Beranda > Aneka Tips > Harga Tidak Pernah Bohong Kawan…

Harga Tidak Pernah Bohong Kawan…

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Mungkin diantara kawan-kawan sudah ada yang pernah melintasi jalur Puncak, Nagrek, Tanjungsari, ataupun Padalarang bersama keluarga.. Disana banyak sekali kita jumpai penjual-penjual eceran “Ubi Cilembu”.

Hal yang terbayang pertama kali bagi yang pernah merasakannya pastilah ubi yang manis dengan rasa yang khas. Tapi kawa-kawan mungkin juga tidak sadar atau malah tidak tahu bahwa sebenarnya Ubi Cilembu yang beredar dipasaran saat ini sebagian besar adalah palsu.

Yup. Palsu. Bukan tanpa bukti, karena ini berdasarkan penuturan penjual serta petani ubi itu sendiri. Hal ini disebabkan karena masa panen Ubi Cilembu yang asli itu memakan waktu hingga minimal 6 bulan, sedangkan ubi yang palsu hanya sekitar 3-4 bulan.

Karena banyaknya permintaan dalam skala besar dan jumlah pasokan yang tidak terlalu produktif maka banyak petani yang kemudian beralih untuk menanam ubi yang sudah direkayasa (kawinan) untuk mendongkrak produksi mereka. Hal ini tentu saja mengurangi kualitas dari ubi itu sendiri, dan keberadaan Ubi Cilembu yang asli saat ini sudah mulai sulit didapatkan.

Tak banyak sekarang ini petani yang secara permanen menanam Ubi Cilembu yang asli, dan kalaupun ada jumlah produksinya juga tidaklah sebanyak produktifitas ubi palsu. Namun dari sini muncul tren baru. Ubi Cilembu yang asli kini harganya melambung hingga mencapai harga antara Rp. 4.500 – Rp. 5.000 / kg ditingkat petani.

Harga yang tinggi ini awalnya mendapat keluhan dari para supllier/distributor Ubi Cilembu karena mereka juga harus mengeluarkan biaya pengeluaran yang lain sehingga harga ditingkat supllier mencapai Rp. 6.500 – Rp. 7.000 / kg, tapi sekarang masalah itu sudah tidak begitu dipermasalahkan lagi, karna biar bagaimanapun kualitas Ubi Cilembu yang memang jauh lebih baik ketimbang ubi yang palsu tidak lagi bermasalah pada harga yang tinggi, bahkan angka permintaan ekspor tiap tahunnya semakin meningkat.

“Permintaan untuk pasar ekspor mulai meningkat lagi sejak pertengahan tahun 2008 lalu” tutur saudara Ayung, salah satu supllier dan produsen agro di Bandung. Permintaan biasanya datang dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Brunei Darrussalam, Jepang, Hongkong, Cina dan Korea. Hanya saja permasalahannya adalah keterbatasan sarana dan kemampuan para petani untuk melakukan  kegiatan ekspor.

Harga Ubi Cilembu yang asli memang tidak bisa disetarakan dengan ubi yang palsu, jadi memang jika kawan-kawan mendapati Ubi Cilembu yang kawan beli dengan harga yang murah mungkin itu bukan yang asli, karena harga tidak pernah bohong kawan…

PS : Mengenai cara membedakan Ubi yang palsu dengan yang asli akan segera di up-date.

Kategori:Aneka Tips
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: