Arsip

Posts Tagged ‘usaha bibit ikan’

Usaha Pembibitan Ikan Konsumsi

Desember 5, 2010 1 komentar

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Tidak banyak orang yang menyadari bahwa usaha pembibitan ikan konsumsi menjanjikan untung besar. Belum banyaknya pembibitan ikan konsumsi yang mengakibatkan permintaan bibit diberbagai daerah terus meningkat dan belum terpenuhi. Dua jenis ikan konsumsi yang memiliki permintaan paling tinggi adalah ikan mas dan lele.

Untuk kota Jakarta saja permintaan ikan mas mencapai 10 ton/hari yang baru terpenuhi sekitar 5 ton yang dipasok dari berbagai daerah. Begitu juga dengan lele, dengan perintaan menembus angka 85 ton/hari dan baru dapat terpenuhi sekitar 50 ton saja. Selain Jakarta, untuk daerah Semarang dan Yogjakarta saja permintaan ikan mas dan lele sekitar 25-35 ton/hari. Dari total kebutuhan tersebut 30% masih dipasok dari Jawa Timur. Tak ayal besarnya permintaan kedua jenis ikan konsumsi tersebut meningkatkan permintaan benih ikan mas dan lele.

Untung Besar

Sumber kami mengatakan, terbatasnya pasokan benih ikan menunjukkan potensi usaha pembenihan ini sangat menjanjikan, bahkan keuntungan bisa lebih dari 100%. Misal saja dari satu indukan bisa menghasilkan 100 ribu benih lele yang setelah dipelihara 40-50 hari bisa dijual dengan harga Rp.170-200/ekor benih ukuran 7 cm. Maka omset yang dapat diraup sekitar Rp.17-20 juta. Hitung saja jika petani pembibit memiliki puluhan indukan yang siap dikawinkan.

Modal yang diperlukan untuk menjadi pembibit ikan tidaklah terlalu besar. Bagi pemula bisa memulai dengan 1 induk betina dan 1 induk jantan yang memerlukan modal sekitar Rp.200-300 ribu. Untuk kolam bisa menggunakan kolam terpal dengan ukuran mulai 2 x 1 x 0,8 meter yang memerlukan modal sekitar Rp.500 ribu. Sedangkan untuk peralatan, pakan, vitamin dan probiotik, karyawan dan biaya penyusutan kolam modal yang diperlukan tak lebih dari Rp.6-7 juta tiap bulannya. Dengan demikian hanya dengan modal sekitar Rp.7-8 juta bisa mendatangkan keuntungan lebih dari 100% atau sekita Rp.10-12 juta.

Bisa Dipelajari

Untung yang besar jangan lantas membuat Anda gegabah mengambil keputusan. Ada banyak hal yang patut dipertimbangkan sebelum berkecimpung menjadi pembenih ikan konsumsi ini. Kunci sukses usaha pembenihan ini terletak pada pemilihan bibit, kondisi kolam, pemeliharaan kualitas air, pemberian pakan, vitamin dan probiotik. Untuk pemilihan bibit, indukan yang akan dijadikan bibit yang bagus adalah ikan yang telah berumur lebih dari 1,5-2 tahun dengan bobot betina lebih dari 2 kg dan jantan lebih dari 0,5 kg.

Bibit yang digunakan harus sehat dan ditandai dengan sisik yang cerah, insang bersih dan siap dikawinkan dengan ciri perut bagian bawah membuncit (berisi telur) untuk induk betina dan induk jantan telah mengeluarkan cairan putih (sperma) bila perutnya dipijat. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas bisa didapatkan di petani yang menyediakan indukan atau di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) di setiap daerah.

Adapun perbandingan induk jantan dengan betina yang digunakan pada pemijahan ikan mas 3 : 1 dan 1 : 1 atau 1 : 2 untuk pemijahan lele. Sementara itu jenis ikan mas yang biasa untuk dipijah diantaranya ikan mas Majalaya, Punten, Sinyonya, Domas, Merah/Cangkringan dan Kumpai. Sedangkan untuk lele baik lele Dumbo, super Dumbo maupun jenis Sangkuriang.

Hingga saat ini jenis lele yang paling bagus adalah jenis Sangkuriang. Lele jenis ini gerakannya lebih gesit, daging dan jumlah telurnya juga lebih banyak, mencapai 50-60 ribu butir/kg bobot indukan. Jenis kolam yang biasa digunakan untuk pembenihan yakni kolam tanah, kolam beton/tembok dan kolam terpal. Untuk pemula, kolam terpal adalah pilihan tepat bagi pemula yang ingin menjadi pembenih dengan lahan terbatas.

Jika dibandingkan dengan kolam tanah, kolam beton/tembok tentu biaya untuk membuat kolam terpal lebih sedikit, lebih simpel dan bisa dijalankan dilahan sempit. Dibalik keunggulan tersebut tetap ada kekurangan jika pembenihan dilakukan dalam terpal. Boleh saja bagi pemula, tapi umumnya pembenih yang mulai maju beralih ke kolam tembok atau tanah. Alasannya dalam kolam terpal, kotoran akan terakumulasi dan tidak terurai seperti dikolam tanah yang bisa menjadi bakteri patogen (sumber penyakit) dan toksin (racun) bagi benih dalam kolam.

Ratusan Ribu Telur

Dari pemijahan ikan mas akan menghasilkan 85-125 ribu telur/kg indukan dan 50-100 ribu telur dari induk betina lele dengan tingkat keberhasilan diatas 90-95%. Namun kesuksesan memijah dan menetaskan telur menjadi larva dan kemudian menjadi benih atau bibit ikan yang siap jual perlu sedikit ilmu pembenihan yang dapat dipelajari dengan mudah.

Waktu krisis di usaha pembenihan, terutama lele, mulai umur 15-25 hari, dimana terjadi kekosongan imunitas benih sehingga mudah terserang penyakit hingga bisa mati 100%. Jika pembenih mampu melewati fase ini maka selanjutnya tinggal menunggu masa panen.

Agar dapat melalui fase kritis tersebut, pembenih harus dapat menjaga kebersihan air dari bakteri, virus maupun kuman penyakit yang bisa datang dari kotoran yang menumpuk. Berikan 1 ppm probiotik (untuk tiap 1000 meter kubik air) untuk benih, dan 5 ppm untuk indukan. Dengan memberikan probiotik yang berisi bacuillus licheni, bacuillus subtilies, dan enzim selulosa, protese dan amilase 1-2 hari sekali dapat meningkatkan kualitas air, mendegradasi racun, amoniak, nifrit dan nitrat, mengurangi patogen, dan meningkatkan metabolisme benih.

Selain itu bisa juga memberikan vitamin C 98% dengan dosis 1 gram/10 kg pakan atau 1 gram/40 kg pakan untuk vitamin C 40%. Teknis pembenihan ikan di berbagai daerah berbeda-beda, tapi yang penting selama memperhatikan kualitas air, biasanya tidak banyak yang mati, karena memelihara benih sama denga memelihara air. Selama kualitas air, kepadatan juga perlu diperhatikan. Bagi pemula yang menggunakan kolam terpal, kepadatan ideal 50-75 ekor/meter persegi, 100-150 ekor/meter persegi bagi yang berpengalaman, 200-400 ekor/meter persegi untuk petani ikan intensif dan pertanian super intensif kepadatan bisa dimaksimalkan hingga 800-1000 ekor benih.

Yang juga penting adalah peran pakan. Berikan pakan sesuai kebutuhan ikan sekitar 5% dari bobot tubuh atau 5 ons setiap hari jika dalam kolam hanya terdapat 10 kg benih atau induk. Disamping menggunakan pakan pelet komersial, benih dan induk ikan mas dan lele bisa diberikan pakan tambahan seperti kuning telur bebek, limbah sosis, usus ayam/sapi, roti tawar, keong, bekicot, cumi, dan udang yang diberikan 1-2 hari sekali sebanyak 1% bobot tubuh.

Namun tidak semua pembenih memberikan pakan alternatif tersebut. Pasalnya bagi sebagian petani intensif cukup menggunakan pakan komersial. Berdasarkan pengamatan dan penelitian benih di lapangan, apabila menggunakan pakan tambahan bisa membuat target waktu panen meleset menjadi 70-80 hari untuk benih ikan lele dari yang seharusnya mulai umur 40 hari sudah bisa panen, meski bisa menekan pengeluaran pemberian pakan yang saat ini mencapai Rp.6-7 ribu/kg.

Cepat Panen

Panen adalah waktu yang paling ditunggu oleh setiap petani ikan.benih lele mulai bisa dipanen mulai usia 40-50 hari dengan ukuran 5-7 cm. Lain halnya dengan benih ikan mas yang bisa dipanen 14-20 hari dengan ukuran 3 cm. Adapun waktu panen biasanya dilakukan 2-3 kali karena benih yang di hasilkan tidak seragam. Jika hasil total benih lele dari satu induk unggul mencapai 100 ribu ekor, maka di umur 40 hari (panen 1) bisa mengangkat 40 ribu ekor ukuran 7 cm, lalu panen 2-3 dilakukan setiap 1 minggu berikutnya dengan jumlah panen 20-40 ribu ekor.

Sementara itu, benih ikan yang dihasilkan dari pemijahan tersebut biasanya dijual petani pembenihan ke bandar. Namun tidak jarang merak juga langsung menjual ke petani pembesaran atau ke pasar ikan yang banyak tersebar di berbagai daerah seperti Parung, Gunung Sindur Bogor, Sukabumi, Bandung Selatan, Boyolali, Demak, Kendal, Pati, Jogja, Klaten dan Indramayu untuk sentra lele. Sedangkan sentra ika mas berada di Wonogiri, Klaten, Tulungagung, Blitar, Jogja, Bogor dan Cianjur.

Adapun harga 1 ekor benih ikan lele sekitar Rp.150/ekor ukuran 4-6 cm, dan untuk ukuran 6-8 cm dijual Rp.200/ekor. Sedangkan untuk benih ikan mas ukuran 3 cm dijual dengan harga Rp.60ribu/liter, isi sekitar 15 ribu ekor.

Dari berbagai sumber yang kami dapat, bisa di simpulkan bahwa pembenihan lele lebih menjanjikan daripada ikan mas. Hal ini bisa dilihat dari jumlah permintaan lele konsumsi lebih besar, dan harga jual benih lebih mahal dari benih ikan mas meski usia panennya lebih pendek. Daya tahan lele lebih kuat dari ikan mas yang lebih mudah terserang penyakit saat musim hujan. Bukan hanya itu, besar keuntungan yang diperoleh dari usaha pembenihan lele mencapai 97%, sehingga modal yang ditanamkan bisa cepat kembali dalam 3-4 bulan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 387 pengikut lainnya.