Beranda > Aneka Tips > Rahasia Larisnya Minuman Teh Siap Saji

Rahasia Larisnya Minuman Teh Siap Saji

Teh sudah menjadi minuman pelengkap yang kini semakin beragam cara penyajiannya. Perkembangan inovasi minuman tradisional ini mengutamakan kecepatan saji yang menjadi nilai jualnya. Menurut Refrinal, pengamat merketing, dari teh kotak, sachet hingga botol dalam perkembangannya menunjukan bahwa konsumen punya espektasi lebih. Mereka menginginkan teh yang siap saji, namun tidak meninggalkan nilai-nilai rumahan yang selama ini sudah menjadi budaya dalam keluarga.

Hal inilah yang ditangkap oleh beberapa pelaku pasar utnuk menciptakan produk yang memenuhi kriteria konsumen, yaitu teh yang dalam kemasan gelas plastik yang cepat saji, alami, tradisional, dan terjangkau. Produk minuman siap saji atau RTD (ready to drink) ini berbeda dengan kemasan botol atau kotak dan sachet karena dibuat dibuat saat itu, sehingga fresh dan jika tidak habis harus dibuang. dibandingkan teh kotak maupun teh botol juga lebih unggul karena ada potongan es batu.

Namun ditengah gencarnya pelaku pasar menawarkan produk teh siap saji ini, ternyata loyalitas konsumen terhadap produk teh kotak, sachet, maupun botol tidak terpengaruh oleh kehadiran teh kemasan gelas plastik. Prospek yang cerah dari usaha teh kemasan gelas plastik diakui Bidho Travolta K dari PT Sariwangi AEA. Prospek penjualan teh kemasan gelas plastik dari Sariwangi yang dilepas bulan Agustus 2008 dengan brand Teh Saring terus mengalami pertumbuhan dengan bertambahnya jumlah mitra. Saat ini di Jabotabek sudah ada 150 outlet dan di Surabaya, Bandung,  Semarang sekitar 30 lagi sehingga totalnya mencapai 180 outlet.

Strategi Usaha

Pelaku usaha teh kemasan gelas plastik ini harus terlihat bersih, good looking, mampu berkomunikasi secara efektif dengan pembeli sehingga berpotensi menjadi pelanggan, dan juga cerdas membaca pasar. Apalagi saat ini banyak produk dipasar yang membuat sulit mencari diferensiasi antara satu produk dengan yang lainnya. Ada tiga strategi untuk usaha ini, yaitu :

1. Survive strategy

Yaitu strategi yang mengacu pada pemilihan lokasi yang tepat, bentuk kemasan, harga yang ditawarkan, dan karyawan yang akan anda pekerjakan. Disamping itu cermati produk apa saja yang sudah dijual disebuah lokasi dan tentukan kompetitor langsung anda ketika memutuskan lokasi.

Lokasi yang tepat untuk usaha ini adalah mobilitasnya tinggi namun memiliki pengunjung yang jelas. Seperti mall, terminal, plasa, gedung perkantoran, pelabuhan laut, bahkan bandara udara. Sedangkan untuk promosi tidak perlu memberi promosi berlebih seperti memberi minuman gratis, pada satu minggu pertama cukup diberikan harga potongan pada calon pelanggan. Cara lainnya dengan memberikan edukasi secara efektif tentang kualitas dan keaslian produk, termasuk penggunaan teh alami dan gula alami, takaran yang telah ditentukan, dan sebagainya.

2. Exist strategy

Strategi yang berafiliasi pada pengembalian modal. Anda harus merencanakan dengan baik kapan BEP diperoleh, berapa target penjualan perhari. Harus membuat pencatatan penjualan perhari selama satu bulan, dan angka ini dapat menjadi patokan untuk menentukan target pada bulan berikutnya. Harus bisa menetapkan peningkatan penjualan tiap bulan pada kisaran 10%. Jika ternyata penjualan anda melampaui target andapun harus menghitung besaran bonus yang harus diberikan kepada karyawan anda sehingga mereka memiliki sence of belonging atas produk anda.

Pada tahap strategi ini sasarannya adalah merekrut pelanggan dan strategi diarahkan untuk menjadikan mereka pelanggan tetap sehingga BEC (break even costumer) pun bisa dihitung, dan manfaat lainnya yang bisa anda dapatkan adalah anda bisa merencanakan produksi berdasarkan perilaku pasar yang sudah anda amati, seperti meningkatkan kapasitas produksi hingga 100% pada hari libur atau hari raya.

3. Sustaindable strategy

Saatnya untuk memperhatikan atribut produk, memikirkan merek, mendesain kemasan tetap, bahkan yang siap dibawa pulang, mendaftarkan ke Depkes untuk memperoleh registrasi, bahkan anda harus mengurus label halal produk anda, sehingga konsumen anda juga semakin loyal. Langkah puncak adalah mendaftarkan merek anda ke Dirjen Haki untuk mendapatkan hak paten.

Resiko Rendah

Dengan ukuran modal berkisar Rp.5 juta, sebenarnya bisnis ini bisa dimasukkan kedalam low risk chategory karena target pasarnya adalah semua segmen. BEP juga akan sangat mudah tercapai dalam waktu paling lama 6 bulan. Pemilik salah satu outlet Teh Poci juga mengakui bahwa penjualannya saat weekend berkisar 400 – 700 gelas/hari, bahkan bisa hingga 1000 gelas/hari. Apa anda juga tertarik? Silahkan mencoba….

About these ads
Kategori:Aneka Tips
  1. santhy
    Agustus 27, 2010 pukul 7:39 am | #1

    subhanallah,,,, penjualan sampai 400glas/hri,
    gmn cara penjualan atau pemasaran nya?
    krna kbetulan sy jg pnya usaha yg sm nmun beda brand ny,,
    bs dunk berbagi…

  2. yuari_yani
    Januari 4, 2011 pukul 5:37 pm | #2

    saya tertarik dgn produk tersebut , apa bs saya dapatkan produk itu beserta pricelistnya tuk grosir

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 537 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: