Arsip

Archive for Maret 13, 2009

Resiko dan Manfaat Kemasan Primer

Blog ini kami pindahkan ke Http://pelakuukm.blogspot.com.

Silahkan kunjungi blog baru kami dan simak berbagai artikel terbaru serta informasi lainnya menyangkut kegiatan usaha kecil menengah di Indonesia

Kemasan primer adalah kemasan yang langsung mewadahai atau membungkus bahan/produk pangan. Contohnya kaleng susu, botol air minum dalam kemasan, dan bungkus roti. Jenis kemasan promer yang paling banyak digunakan adalah plastik.

Plastik

Plastik ada yang bersifat kaku dan ada yang bersifat fleksibel. Plastik wrapping merupakan kemasan plastik yang fleksibel. Biasanya bersifat lemas, gampang ditarik, daya rentang tinggi tanpa sobek, dan mudah dikelim panas. Plastik untuk wrapping yang umum dijual disupermarket adalah yang terbuat dari plastik poli etilen (PE) jenis LDPE (Low Density PE). Sifat umum PE adalah transparan, berminyak , mudah dibentuk, lemas,  gampang ditarik, daya rentang tinggi tanpa sobek, mudah dikelim panas, tahan asam, basah, alkohol dan deterjen serta kedap uap air dan air.

Beberapa jenis plastik yang ada dipasaran adalah :

a) Poli Etilen (PE)

Cocok untuk mengemas pangan yang beraroma, yang akan disimpan beku, tapi tidak cocok untuk produk berlemak.

b) Poli Etilen Tereptalat (PET)

Bisa digunakan untuk kemasan buah kering, permen, sari buah, air minum, minuman ringan berkarbonasi, minyak goreng, saus, jeli, selai.

c) Polipropilen (PP)

Tahan suhu tinggi sehingga dapat digunakan untuk pangan sterilisasi atau makanan panas, tahan asam sehingga bisa dipakai untuk sari buah dan tahan minyak sehingga dapat dipakai untuk produk olahan minyak.

d) Styrofoam

Styrofoam adalah nama populer dari plastik jenis polistiren (PS). Sifat umum dari PS adalah titik leleh rendah, tahan asam, basa, permeabilitas uap dan gas sangat tinggi. PS digunakan untuk mengemas bahan pangan segar (mentah) seperti buah dan sayur. Karena monometer dari PS diduga juga bersifat karsinogenik, maka kemasan ini hendaknya tidak digunakan untuk mengemas makanan atau minuman panas karena dapat menyebabkan terjadinya migrasi komponen kedalam makanan/minuman yang dikemas.

Kertas

Keuntungan penggunaan kemasan dari kertas , yakni harga murah dan mudah diperoleh. Kelemahan kertas untuk mengemas bahan pangan adalah sifatnya yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan. Hal ini menyebabkan makanan yang dikemas dengan kertas akan sangat mudah mengalami penurunan mutu. Modifikasi proses pembuatan dan aditif yang digunakan dilakukan untuk memperoleh kertas dengan sifat khusus. Contohnya kertas tahan minyak mempunyai permukaan seperti gelas dan transparan, mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap lemak, oli, minyak, tidak tahan terhadap air walaupun permukaannya dilapisi dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin.

Kertas perkamen mempunyai ketahanan lemak yang baik, mempunyai kekuatan basah yang baik., tidak berbau/berasa, tidak memberikan penghambat yang baik terhadap gas, kecuali jika dilapisi dengan bahan tertentu dan dapat digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega, margarin, keju, teh, kopi. Kertas lilin memiliki lapisan lilin dengan bahan dasar parafin; sifatnya dapat menghambat air, tahan minyak dan memiliki daya rekat panas yang baik. Kertas bekas (koran, buku, majalah) tidak boleh digunakan untuk mengemas makanan. Kertas bekas bisa menjadi sumber cemaran biologis (mikroba) yang dapat menyebabkan penyakit diare akut. Selain itu, tinta yang ada dikertas bekas bisa bermigrasi kemakanan dan membahayakan kesehatan konsumen.

Aluminium foil (alufo) seperti halnya kaleng aluminium merupakan jenis kemasan berbahan dasar aluminium. Jika aluminium banyak digunakan dalam industri minuman, maka aluminium foil banyak digunakan sebagai bahan dari kemasan bentuk kantong bersama-sama/dilaminasi dengan berbagai jenis plastik (misalnya retout pounch atau susu UHT, sari buah) dan banyak digunakan industri makanan ringan, susu bubuk, dsb. Alufo mengandung aluminium tidak kurang dari 99%. Merupakan jenis kemasan yang ringan, atraktif, tidak berbau/berasa, dan inert (tidak bereaksi dengan bahan) terhadap sebagian besar makanan. Kelemahannya adalah tidak tahan secara mekanis, mudah bocor jika ditusuk. Biasanya digunakan untuk pembungkus coklat atau keju.

Kategori:Informasi Umum
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 387 pengikut lainnya.