Beranda > Kebutuhan Umum > Usaha Berbahan Limbah

Usaha Berbahan Limbah

Sejalan dengan kondisi ekonomi dan tingkat persaingan yang semakin tinggi, kini banyak orang mencari alternatif usaha yang berbeda agar bisa meraih konsumen sendiri. Salah satu usaha yang kini berkembang adalah usaha pengolahan limbah menjadi produk yang fungsional dan memiliki daya jual tinggi. Berbagai limbah kini dapat dimanfaatkan, misal saja kaca, plastik seperti botol gelas dan plastik pembungkus detergen. Apalagi saat ini isu pemanasan global dan kawasan hijau banyak didengungkan masyarakat dunia dan ini mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk menghargai bahan-bahan sisa/limbah. Nah, kini saatnya cukup tepat bagi para produsen untuk kembangkan usaha berbahan bekas yang tak bernilai itu.

Prospek Cerah

Menurut M Baedowy, praktisi recycle industry mengatakan prospek usaha berbahan limbah saat ini sangat bagus karena persaingannya tidak terlalu berat meski kini usaha serupa banyak berkembang. Meskipun demikian masih cukup banyak orang menganggap bahan baku sisa itu tak layak digunakan atau diolah karena kurangnya pengetahuan pengolahannya. Disisi lain, kondisi yang berkembang dimasyarakat bergeser yang tadinya memanfaatkan bahan baku sisa untuk membantu masalah lingkungan kini bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha. Membutuhkan keterampilan yang tinggi untuk mampu mengubah barang yang tak layak pakai menjadi barang yang lebih fungsional. Melihat inilah Baedowy menjadi salah satu pelopor pengolah limbah plastik menjadi bijih plastik yang mampu diolah kembali menjadi barang berguna lainnya.

Senada dengan itu, Muhammad Chordi, pemilik Reka Cipta Manik, rumah kerajinan aksesoris kalung dan gelang menuturkan bahwa kini bukan hanya limbah plastik yang bisa didaur ulang, limbah kaca dari botol minuman dan parfumkini juga bisa disulap menjadi berbagai aksesoris cantik yang menghasilkan omset yang besar.

Menurut Rahayubudi, konsultan produk kerajinan di Departemen Perdagangan, usaha berbahan baku limbah kini sudah berkembang dan bervariasi. Jika dulu masyarakat kurang tahu berbagai macam limbah, hanya sebatas pengolahan limbah plastik, kini aneka aksesoris dari limbah kaca dan bungkus pasta gigi juga sudah bisa dijadikan produk yang dijual dan bisa mendatangkan penghasilan yang menguntungkan. Ia menambahkan, semua usaha berbahan baku limbah jika diolah dengan baik mempunya i prospek yang besar, yang pasti produk-produk inovasi mempunyai prospek kedepannya lebih bagus. Sementara saat ini, produk yang masih sangat diminati masyarakat ialah yang unik, lucu dan fungsional.

Inovasi

Persaingan yang semakin banyak dalam usaha pangolahan limbah secara langsung mempengaruhi segi kreativitas dan inovasi masing-masing pelaku usaha pengolahan limbah ini. Aswin Aditya, pemilik Plastic Work, usaha kerajinan dari limbah plastik dan bekas wadah pasta gigi memutar otak mengolah limbah tersebut menjadi barang yang fungsional seperti payung dan tas. Dengan tingkat kreativitas yang tinggi tak heran banyak hasil kerajinan berbahan dasar limbah tak hanya mampu menembus pasar domestik namun juga merambah pasar manca negara.

Bahan Baku

Meningkatnya jumlah pengolah dan pemanfaatan limbah untuk kerajinan dan daur ulang lainnya, kini potensi pengolahan juga semakin besar untuk dikembangkan. Chordi menuturkan untuk mendapatkan bahan baku limbah kaca Ia biasa mendapatkannya dari daerah Cirebon, Karawang, dan Tangerang. Jika Chordi mengolah sendiri limbah kaca menjadi bijih kaca dan mendaur ulang menjadi berbagai manik untuk aksesoris. Begitu juga dengan Baedowy yang lebih fokus pada penglahan limbah menjadi bijih saja tanpa memproduksinya lebih lanjut menjadi produk baru berbahan dasar limbah tersebut.

Ternyata berbagai limbah plastik dan kaca tersebut tidak hanya bisa didapat dari supplier dibeberapa titik penampungan limbah didaerah dekat pabrik namun kini pengerajin dari limbah bisa mendapatkanbahan sisa tersebutantara lain di Pasar Cisauk, Pasar Kemis dan Pondok Aren, Tangerang Banten.

Keuntungan Besar

Meski usaha yang dijalankan berhubungan dengan bahan limbah, namun jika menilik bisnia yang dijalankan tentunya menarik minat untuk mengikuti jejak usaha ini. Berbagi kreativitas seni pada hasil pengolahanlimbahpun mempu mendulang keuntungan yang tidak kecil seperti Chordi yang menerima keuntugan 40% dari hasil produksi aksesoris di Reka Cipta Manik yang memasarkan produk kalung, gelang, dan aneka hiasan dari harga Rp.25 ribu – Rp.250 ribu perbuah. Keuntungan yang lebih besar diterima Aswin hingga 50% dari penjualan produk daur ulang bahan sisa menjadi payung dan tas dengan kisaran harga antara Rp.80 ribu – Rp.350 ribu tiap buahnya. Menurut Rahayubudi, angka ini sebenarnya bisa lebih besar jika produsen mampu menguasai pasar dan mampu mempersingkat jalur distribusi langsung ke end user.

Usaha yang menguntungkan ini bisa dirintis dengan belajar otodidak dari hasil kreasi sendiri, belajar dengan melihat produk lain, atau diperoleh melalui lembaga kursus keterampilan tertentu. Asal bisaberkreasi, mampu berinovasi dan terlebih mampu mampu melakukan pemasaran yang baik, produk-produk hasil olahan bahan sisa/limbah bakalan bisa laku dipasaran. Nah, apakah Anda tertarik memulai usaha ini ?

* Dari berbagai sumber

About these ads
Kategori:Kebutuhan Umum
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 537 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: