Beranda > Aneka Tips, Informasi Umum, Jasa > Mengatasi Pembayaran Macet Pada Usaha Jasa

Mengatasi Pembayaran Macet Pada Usaha Jasa

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Usaha anda mengalami kemacetan pembayaran dari konsumen Anda? Hal ini sebenarnya berkaitan dengan sistem dan mekanisme pembayaran yang Anda berlakukan. Selain itu, hal ini juga berkaitan dengan perilaku konsumen. Secara sistem, Anda bisa membuat mekanisme pembayaran yang bekerjasama dengan pihak perbankan. Misalnya pembayaran dilakukan via bank dengan cara autodebet. Atau yang sederhana, kita menyediakan beberapa rekening bank sehingga memudahkan konsumen untuk membayar via rekening bank yang dimilikinya. Cara ini dimaksudkan karena terkadang ada konsumen yang malas transfer antar bank atau tidak mau kena biaya tambahan transfer.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan sistem manual, maksudnya dengan cara menggunakan kasir. Kasir ini lebih baik buka diwaktu dimana ramai konsumen. Kasir diharapkan tidak hanya buka mengikuti jam buka kantor atau hanya sampai jam 4 saja, karena seringkali tempat usaha ramai di sore atau malam hari. Kasir juga akan lebih baik jika dilengkapi dengan EDC (alat baca kartu kredit/debit) sehingga bisa memudahkan konsumen untuk membayar non-tunai.

Hal kedua yang terkait adalah mengenai perilaku konsumen itu sendiri. Walaupun sistem dibuat dengan baik, tapi jika perilaku konsumen tidak mendukung, masalah penagihan ini akan tetap ada. Perilaku konsumen yang malas, tidak disiplin, dan lupa akan pembayaran selalu ada disetiap usaha. Dibuatnya sistem adalah untuk mengantisipasi perilaku negatif konsumen seperti itu. Konsumen yang malas kita permudah dengan menyediakan pilihan rekening, mesin EDC, dan lainnya. Konsumen yang lupa dan tidak disiplin perlu terus menerus diingatkan dengan ditelepon setiap beberapa hari sebelum jatuh tempo pembayaran.

Perlu diingat bahwa perilaku konsumen akan lebih negatif jika pelayanan juga dipandang negatif. Konsumen yang tidak puas atau merasa kecewa cenderung lebih lambat lagi dalam menyelesaikan pembayaran. Akan tetapi yang mejadi dilema adalah konsumen yang puas belum tentu akan lebih baik dalam membayar.

Hal ini bisa ditangani dengan cara peraturan yang “menghukum” konsumen yang terlambat bayar. Selain cara itu bisa juga dengan dibuat aturan yang memberikan hadiah bagi yang lancar dalam pembayaran atau membayar lebih cepat dari jatuh tempo pembayaran. Hadiah tersebut bisa berupa potongan harga untuk pembayaran sebelum tanggal tertentu. Pembayaran lunas akan lebih murah daripada mencicil. Atau bisa juga diadakan undian dengan memberikan kupon undian bagi konsumen yang membayar lunas.

  1. November 23, 2010 pukul 4:39 am

    great one

  2. April 6, 2011 pukul 11:37 pm

    Kita tidak menjual hanya karena mempunyai nilai lebih dibanding dengan kompetitor yang lain, tetapi kita harus memberikan penawaran yang sensasional dan kita harus mampu menanamkan ‘Sensational Satisfaction’ dalam otak konsumen.
    Terima kasih sharingnya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: