Beranda > Aneka Tips, Pertanian dan Peternakan > Teknik Budidaya Cabe di Green House

Teknik Budidaya Cabe di Green House

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Syarat Iklim

Cabe bisa ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, sehingga tidak heran para petani cabe menyebar di beberapa daerah seperti Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Cianjur, sepanjang Pantura, Sleman, Magelang, Bantul, Malang, Probolinggo, Padang dan Palembang.

Persiapan Lahan

Pertama-tama lahan kebun yang akan digunakan digemburkan dan dibuat gundukan (bedengan) dengan jarak antar bedengan sekitar 60 cm. Adapun panjang bedengan mulai dari 10-20 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 30-40 cm. Agar kaya akan nutrisi, bedengan ditaburi pupuk kandang 200 kg/hektar. Diantara bedengan dibuat saluran pembuangan air berlebih sehingga tidak mengendap di bedengan yang dapat menyebabkan akar membusuk. Kemudian dibuat green house yang terbuat dari bambu dengan atap plastik ultraviolet (UV). Dengan cara ini , tanaman dijamin cukup terlindungi dibandingkan dengan cara konvensional tanpa green house. Penggunaan plastik UV berpengaruh terhadap proses fotosintesis yang lebih efektif pada daun, melindungi tanaman dari hujan dan menjaga kestabilan suhu udara di bawahnya.

Kemudian plastik mulsa diselimutkan diatas bedengan, lalu dilubangi dengan jarak 10 cm antar tanaman dalam satu baris dan 20 cm antar baris. Jadi dalam 1 bedengan bisa dibuat 3 baris memanjang. Untuk melubangi plastik mulsa bisa menggunakan kaleng bekas diameter 10 cm yang telah di panaskan sehingga plastik gampang berlubang.

Penyemaian

Sebelum cabe ditaman dalam bedengan, benih cabe di semai dalam tray (wadah berbahan plastik untuk persemaian). 1 tray bisa menampung sekitar 100 benih cabe. Agar hasilnya bagus, sebelumnya benih di rendam dalam larutan enzim SolBi 3 tetes yang diencerkan dengan air sebanyak 200 ml mulai dari pukul 8 malam hingga pukul 7 pagi.

Benih-benih yang tenggelam dipilih untuk di tanam dalam tray yang telah di isi media tanam berupa tanah dan pupuk kandang yang halus. Selama penyemaian benih di semprot air sekali sehari dengan spray kecil. Dengan cara ini, bibit kecil dari tray bisa lebih cepat dipindahkan ke bedengan setelah tanaman tumbuh 5 daun dan tinggi 7-8 cm atau selama 15 hari setelah benih ditanam.

Penanaman dan Pemeliharaan

Sebelum di tanam, bedengan dibasahi dengan air. Bibit sebaiknya tidak dicabut, melainkan cukup dengan merenggangkan tray sehingga perakaran tidak rusak ketika ditanam dalam lubang tanam. Selanjutnya, bibit yang telah ditanam disiram 2 kali seminggu, agar kelembaban di bawah mulsa plastik tetap terjaga dan tidak terjadi kebusukan. Sedangkan untuk penyiangan gulma dilakukan 2 kali semasa tanam.

Sementara pupuk sintetis NPK Mutiara (warna biru) atau NPK Cantik (warna putih) diberikan 2 kali sebulan. Pada pemupukan sintetis pertaman ditambahkan enzim SolBi dengan dosis 1 kg pupuk NPK dengan 1 botol (30 ml) SolBi yang dilarutkan dalam 200 ltr air.

SolBi merupakan enzim yang berfungsi menyeimbangkan kandungan unsur hara tanah, sehingga meski ditanam dalam jarak yang sangat rapat, akan tetap terpenuhi nutrisinya. Ukuran cabe yang dihasilkan pun tetap besar dan panjang. Selain itu penambahan enzim yang dilakukan tiap sebulan sekali ini juga dapat memperpanjang masa tanam hingga mencapai 11 bulan dari normalnya 7 bulan.

Yang perlu diperhatikan adalah kelembaban kebun agar terhindar dari penyakit yang biasa menyerang cabe seperti layu fusarium dan patek/antraknosa yang kerap muncul ketika kelembaban tinggi. Sedangkan untuk hama yang sering muncul adalah trips, yakni serangga yang cepat berkembang biak yang dapat diatasi dengan menyemprotkan insektisida merek apa saja.

Panen

Kriteria cabe yang siap panen, yakni dengan tingkat kemerahan sekitar 90% (sebagian besar merah). Panen perdana bisa dilakukan 2 bulan setelah tanam. Cara menanam cabe di green house ini dinilai lebih cepat dibandingkan dengan metode biasa yang baru bisa di panen setelah empat bulan. Buah cabe di petik bersama tangkainya agar ketahanannya lebih lama dalam pendistribusian. Setelah di panen, cabe tidak perlu di cuci karena dengan cari ini tampilan buah sangat bersih. Cabai dimasukkan dalam kardus atau plastik karung.

Dengan cara penanaman seperti di atas, cabe bisa tahan lama dalam keadaan baik sampai 2 minggu pada suhu ruangan. Sedangkan apabila dimasukkan dalam freezer bisa tahan sampai 45 hari.

About these ads
  1. Februari 3, 2013 pukul 1:21 am

    gambarnya boss……………..

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 387 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: