Beranda > Informasi Umum > KEKUATAN LAUNCHING BAGI USAHA

KEKUATAN LAUNCHING BAGI USAHA

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Peribahasa “Tak Kenal Maka Tak Sayang” berlaku juga didunia bisnis. Faktanya, hanya produk yang dikenal yang dibeli konsumen. Tentu hal ini menggelitik pelaku usaha berjuang mengenalkan usaha atau produk pada calon konsumennya. Terlebih usaha atau produk tersebut terbilang baru dirilis. Acap kali pelaku usaha melakukan launcing sekadar mengenalkannya pada khalayak. Menurut Handito Hadi Joewono, Presidan Arrbey dan Chairman Indonesia Competitiveness Comunity mengatakan launching merupakan sarana pengenalan usaha, produk layanan atau program pada calon konsumen. Tak pelak semua usaha baik pelaku usaha besar maupun UMKM perlu melakukan launching ini.

Memang istilah launching lekat dengan perusahaan besar yang berduit tebal. Namun tahukah Anda UMKM-pun perlu melakukan launching terhadap usaha ataupun produk barunya. mungkin bentuk launching yang dilakukan berbeda-beda namun memiliki pesan mengenalkan pada calon konsumennya. Jika perusahaan besar me-launching usaha atau produk di hotel, ataupun mengundang media massa yang jor-joran menggelontorkan uang, lain halnya dengan UMKM. Dengan budget seadanya toh banyak UMKM yang melakukan launching dengan cara mereka. Sebagian UMKM melakukan launching dengan mengadakan selamatan ditempat usahanya, mengadakan grand opening dengan berbagai strategi marketing yang menarik konsumen datang bahkan terlibat dalam gawean mengenalkan usaha atau produk tersebut. Pasalnya launching adalah langkah awal dari proses penjualan awal.

Launching di Tempat Usaha

Seperti yang diungkapkan Yati, pemilik Nasi Timbel Kabayan, ia melakukan launching rumah makan khas Sunda ditempat usahanya. Meski terbilang sederhana, ia mengadakan selamatan dengan mengundang kolega, rekan dan kerabat. “Bagi mereka yang beruntung diberikan 10 voucher makan gratis pada kunjungan berikutnya,” urai Yati. Begitu juga yang dilakukan dengan Yusuf Yustiantok, pemilik Bona Music Studio dan Live Recording. Namun karena usahanya dibidang musik, Antok memilih mengundang 10 band indie untuk menjajal studio miliknya secara gratis selama 15 menit. Dan juga memberikan potongan harga 75% dari harga normal selama 1 bulan.

Meninjau cara launching yang dilakukan pelaku usaha UMKM tersebut, pakar merketing seperti Handito pun mengatakan lokasi launching tak selalu menentukan keberhasilan setelah launching. Karena hakikatnya launching sebaiknya dilakukan dengan mengundang calon konsumen yang dituju atau diadakan ditempat usaha sehingga menarik masyarakat sekitar untuk datang ketempat usaha tersebut. Hal inipun dapat memangkas budget launching sehingga dapat dilakukan oleh usaha apapun.

Strategi Promosi

Mendengungkan usaha baru pada calon konsumen pun bisa dilakukan bahkan sebelum usaha tersebut benar-benar di-launching. Pemasangan atribut media promosi seperti pamflet, spanduk ataupun brosur yang disebar dititik keramaian. Hal ini banyak dilakukan pelaku usaha perumahan yang jauh-jauh hari memesan spanduk sekadar mengingatkan akan melakukan launching pada tanggal yang telah ditentukan. Bagi Antok, memasang papan nama usaha, spanduk dan penyebaran pamflet diawal membuka usaha studio tersebut bisa menjadi magnet penarik konsumen yang kuat. Begitu juga dengan Yati yang mendapatkan karangan bunga besar yang menghiasi halaman depan usaha restorannya tersebut.

Menarik lagi apa yang dilakukan oleh pesinetron Dimas Sto yang melakukan grand opening untuk usaha Futsal Station yang dibukanya setahun lalu. Menurut Sahrul Ramadhan, adik yang sekaligus pengelola usaha itu mengatakan sukses melakukan grand opening dengan cara mengadakan kompetisi futsal. Tak disangka debut awal usaha adik kakak tersebut diikuti oleh 34 tim futsal dan ditutup dengan pentas band. Tak ayal, pasca grand opening selama 1 bulan itu bisa mendatangkan pengunjung yang loyal bermain dilapangan bola indoor dikawasan Bintaro tersebut.

Untuk menarik konsumen agar datang kembali, selain menjaga kualitas produk, konsistensi promosi produk juga penting. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk promosi, yaitu denga harga spesial ataupun melalui pamflet dan brosur. Seperti yang dilakukan oleh Dimas Seto, dengan memberikan harga paket yaitu potongan harga 50% setiap hari Senin dan diskon 40% untuk pelajar dan mahasiswa. Dan khusus untuk merayakan ulang tahun pertama sebagai rasa terima kasih, Futsal Station selama bulan Agustus memberikan bola dan rompi bertuliskan ‘thanks to..’ secara gratis.

Paket harga juga dipilih oleh Antok untuk terus mempromosikan studio musik miliknya, yaitu dengan Paket Lumayan Murah dari Senin – Rabu dan Paket Ngeband Gratis 1 jam setelah 6 jam bermain. Hal ini juga dilakukan oleh Yati dengan mengadakan paket hemat nasi timbel komplit Rp. 10 – 15 ribu, yang memang ditujukan untuk kaum menengah dan bawah. Semua teknik promosi ini memang sengaa didisain dengan tujuan memuaskan pelanggan. Kerana palenggan yang puas, jika kembali dapat dipastikan membawa serta temannya. Menurut Handito, promosi harga seringkali menjadi alat promosi yang efektif. Tetapi yang kemudian harus diperhatikan adalah jangan sampai menjadi beban usaha. Dan prinsip ‘tidak boleh jual rugi’ semestinya menjadi pegangan begi setiap usaha kecil yang sedang memberikan harga promosi.

Dampak Launching

“Dengan launching masyarakat jadi mengenal menu restoran saya sehingga tertarik untuk mencoba,” ujar Yati. Selain itu Yusuf Yustiantok pemilik Bona Music Studio juga merasakan dampak launching yang sangat bagus bagi pengenalan studionya kepada khalayak ramai. Menurutnya banyak pelanggan yang datang ketika launching studio, kemudian datang lagi dengan membawa teman.

Hal inipun dirasakan oleh Sahrul dan Dimas Seto pemilik Futsal Station yang merasa bahwa launching sangat bermanfaat sekali, apalagi ditambah dengan ekspose media elektronik sehingga menambah ketertarikan pengunjung untuk mencoba bermain dilapangan futsal mereka. Keadaan inipun dialami oleh Handito, yang mengatakan bila sebuah produk ingin dikenal oleh masyarakat maka launching menjadi hal penting untuk dilakukan. “Tidak hanya perusahaan dengan modal ratusan juta, untuk usaha UKM launching juga perlu dilakukan agar produknya dikenal oleh masyarakat,” ujar Handito. Karena akan sangat sia-sia membuat produk, tetapi tidak dikenal oleh masyarakat luas.

* Dari berbagai sumber

Kategori:Informasi Umum
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: