Arsip

Posts Tagged ‘pembesaran ikan’

Teknik Pemijahan dan Pembesaran Benih Ikan Mas

Desember 7, 2010 10 komentar

Pemeliharaan Indukan

Induk jantan dan betina dipelihara secara terpisah dalam kolam dengan kedalaman air 80-150 cm dengan aliran air mengalir seperti dalam kolam tanah. Suhu ideal untuk kolam indukan sekitar 25-30 derajat dengan derajat keasaman pH 6,5-8,5. Sementara itu, pakan diberikan sebanyak 2 kali yakni setelah pukul 8 pagi dan 4 sore hari sebanyak 2,5% bobot tubuh. Misalnya dalam kolam terdapat 12 indukan dengan berat rat-rata 2 kg (24kg/kolam) maka pakan yang diberikan sekitar 480-1200 gram tiap harinya.

Pemijahan

Untuk kolam pemijahan, siapkan kolam tanah berukuran 500 meter persegi yang telah dikeringkan sebelumnya. Taburkan 5 kg kapur, 1 kh pupuk urea, dan 2 kg TSP serta 5 karung kotoran bebek pada dasar kolam. Isi air dan diamkan selama 2-3 hari agar tumbuh mikroorganisme atau phitoplankton sebagai pakan alami dalam kolam. Keadaan air yang cocok untuk pemijahan dan penetasan telur yakni bersuhu antara 25-30 derajat, pH 6,5-8,5, debit air kolam 0,5 liter/detik, dan ketinggian air sekitar 50-70 cm. Usahakan air yang digunakan cukup jernih dan tidak terlalu keruh seperti aliran air sungai atau irigasi sawah. Dalam kolam berukuran 500 meter persegi dapat dipijahkan 3 indukan betina dan 9 indukan jantan.

Untuk memudahkan proses pemijahan buat hapa (jaring tempat pemijahan) dibagian tengah kolam ukuran 2 x 6 x 1 meter. Agar hapa tidak mengapung, maka diberi pemberat seperti bambu. Hapa sengaja dibuat dengan jaring yang tidak rapat agar larva yang telah menetas dalam hapa dapat menyebar keseluruh bagian kolam.

Didalam hapa juga disediakan kakaban yang menutupi permukaan air dalam hapa sebagai tempat menempelnya telur ikan mas. Kakaban terbuat dari ijuk yang dijepit dengan kayu atau bambu ukuran 4 x 150 cm.

Indukan yang bagus digunakan untuk betina yang siap dipijah memiliki ciri bersih mengkilap, tidak ada cacat atau bekas luka di badan, dan insangnya bersih serta utuh. Sementara tanda-tanda indukan yang sudah matang gonad pergerakan lamban, sering melompat pada malam hari, perut gendut/membesar kearah belakang, jika diraba terasa lembek, lubang anus membengkak kemerahan. Sedangkan induk jantan apabila dilakukan pengurutan perut kearah kelamin akan mengeluarkan sperma berwarna putih susu.

Induk yang akan dipijah dimasukkan kedalam hapa. Pemijahan dilakukan dalam kolam dengan memasukkan induk betina terlebih dahulu yang kemudian disusul dengan memasukkan induk jantan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar induk betina menelurkan telur lebih banyak. Adapun perbandingan induk yang dimasukkan 1 induk betina dan 3 induk jantan. Beri pakan sebanyak 2-5% bobot tubuh induk pada sore hari. Proses perkawinan dimulai pukul 4 sore dan induk betina akan bertelur pukul 12 malam. Keesokan paginya induk jantan dan induk betina dipisahkan dan dimasukkan kedalam kolam penampungan. Tiap ekor induk betina bisa menghasilkan 10 liter telur yang berisi 15-20 ribu butir/liter.

Penetasan

Telur menetas setelah 4 hari pada suhu 28-30 derajat. Setelah telur menetas, angkat kakaban. Dan, pembesaran larva menjadi benih masih dalam kolam yang sama. Larva/benih yang tadinya berada dalam hapa bisa menyebar keseluruh bagian kolam. 4 hari setelah menetas larva tidak diberi pakan, karena masih mempunyai cadangan makanan dari kantung telur.

Pakan pertama diberikan pada larva berumur 5 hari berupa kuning telur bebek sebanyak 5 kali dalam sehari untuk satu kolam berisi 15 ribu ekor atau benih yang berasal dar1 indukan. Sekali makan sebanyak 1 butir kuning telur bebek yang sudah direbus, artinya sebanyak 5 butir kuning telur untuk benih dari 1 indukan. Setelah 5 hari, benih bisa memakan pakan alami berupa kutu air dan plankton yang tumbuh akibat adanya pupuk di dasar kolam. Barulah setelah umur 2 minggu sejak menetas dengan ukuran 3 cm benih siap dijual.

Teknik Budidaya Pembibitan dan Pembesaran Bawal Bintang (Bawal Air Asin)

Oktober 28, 2010 Tinggalkan komentar

Pembibitan

Pilih indukan yang sehat dengan berat minimal 1 kg. Indukan jantan dan betina dimasukkan dalam akuarium terpisah berukuran 10 m x 10 m dengan pH 7,4-7,8, suhu air 29-31 C dan salinitas atau tingkat keasinan (kadar garam) 30-32 ppt.

Pemijahan dapat dilakukan kapan saja, tidak tergantung siklus bulanan dengan perbandingan 10 ekor pejantan dan 1 betina yang telah disuntik obat perangsang dengan dosis di 250 IU. Dalam waktu 3 hari telur akan keluar, kemudian telur dipindahkan dalam akuarium berukuran 6 m x 6m dengan jumlah telur 200 ribu dan tingkat keberhasilan menetas sekitar 65-75%.

Setelah menetas dan menjadi bibit, akuarium tersebut diberikan aliran air yang mengalir dengan pompa air sehingga terjaga kadar oksigen dalam air.bibit tersebut diberi pakan berupa SP Nannochloropsis Fitoplankton selama 14 hari, kemudian pakan Artemia maupun Rotifera. Setelah bibit berukuran 1 inci, bibit sudah dapat diberikan pakan pelet yang sudah dihancurkan hingga siap tebar ke Keramba Jaring Apung (KJA) ukuran 1-2 inci.

Pembesaran

Pembesaran dilakukan dalam KJA dengan ukuran mulai 1-2 inci. Pilih bibit yang sehat, kulit tidak ada yang luka, gesit dan ukuran seragam agar tidak terjadi perebutan makanan dan menghasilkan panen Bawal Bintang yang seragam pula. Seleksi penyeragaman setiap 2 minggu sekali di setiap  jaring yang selanjutnya dilakukan setiap bulan.

Berikan pakan pelet maupun ikan rucah dengan frekuensi pemberian pakan dilakukan 4-6 kali sehari, selanjutnya pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore dengan takaran 3-5% dari berat badan. Masa panen dimulai dari usia 3-6 bulan dengan kisaran berat 0,5-1 kg/ekor.

Lakukan pembersihan serta penggantian jaring sebulan sekali atau saat jaring kotor karena lumpur atau biota penempel seperti kerang dan tumbuh-tumbuhan, karena dapat menghambat sirkulasi air dan oksigen. Jika dibiarkan dapat menghambat pertumbuhan Bawal Bintang dan menimbulkan penyakit. Pembersihan dilakukan dengan cara menjemur dan menyikat jaring hingga bersih.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 537 pengikut lainnya.