Beranda > Aneka Tips, Pertanian dan Peternakan > Teknik Budidaya Pembibitan dan Pembesaran Bawal Bintang (Bawal Air Asin)

Teknik Budidaya Pembibitan dan Pembesaran Bawal Bintang (Bawal Air Asin)

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Pembibitan

Pilih indukan yang sehat dengan berat minimal 1 kg. Indukan jantan dan betina dimasukkan dalam akuarium terpisah berukuran 10 m x 10 m dengan pH 7,4-7,8, suhu air 29-31 C dan salinitas atau tingkat keasinan (kadar garam) 30-32 ppt.

Pemijahan dapat dilakukan kapan saja, tidak tergantung siklus bulanan dengan perbandingan 10 ekor pejantan dan 1 betina yang telah disuntik obat perangsang dengan dosis di 250 IU. Dalam waktu 3 hari telur akan keluar, kemudian telur dipindahkan dalam akuarium berukuran 6 m x 6m dengan jumlah telur 200 ribu dan tingkat keberhasilan menetas sekitar 65-75%.

Setelah menetas dan menjadi bibit, akuarium tersebut diberikan aliran air yang mengalir dengan pompa air sehingga terjaga kadar oksigen dalam air.bibit tersebut diberi pakan berupa SP Nannochloropsis Fitoplankton selama 14 hari, kemudian pakan Artemia maupun Rotifera. Setelah bibit berukuran 1 inci, bibit sudah dapat diberikan pakan pelet yang sudah dihancurkan hingga siap tebar ke Keramba Jaring Apung (KJA) ukuran 1-2 inci.

Pembesaran

Pembesaran dilakukan dalam KJA dengan ukuran mulai 1-2 inci. Pilih bibit yang sehat, kulit tidak ada yang luka, gesit dan ukuran seragam agar tidak terjadi perebutan makanan dan menghasilkan panen Bawal Bintang yang seragam pula. Seleksi penyeragaman setiap 2 minggu sekali di setiap  jaring yang selanjutnya dilakukan setiap bulan.

Berikan pakan pelet maupun ikan rucah dengan frekuensi pemberian pakan dilakukan 4-6 kali sehari, selanjutnya pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore dengan takaran 3-5% dari berat badan. Masa panen dimulai dari usia 3-6 bulan dengan kisaran berat 0,5-1 kg/ekor.

Lakukan pembersihan serta penggantian jaring sebulan sekali atau saat jaring kotor karena lumpur atau biota penempel seperti kerang dan tumbuh-tumbuhan, karena dapat menghambat sirkulasi air dan oksigen. Jika dibiarkan dapat menghambat pertumbuhan Bawal Bintang dan menimbulkan penyakit. Pembersihan dilakukan dengan cara menjemur dan menyikat jaring hingga bersih.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: