL) dan microfleece.

Segmen Pasar

Pelaku usaha yang ingin terjun di bisnis ini harus menentukan dulu segmen pasar yang akan dijadikan target pasar. Saat ini pasar menengah atas belum seketat kelas menengah bawah, sehingga pelaku usaha bisa membuat produk yang menyasar segmen pasar menengah sampai kelas atas, namun dengan membuat inovasi.

Strategi Pemasaran

Untuk memperkenalkan produk ke pasar, bisa dilakukan dengan memasang iklan lewat media cetak nasional, maupun internet. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti pameran mencari reseller, serta menawarkan produk ke toko perlengkapan bayi yang berlokasi di pusat-pusat perbelanjaan, sehingga produk akan lebih cepat dikenal masyarakat. sebaiknya dalam menjalankan usaha diterapkan sistem pembayaran cash, tanpa konsinyasi untuk menjaga perputaran modal.

Paling Untung

Dari berbagai jenis perlengkapan bayi dan balita yang paling banyak diminati adalah produk yang banyak digunakan untuk aktivitas bayi dan balita sehari-hari, seperti pakaian dan popok bayi. Bahkan untuk pakaian bayi permintaannya paling tinggi dibandingkan produk lain.

Sedangkan produk yang berpeluang untuk menghasilkan keuntungan besar adalah furniture bayi dan balita yang menampilkan inovasi dalam hal fungsi, yaitu satu produk bisa dugunakan lebih dari satu fungsi, misalnya ranjang bayi yang multifungsi karena dilengkapi dengan changing table atau meja tambahan berukuran 50 x 70 cm yang berguna sebagai tempat mengganti popok bayi.

Berminat mencoba???

  1. balqis
    September 13, 2011 pukul 7:40 am

    dimana cara dapat bahan unrtuk mem
    ulai bisnis tersebut untuk skala UKM

  2. Jim
    Oktober 25, 2015 pukul 1:05 am

    info yang sangat menarik, sepertinya harus dicobađŸ™‚ , Aerilyn

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: