Beranda > Kesehatan > BISNIS OBAT HERBAL

BISNIS OBAT HERBAL

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Konsep back to nature turut membawa angin segar bagi pertumbuhan bisnis obat herbal di Indonesia, apalagi semakin mahalnya pengobatan medis membuat masyarakat saat ini lebih memilih obat herbal. Berdasarkan data hasil survey, penggunaan obat herbal dari tahun ke tahun meningkat. Pada 1980, sekitar 19,8%, pada tahun 1986 sebanyak 23,3%, pada tahun 2004 sebanyak 32,8%, pada perkiraan tahun 2010 akan lebih meningkat lagi. Pasar obat alami Indonesia pun semakin meningkat. Pada tahun 2003 mencapai Rp.2,5 triliun, pada tahun 2005 mencapai Rp.4 triliun, dan pada tahun 2010 diperkirakan Rp.8 triliun.

Obat herbal saat ini juga sudah dimanfaatkan oleh kalangan medis yang melakukan uji klinis sehingga obat herbal memiliki standar sebagai obat fitofarmaka. Pada dasarnya obat herbal dibagi menjadi tiga, yaitu yang disebut jamu, herbal berstandar, dan fitofarmaka. Herbal fitofarmaka adalah obat-obatan herbal yang sudah melalui uji klinis dan sudah dikemas sedemikian rupa oleh pabrik farmasi dalam bentuk sirup, tablet atau kapsul. Namun jumlah obat herbal fitofarmaka saat ini masih hanya sekitar 5 produk yang beredar, yakni Nodiar sebagai anti diare, Rheumaneer sebagai anti rematik, Stimuno sebagai peningkat daya tahan tubuh, Tensigard Agromed sebagai obat anti hipertensi, serta X-Gra untuk mempertahankan stamina laki-laki.

Sementara yang dimaksud herbal berstandar adalah obat herbal yang baru melalui uji praklinis yang banyak dijumpai di pasaran. Sedangkan obat herbal berupa jamu telah berkembang dalam masyarakat secara tradisi, diturunkan dari satu generasi ke generasi, dan biasanya ditemui di toko-toko jamu. Masih sedikitnya obat herbal yang tergolong fitofarmaka yang sudah melalui uji klinis atau uji pada manusia dan hewan dikarenakan waktu untuk uji yang sangat lama, karena harus melalui riset, lab, uji pada hewan dan uji pada manusia. Selain itu dikarenakan proses pengurusannya memerlukan biaya besar, bisa mencapai miliaran rupiah.

Meski saat ini perkembangan obat herbal masih banyak dijumpai pada jenis obat herbal berstandar, namun masyarakat sudah banyak yang merasakan khasiatnya, bahkan memiliki keunggulan tertentu dibandingkan obat kimiawi. Menurut salah satu sumber kami, bahwa obat medis untuk penghilang rasa sakit hanya bisa menghilangkan gejala rasa sakit yang ditimbulkan dari suatu penyakit tetapi tidak mampu menyembuhkan penyakit tersebut.

Sedangkan pada obat herbal seperti misalnya mengkudu, selain berfungsi sebagai penghilang rasa sakit juga merupakan obat anti kanker, darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Bahkan obat herbal tak hanya bisa menyembuhkan penyakit saja, tapi juga bermanfaat bagi kecantikan, sperti misalnya minyak zaitun jika diminum berkhasiat menurunkan total kadar kolesterol, mencegah timbulnya berbagai macam kanker, mengurangi terjadinya penyumbatan dan penebalan pembuluh darah, meredakan demam, dan sebagai antioksidan yang mengurangi efek buruk sinar UV. Jika dipakai sebagai obat luar juga bisa mencegah kerontokan rambut dan melembabkab kulit. Selain itu hampir tidak ada efek samping dibandingkan obat kimiawi. Agar lebih berkhasiat, konsumsi obat herbal sebaiknya diiringi dengan pengobatan alternatif seperti bekam, akupresur, refleksi dan lainnya.

Pilihan Usaha

Sebagai pemula usaha herbal, dituntut untuk mengetahui seluk beluk mengenai obat herbal, dan saat ini sudah banyak pelatihan yang diadakan termasuk menjadi anggota Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI).

Modal awalnyapun tak harus besar, bahkan cukup dengan modal minimal Rp.1 juta Anda sudah bisa membuat produk obat herbal, tentu saja sebelumnya mengikuti pelatihan obat herbal terlebih dahulu. Seperti yang dijelaskan oleh narasumber kami, modal Rp.1 juta tersebut bisa digunakan untuk membeli alat timbangan digital harga Rp.250 ribu, alat pengisian kapsul Rp.200 ribu, sisanya untuk membeli oven dan pelengkap lain seperti sarung tangan. Bahan yang digunakan tidak perlu dari tanaman herbal yang harus diolah dulu menjadi serbuk herbal, namun bisa langsung membeli serbuk herbal yang siap diramu sesuai komposisi obat herbal tersebut. Serbuk herbal ini bisa didapatkan dari sesama anggota ASPETRI.

Yang perlu diperhatikan adalah membuat supaya obat herbal bisa awet. Ini bisa dilakukan dengan cara sederhana selain menggunakan bantuan penyinaran sinar gamma yang dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Jakarta Selatan. Caranya, campuran beberapa jenis serbuk herbal harus di oven menggunakan oven elektrik sebelum di kemas kedalam kapsul dengan suhu 60 derajat selama 10 menit sehingga awet selama 1 tahun. Selain itu penyimpanan stok produk yang sudah dikemas di botol tidak boleh ditempat lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Namun bila Anda tidak mau repot mengurus proses produksi maupun perijinan produk, tak perlu pesimis karena Anda bisa memanfaatkan jasa makloon (proses produksi dikerjakan pihak lain). Cukup dengan biaya makloon sekitar Rp.13 ribu sampai Rp.16,5 ribu/botol berisi 4-60 butir kapsul maka Anda sudah bisa mendapatkan produk obat herbal yang dikemas sesuai dengan merk yang diinginkan.

Yang tak kalah menarik, bisnis inipun bisa dijalankan tanpa resiko dengan modal terjangkau dan hanya menuntuk kemampuan memasarkan produk, yaitu menjadi distributor atau agen. Dengan sejumlahminimal pembelian yang tak sampai jutaan rupiah, distributor sudah bisa meraup keuntungan, apalagi dengan pemberian diskon harga beli produk yang cukup besar, dan produk pun bisa di retur kemudian ditukar dengan yang lebih laku jenisnya.

Jenis Produk dan Pemasaran

Untuk membuat produk obat herbal, kecenderungan saat ini masyarakat lebih banyak berminat pada jenis obat herbal untuk menyembuhkan penyakit yang umum dijumpai. Narasumber kami bertutur bahwa obat herbal untuk penambah tenaga, libido, mengatasi disfungsi ereksi, dan mengatasi nyeri rematik, serta untuk kecantikan seperti herbal untuk pemutih, perawatan rambut, lulur anti penuaan, paling diminati, jadi bukan penyakit yang spesifik, seperti kanker.

Untuk usaha skala kecil di awal usaha, produk bisa dipasarkan ke lingkungan rumah dan klinik pengobatan herbal tanpa perlu terlebih dahulu mengurus izin edar dari BPOM. “Barulah bila perkembangannya bagus maka izin edar produk bisa dijual bebas ke pasaran”. Untuk memperluas pasar sebaiknya pelaku usaha juga membuka sistem keagenan dengan tawaran diskon yang menarik, membuka toko online atau website untuk mempromosikan produk, serta menyediakan fasilitas klinik pengobatan alternatif dengan akupuntur, refleksi, bekam dan lain-lain karena klinik ini akan mendukung penggunaan obat herbal sehingga khasiatnya akan lebih terasa bagi pasien yang datang ke klinik.

Bisnis obat herbal juga mampu meraup keuntungan besar hingga 69%. Sebagai gambaran, misalnya satu jenis obat herbal berupa kapsul memerlukan serbuk herbal seberat 250 gram, bila 1 kapsul beratnya 0,5 mg maka dihasilkan 500 kapsul, sehingga omsetnya Rp.250 ribu. Sementara itu biaya pembelian serbuk herbal seberat 250 gram Rp.100 ribu, sehingga keuntungan kotornya lebih dari dua kali lipatnya (belum dipotong biaya kemas dan operasional).

Dari beberapa pelaku usaha yang sukses menjalankan bisnis obat herbal, ternyata pelaku usaha yang memilih menjadi produsen obat herbal dengan mengkombinasikan layanan klinik pengobatan alternatif paling menguntungkan, dan keuntungannya bisa hingga 70% dari omset. Hal ii dikarenakan biaya operasional dari jasa klinik pengobatan alternatif relatif kecil, karena menggunakan obat buatan sendiri. Selain itu, penjualannyapun bisa langsung ke konsumen akhir, yaitu pasien yang datang ke klinik, sehingga harga jual produk obat herbal lebih tinggi, dan keuntungan yang diperoleh juga lebih besar.

Bila anda ingin menapaki usaha kesehatan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di saat inilah anda mengawalinya.

Kategori:Kesehatan
  1. anwar
    November 23, 2010 pukul 10:35 am

    info yg sangat bermanfaat. kalau info tentang makloon bisa dilanjut yg lebih jelas dan luas akan sangat membantu. oh ya bila belum punya siup dan bpom bolehkah dijual melalui online web. penjelasan sangat dinanti. terimakasih.

  2. Juni 20, 2014 pukul 9:30 am

    kalau di palembang ada g tempat pelatihan pembuatan obatnya saya tunggu balasannya k 081368098760 mks rochaendi

  3. Irwan Saputra
    Agustus 3, 2015 pukul 10:00 am

    Saya hanya ingin mengetahui lbh jelas..dimana saya bisa menghubungi jasa makloon obat herbal dan bagaimana caranya..mohon bantuannya
    Terimakasih
    Irwan Saputra

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: