Beranda > Uncategorized > Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh.. Itu Kuncinya !!

Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh.. Itu Kuncinya !!

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Saya pernah membaca kutipan buku yang sewaktu berlibur bersama keluarga saya (saya lupa judul bukunya) yang isinya sangat menginspirasi saya hingga saat ini. Mungkin juga bisa sebagai sumber inspirasi bagi rekan-rekan yang lain. Isinya kurang lebih begini :

Ucapan Steve Jobs, CEO Apple Comp. dan Pixar Animation Studios dalam sebuah upacara wisuda pada tahun 2005 :

Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian dihari pertama disalah satu universitas terbaik didunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. Hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya.

Cerita pertama adalah mengenai hubungan titik-titik. Saya putus kuliah sejak 6 bulan pertama, namun saya tetap berada dikampus selama 18 bulan berikutnya setelah saya benar-benar berhenti. Saat itu saya memutuskan untuk mengambil kelas kaligrafi. Saya belajar tipe tulisan serif, san serif, tentang mengkombinasikan antara kombinasi huruf yang berbeda, tentang apa yang membuat para tipografis hebat menjadi hebat. Tidak ada satupun yang saya pelajari itu sepertinya akan berguna dalam hidup saya.

Namun 10 tahun kemudian, ketika kami merancang komputer Macitosh pertama, semuanya saya ingat kembali. Hasilnya Mac menjadi komputer pertama dengan tipografi yang indah. Andai saya tidak pernah putus kuliah dan kemudian ikut kelas kaligrafi maka Mac tidak akan punya beragam tulisan atau huruf yang berjarak dengan proporsional. dan karena Wondows hanya meniru Mac, sepertinya tidak akan ada PC yang akan memiliki tipografi indah.

Tentu saja tidak mungkin menghubungkan titik-titik itu ke masa depan saat saya masih dikampus. Tapi terlihat sangat-sangat jelas jika ditinjau 10 tahun kemudian. Jadi, kita harus percaya bahwa titik-titik itu suatu saat akan terhubung dimasa mendatang. Kita harus percaya pada sesuatu – insting, takdir, kehidupan, karma, apalah. Pendekatan ini tidak pernah mengecewakan saya, bahkan telah membuat semua perubahan dalam hidup saya.

Cerita kedua adalah mengenai cinta dan kehilangan. Saya merasa beruntung, karena menemukan apa yang sangat ingin saya lakukan dalam hidup sejak usia yang sangat muda.Woz dan saya memulai Apple digarasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Ketika bekerja dengan keras, dan dalam 10 tahun Apple telah berkembang dari hanya kami berdua digarasi menjadi sebuah perusahaan senilai 2 milyar dollar dengan lebih dari 4000 pegawai. Kami baru saja meluncurkan karya terbaik kami – Macintosh – setahun yang lalu, dan saya baru saja berusia 30 tahun. Kemudian saya dipecat.

Apa yang menjadi fokus hidup saya telah hilang dan itu sangat menyakitkan. Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan selama beberapa bulan. Tapi secara perlahan ada sesuatu yang mulai terpikirkan.  Saya telah ditolak, namun saya masih mencintai apa yang saya kerjakan. Jadi saya memutuskan untuk memulai lagi. Saya tidak sadar saat itu, tapi dipecat dari Apple merupakan hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya. Bebab berat menjadi sukses digantikan dengan perasaan enteng menjadi orang baru lagi. Hal ini membebaskan saya untuk lebih kreatif  lagi.

Selama 5 tahun berikutnya, saya memulai sebuah perusahaan bernama NeXT dan sebuah perusahaan lain bernama Pixar, yang kini menjadi studio animasi paling sukses didunia.

Dipecat dari Apple memang sebuah pil pahit buat saya, namun saya pikir ini memang diperlukan. Terkadang kehidupan memukul kita dengan sangat keras. Jangan hilang kepercayaan. Saya yakin bahwa satu=taunya yang membuat saya terus bertahan adalah saya mencintai apa yang saya lakukan. Kalian harus menemukan apa yang kalian cintai, dan satu-satunya cara untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa adalah dengan mencintai apa yang kalian lakukan.

Cerita saya yang ketiga adalah mengenai kematian. Mengingat bahwa saya akan mati suatu saat nanti adalah hal yang paling penting yang saya temukan untuk menolong saya membuat keputusan-keputusan penting dalam hidup. Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosa mengidap kanker.  Para dokter memberi tahu saya bahwa hampir dipastikan ini jenis kanker yang tidak dapat disembuhkan, dan harapan hidup saya hanya enam bulan lagi. Tapi kemudian saya menjalani operasi dan baik-baik saja hingga saat ini. Itu adalah saat terdekat saya menghadapi kematian, dan saya berharap hanya itulah hingga beberapa dekade kedepan.

Kerena sudah melalui tahapan ini, saya bisa lebih yakin mengatakan bahwa kematian adalah sebuah konsep yang beguna dan murni intelektual. Kematian adalah agen perubahan kehidupan. Ia memberikan jalan untuk yang baru dan menyingkirkan yang lama. Kali ini yang baru adalah kalian. namun suatu hari tidak lama dari sekarang, kalian akan menjadi tua dan tersingkirkan. Waktu kalian terbatas, jadi jangan habiskan dengan hidup dalam kehidupan orang lain. Jangan diperangkap oleh dogma. Jangan biarkan opini orang lain mengaburkan suara hati kalian. Dan yang terpenting, milikilah keberanian untuk mengikuti hati dan intuisimu.

Ketika saya masih muda, ada sebuah terbitan luar biasa bernama Katalog Seluruh Dunia, seperti Google dalam bentuk buku 35 tahun sebelum Goolgle muncul. Buku itu dilengkapi dengan alat bantu yang keren dan catatan yang bagus. Di halaman belakang edisi terakhir mereka, ada sebuah foto mengenai jalan perkampungan waktu dini hari, jalan yang mungkin akan kalian ikuti jika suka berpetualang. Dibawahnya ada kata-kata “Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh”. Itu adalah pesan perpisahan mereka sebelum mereka pergi. Dan saya selalu berharap hal itu untuk saya sendiri. Dan sekarang, kalian para lulusan baru, saya mengharapkan itu untuk kalian.

“Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh.”

Orang lapar adalah orang yang paling mampu untuk mensyukuri arti sesuap nasi. Orang lapar tahan banting. Orang lapar akan berusaha dangan segenap kemampuannya untuk meraih hidup yang lebih baik

Orang bodoh tidak punya prasangka. Orang bodoh terbuka terhadap hal-hal baru. Orang yang senantiasa merasa dirinya bodoh tidak akan pernah berhenti untuk belajar.

Tetaplah lapar. Tetaplah bodoh.

Kategori:Uncategorized
  1. April 18, 2014 pukul 1:39 am

    Hello it’s me, I am also visiting this web site daily, this web site is in
    fact nice and the users are actually sharing fastidious thoughts.

  2. Juni 18, 2014 pukul 12:48 pm

    I don’t know if it’s just me or if perhaps everyone else experiencing issues with
    your blog. It looks like some of the text within your posts
    are running off the screen. Can somebody else please provide feedback and let me know if this
    is happening to them as well? This may be a problem with my web browser because I’ve had
    this happen before. Cheers

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: